Belajar Menjadi Orangtua Cerdas ala Film Searching (2018)

Screen Capture dari IMDB

Salah satu yang aku takut dan khawatirkan dalam hidup ini adalah saat menjadi orang tua.
Khususnya menjadi orang tua dari seorang anak perempuan.

Kedua kalimat tadi, merupakan cerminan dari hati saya yang terdalam. Tak lain tak bukan karena di luar sana, di dunia nyata dan maya, terdapat banyak sekali hal yang dapat membahayakan anak-anak. Sebut saja: narkoba dalam bentuk permen, rokok, hingga ke predator seksual yang begitu canggihnya menipu.

Di dalam film Searching, yang mendapat rating 7.8/10 di IMDB ini berisi plot cerita tentang seorang ayah (David Kim) yang bertipe family man, yang harus pontang-panting mencari keberadaan anak perempuannya (Margot Kim) yang menghilang setelah sekian lamanya sejak sang istri (Pamela Nam Kim) meninggal karena lymphoma (kanker yang menyerang sel darah putih).

Film yang sangat layak ditonton bersama keluarga ini memiliki jalan cerita yang menarik, yang diluar tebakan-tebakan yang muncul di dalam kepalaku saat menontonnya. Intinya, si Ayah akhirnya bisa menemukan benang merah dari kasus yang menimpa anaknya ini dikarenakan si Ayah memiliki insting kepo yang luar biasa.

Untungnya, si Ayah bisa masuk ke akun media sosial si anak, Margot, untuk kemudian berusaha memahami jalan pikiran dan pergaulan dari si anak. Ternyata memang, meski si Ayah merasa sudah tahu dan “kenal” dengan si anak, ternyata harus menerima kenyataan bahwa:

Aku ternyata tidak mengenal anakku!

Dia tidak mengetahui ternyata Margot mengunci (private) akun Instagram, Facebook dan Twitter-nya. Juga, dia akhirnya menemukan bahwa Margot memiliki akun YouCast – sebuah platform untuk siaran live dan membaca komentar2 dari orang yang melihatnya. Semacam Live Instagram lah kalau saat ini.

Si Ayah akhirnya merunut satu demi satu jejak digital dari laptop si anak dan menemukan hubungan antara satu dan lain hal. Yang pada akhirnya bisa menuntunnya dalam menemukan pola dari pelakunya.

Satu hal kunci utama pelajaran dari film ini adalah:

Menjadi orangtua di jaman digital, mengharuskan kita paham dan terjun di banyak platform media sosial yang diikuti anak kita.

Intinya, jadi orang tua tidak boleh gaptek alias gagap teknologi. Nyawa Margot, dikisahkan dapat terselamatkan karena memiliki orang tua yang melek teknologi — dan jiwa kepo ala Lambe Turah yang sangat mumpuni.

Satu lagi, sesuai tweet dari mas Anggi …

Koneksi internet yang lancar sangat mendukung dalam pencarian tadi. Hehehe.

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

2 Comments

    • Iya, blokir internet sehat menurutku seperti mengunci roda sepeda dengan satu helai tali rafia sepanjang 50 cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *