Prosedur berobat untuk mahasiswa PSU kampus Hat Yai

image source: google.comBeberapa hari yang lalu saya terkena cairan tubuh serangga dari genus Paederus, yang di Indonesia dikenal dengan nama “tomcat”. Sedangkan di Malaysia versi teman USM, serangga tersebut diberi nama “charlie”. ahahhaha. Bagaimanapun juga, serangga tersebut telah sukses mengantarkan saya berobat ke dokter untuk pertama kali selama saya tinggal di Hat Yai ini.

Waduh, gimana ya prosedur periksa gini di rumah sakit Songklanagarind untuk mahasiswa international seperti saya?

Berikut tahapan yang saya lakukan kemarin. Pertama, datang ke Songklanagarind Hospital yang terletak di sebelah gerbang utama masuk PSU yang dekat perempatan Tesco Lotus.


Kemudian, silahkan mendaftar dengan menunjukkan kartu mahasiswa anda ke loket pendaftaran dengan mengisi Nama, Alamat, No HP, Nama Suami/Istri. Terakhir, isi nama dan alamat orang yang bisa dihubungi apabila ada tindakan darurat. Setelah itu, anda akan mendapatkan kartu kesehatan (kartu hijau) seperti ini:


Langkah selanjutnya, silahkan menuju Primary Care Unit (PCU) yang terletak di ruang paling timur

Serahkan kartu kesehatan (kartu hijau) anda ke perawat yang akan melakukan tindakan standar: menanyakan gejala, mengukur tekanan darah (tensi), suhu dan berat badan. Aktivitas di PCU itu seperti ini

Selanjutnya, tinggal antri diperiksa dokter. Oh iya selama diperiksa sang dokter langsung meng-entry di komputer berupa hasil pemeriksaan berikut resepnya yang langsung online ke loket pembayaran (kasir) dan apotek. Keluar dari ruang dokter, anda akan mendapat kertas panduan berupa urutan apa saja yang perlu dilakukan seperti ini:
Dari gambar diatas, total biaya periksa saya 156 THB. Yang perlu saya lakukan adalah No 1 pergi ke kasir loket 5-8 untuk membayar dan selanjutnya ambil obat ke apotek (pharmacy). Loket pembayaran (kasir 5-8) adalah seperti ini:

Setelah membayar, anda akan mendapat kuitansi tanda lunas.. Next.. menuju ke apotek alias pharmacy sambil membawa kuitansi tersebut di bawah ini. Oh iya,, perhatikan yang saya kotak kuning.. ada angka 25 dan 1757. Artinya di apotek saya musti mengambil obat di loket no 25 dengan nomor urut antrian 1757:


Ketika sampai di apotek loket 25, lihatlah layar monitor yang berada di atas dan pastikan nomor antrian anda (misal punya saya no 1757) sudah masuk rombongan yang dipanggil:

Terakhir, di loket 25 tersebut anda tinggal menunjukkan bukti lunas pembayaran dan obat yang telah disiapkan akan diserahkan ke anda, termasuk daftar  rincian obat yang anda terima:

Semoga anda senantiasa sehat sehingga tidak perlu berobat apalagi ketika di rantau 🙂

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

14 Comments

  1. Sekilas ngeliat (gak baca bener2 lho ya) managemen mereka lebih rapi dr kita. Sayang tulisan mereka jelek dan ga kebaca… :d

    • hahahaha.. aku aja butuh sebulan, buat belajar ngomong pas pesen nasi goreng telur dadar bro,..

  2. Paling aman adalah sehat wal afiat. Apalagi jauh dari keluarga 🙁

  3. Selamat…Oom, sakit membawa berkah (!) bisa disajikan dalam tulisan. Tp kok aku masih bingung dengan “gaya”mu.
    …baru sekali baca n 1 artikel sih…
    Lanjuut…berkarya ya

    • Gaya menyampaikannya adalah alur bercerita Mbak.. (jareku sih ngono.. mbuh genahe sing bener piye 😛 )

  4. Lagi sakit Mas Ari.. gimana kondisinya sekarang, feeling much better or you need to go the hospital again.. Satu hal yang saya sukai dengan sistem di Songklanagarind hospital ini adalah tertib.. so.. walaupun harus nunggu lama.. but kita pasti dipanggil.. gak kayak di Indo atau di Aceh kali ya.. kalo yang namanya antrian gak berlaku.. Jaga kesehatan mas Ari jangan sering2 bermain dengan tomcat ya..

    • Alhamdulillah.. Sudah mengering Bu.. tinggal berjuang menahan biar gak digaruk2.. hahahha.

  5. semoga bermanfaat infonya. dan semoga semua sehat selalu. aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *