Medical Certificate untuk Mendaftar Beasiswa TEH-AC

Catatan: tulisan telah di-update 19 Februari 2018. Silahkan baca sampai tuntas yak 🙂

Ada sekitar 10 surel, beberapa komentar hingga japri WA dan IG yang masuk ke saya, menanyakan perihal medical certificate, sebagai syarat untuk mendaftar beasiswa TEH-AC. Awalnya, saya belum tahu pasti apa sih yang dimaksud dengan medical certificate ini, dikarenakan sewaktu dulu saya mendaftar TEH AC, belum memerlukan syarat ini.

Apakah cukup semacam surat keterangan sehat selembar yang berisi data kesehatan standar yang murah meriah. Ataukah perlu yang mendalam seperti general check up di rumah sakit (RSUD/RSUP) yang relatif mahal (± 750 ribu rupiah).

Akhirnya saya mendapat kejelasan, dari pengalaman mbak Miftah Nurrokhimah membuat medical certificate untuk mendaftar beasiswa TEH-AC 2017. Sebagai informasi, beliau saat ini menempuh S2 di jurusan pendidikan kimia, PSU Hat Yai.  Continue Reading

Kenapa Orang Lebih Suka Belanja Online Saat Jam Kerja?

credit: tirto.id

Suatu pagi, saya melihat infografis dan berita dari portal tirto.id yang menunjukkan bahwa orang Indonesia cenderung suka berbelanja online saat jam kerja. Ya benar, ada di atas itu kok infografisnya 🙂

Lha kalau sudah ditulis tirto, kenapa arigetas mau menulis ulang?

Saya ingin menuliskan, bahwa hal tersebut berlaku tidak hanya ke anda pekerja kantoran tetapi juga ke mahasiswa. Saya akan mencoba menjawab alasan-alasan dari sisi karyawan dan mahasiswa, perihal perilaku belanja online kita. Sebagai tokoh imajiner, saya sebut namanya Budi.

Continue Reading

Membuat Visa ED (Non Immigrant) di Royal Thai Consulate-General Penang Malaysia

Salah satu syarat belajar di PSU adalah mempunyai VISA ED (Non Immigrant). Kita bisa membuatnya di Indonesia melalui Royal Thai Embassy Jakarta atau Royal Thai Consulate di Surabaya. Syarat pembuatan VISA ED ada di link ini.

Kebetulan, karena sesuatu hal.. Posisi kita sudah di Thailand dan perlu membuat VISA ED baru. Apakah kita perlu pulang ke Indonesia tuk mengurus VISA tersebut? Jawabannya: tidak perlu.

Berikut aku copas pengalaman mas Ahmad Said yang mengurus VISA ED di Royal Thai Consulate-General Penang Malaysia yang hanya perlu ditempuh sekitar 4 jam dari Hat Yai naik Van (+ 450 Baht).

———————

Continue Reading

Tarik Uang Baht Thailand Pakai Kartu ATM BCA

Halo Travelers..

Setelah aku menulis tentang menarik uang Baht menggunakan kartu ATM BNI di mesin ATM SCB di sini, kali ini aku akan share pengalaman yang mirip. Kali ini aku akan menggunakan kartu ATM BCA.

Aku menarik 15.000 Baht di ATM SCB, menggunakan kartu ATM BCA. Sama dengan saat aku menggunakan ATM BNI, aku kena charge 220 Baht untuk sekali tarik uang. Selain itu, BCA juga memotong 25.000 Rupiah sebagai ongkos.

Berapakah uang rupiahku yang terpotong? Continue Reading

Belajar Adu Mental itu Sama Zhang Beiwen

Credit: hindustantimes.com

Hai badminton lovers. Baru saja gelaran India Open 2018 selesai.

Indonesia memastikan juara umum dengan 2 gelar juara dari Ganda Putra Kevin/Gideon “The Minions” dan Ganda Putri Greysia Polli/Apriani (GreyAp). Sedangkan Praven/Melati (PraMel) menjadi Runner up di sektor Ganda Campuran.

Kemenangan di India Open 2018 ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Indonesia jago kandang, setelah sepekan sebelumnya juga menjadi juara umum pada gelaran 2018 Indonesia Masters dengan 2 gelar juara dari The Minions dan Tunggal Putra (Antoni Ginting). Adapun GreyAp dan Owi/Butet (Ganda Campuran) menjadi Runner Up. Keren kan, ada 4 wakil di final.

Fokus tulisan saya bukan membahas tentang hingar bingar keberhasilan para pemain Indonesia yang memang keren mainnya. Perhatian saya jatuh pada sektor Tunggal Putri India Open 2018: Pusarla V Sindhu berhadapan dengan Zhang Beiwen.  Continue Reading

Kekerasan Antara Guru dan Murid: Haruskah?

Innalillahi wa inna illaihi rojiun.

Sedih terasa di benak saat membaca artikel koran tentang meninggalnya seorang Bapak Guru muda di Sumenep, alm Pak Budi setelah terjadi tindak pemukulan (dan pencekikan) oleh muridnya. Beliau masih guru honorer (GTT) yang mengampu mata pelajaran seni rupa. Semoga semua dosa almarhum diampuni dan amal beliau diterima Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapinya. Aamiin aamin Allahuma aamiin.

Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan buah pikiran saya, yang bisa jadi berbeda dengan anda. Mohon dapat membacanya hingga selesai. Apabila terdapat hal yang perlu diklarifikasi, dipersilakan menulis di komentar untuk kemudian saya perbaiki, karena artikel ini (mungkin) menyentuh hal sensitif perihal kasus alm. Pak Budi dan dengan pengalaman yang saya alami sejak SD-SMP-SMU-S1-S2 (saat ini).  

Saya mencoba merunut mulai dari pemberitaan di Jawapos di sini. Atau kronologi pada pemberitaan Kumparan disini.

Pada kedua link tersebut, inti kronologi kejadian: si murid mengganggu kelompok lain saat pelajaran melukis. Pak Guru sudah memberikan peraturan di awal, yang mengganggu akan dicoret mukanya. Nah, karena si murid mengganggu, maka Pak Guru mencoret muka si murid dengn cat lukis. Karena tidak terima, maka si murid berang dan memukul, meski kemudian dilerai oleh murid yang lain. Ternyata, terdapat luka dalam di bagian leher Pak Guru, sehingga akhirnya beliau meninggal karena mati batang otak. Almarhum meninggalkan seorang istri yang sedang hamil muda (4/5 bulan).

—–

Saya sangat menyayangkan tindakan kekerasan oleh murid ke guru ini. Kemudian saya ingat, paling tidak di masa sekolah SD-SMU jaman saya.. lebih sering justru terjadi tindak kekerasan dari guru ke murid. Kekerasan atau tindakan fisik yang dilakukan guru ke murid itu dianggap wajar dalam rangka: mendisiplinkan. Nah, ini saya yang tidak setuju.  Continue Reading

Prosedur Penggantian SIM CARD DTac Thailand

Setelah hampir 3 tahun kumiliki, karena suatu hal, aku kehilangan sim card DTac-ku. Ada dua solusi yaitu membeli kartu baru atau mengurus untuk menghidupkan kartu yang lama.

Membeli kartu baru itu mudah, tetapi aku harus mengurus registrasi ulang untuk kegiatan perbankan (termasuk payment gateway beli tiket). Aku juga musti berkabar ke orang semua serta banyak hal penting lainnya.

Pilihan kedua ada dua prosedur: lapor kehilangan di kepolisian setempat kemudian ke gerai dtac untuk mendapatkan simcard baru. Berikut cerita detil yang aku lakukan. Continue Reading

Memilih Jenis Kelamin Bayi – Hari Bikin Bayi Nasional

Disclaimer: Artikel yang saya copas di postingan ini saya dapatkan dari e-mail sekian tahun yang lalu dan tidak ada siapa nama penulisnya, sehingga saya tidak bisa menuliskan credit kepada beliau. Saya menyatakan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan kesalahan tips-tips di dalam artikel ini, karena tidak ada reference medisnya. Dianggap mitos silahkan, dianggap beneran juga silahkan. Anda bebas mengambil kesimpulan. 

Awalnya, aku iseng baca artikel tentang “Hari Bikin Bayi Nasional” yang dikenalkan di negara Inggris. Nah, di dalam artikel tersebut juga dibahas tips trik agar dapat hamil. Meski sebagian tips trik yang disampaikan agak aneh, tidak lah rugi kalau anda ingin mencobanya sih. Apa saja itu? Continue Reading

Kadang, Contoh Toleransi itu Selucu Tahi Anjing dan Ayam di Perumahan

Ada namanya Pak Bendot, salah satu pamong perumahan yang berlokasi di daerah kentang (kena tanggung). Mau dibilang masuk daerah kota ya belum, tapi disebut pedesaan ya bukan. Orang yang tinggal di dalam perumahannya pun beragam. Ada yang memang asli dari desa sekitar, ada juga yang memang dari kota dengan gaya hidup kekinian.

Statistik kasar menunjukkan bahwa sekitar 90% penduduk perumahan tersebut punya satu kesamaan: mereka pengantin baru + pasangan muda usia 25 tahun ++ dengan 1-2 anak. Sisanya sih para pensiunan usia 65-an dan mantan kontraktor (sebutan bagi pengontrak rumah) usia 50-an yang memang baru bisa membeli rumah.

Di dalam keseharian perumahan kentang ini, ada banyak hal-hal lucu. Kolaborasi dari greget terlalu pedulinya khas masyarakat desa dan sifat cuek milik masyarakat kota. Continue Reading

Typo-mu Harimaumu

Dalam satu hari, berapa kali kah anda mengirim pesan singkat via WhatsApp misalnya? Saya sendiri sih menghabiskan banyak waktu berselancar di dunia chat dan media sosial. Ini termasuk kebiasaan buruk sih, dan sudah pasti saya ingin membatasi atau minimal mengurangi intensitas bermedia sosial.

Cuma kapan mulainya, saya belum tahu.. #eh

Lebih jauh, saya juga ingin seperti Pak Ivan Lanin atau Pak JS Badudu, yang piawai menyusun kata menjadi kalimat yang enak dan mudah dipahami ketika membuat tulisan. Ah, bagi saya, itu mimpi tahap lanjut yang menjadi prioritas ke sekian. Kenapa?

Alasannya sih sederhana. Saat ini saya hanya ingin membebaskan diri dari “hantu” penulisan yang bernama salah ketik alias “typo”.

Kejadian salah ketik ketika kita mengirimkan pesan singkat ke grup WhatsApp alumni sekolah sih, masih bisa kita belokkan ke candaan. Berbeda cerita jika salah ketik tersebut terjadi saat kita menulis surel resmi. Kesan tidak serius langsung disematkan ke diri kita. Minimal, kita akan dianggap sebagai seseorang yang tidak teliti.

Nah iseng-iseng, saya pun mengumpulkan kata-kata yang misalnya menjadi salah ketik satu huruf saja maka makna kalimat tersebut menjadi rancu bahkan hancur. Berikut contoh-contohnya: Continue Reading