Aku Itu Apa? (Bagian 2)

credit image: http://changingminds.org

Denial – Bargaining – Acceptance

Tiga tahap diatas merupakan bagian dari Kübler-Ross model, yaitu tentang 5 tahap kesedihan yang dihadapi manusia. IMHO, dalam perjalanan hidup saya yang sudah lumayan berumur ini, ada banyak hal yang membuat naik turun mood atau kondisi jiwa karena adanya masalah dan solusi.

Jadi, sebenarnya apa sih masalah itu? Mungkin sesuatu hal yang kita hadapi dan terasa sangat berat, bahkan bisa jadi kita merasa jadi orang paling sengsara sedunia. Tapi, itu semua akan hilang saat adanya solusi. Tidak jarang, manusia ketika tertimpa masalah, akan larut dalam masalahnya. Pengalaman saya sih.. saya bisa hanya tiduran tanpa ngapa2in selama berhari-hari karena bingung musti ngapain, bahkan malas makan.. bahkan merasa bahwa separuh duniaku runtuh dan tidak percaya alias denial. Terkesan alay? Terserah anda menilai, tapi nyatanya begitu.

Tapi itu semua mulai berubah. Saya berkenalan dengan banyak orang berbagai usia dan menemukan bahwa dalam menangani masalahnya, cara mereka unik2.

Meski begitu, satu hal menarik utama yang saya temukan adalah.. masing2 mereka menganggap masalah temennya itu lebih simple dan solusinya udah jelas.. cuma temennya aja tuh yang gak mau menjalani solusi.

A: “kamu sih enak, cuma kayak gitu doang masalah lo… khan lo tinggal A..B..C.. selesai.”
B: “Eh apaan.. lo itu yang lemah, masalah segitu doang bikin lo ancur. Itu sepele cui..”
C: … … …

Hahahahaha. Artinya adalah, dalam suatu masalah.. sebenarnya bisa ditarik garis tuk menyederhanakannya dan hampir selalu, sudah ada opsi solusinya.

Hanya saja, tahu tentang solusinya bukan berarti kita bisa langsung menggunakan solusi itu.

Sering kali kita.. atau pada kasus saya..  saya masih mencoba tuk tidak melakukan langkah solusi tersebut, karena saya masih ingin menawar solusi yang lebih dikehendaki hati saya alias bargaining. Sering kali bargaining ini tidak lolos alias mentok. hahahaha.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya toh saya musti menghadapi juga masalah ini dengan langkah solusi yang sudah diketahui sejak beberapa waktu yang lalu. Artinya, kita sudah sampai tahap acceptance. 

Setelah tahap acceptance, ada dua kemungkinan. Kita akan mati rasa dengan masalah yang sebelumnya menimpa kita, alias kita akan menghindari mati2an, supaya tidak jatuh lagi. Atau.. kita berdamai dengan si masalah tersebut dan bisa seiring sejalan dan meletakkannya dalam rak memory sebagai pengingat.

Sudahkah saya sampai tahap acceptance?

Hanya Allah SWT dan saya yang tahu. Tapi yang jelas, saya sudah berdamai dengan masalahku ini.

Masa depan? Mari kita nikmati peran hidup masing2 dengan baik .. dan entah apa rencana Allah SWT. Aamiin.

Jumat barokah
17 Februari 2017

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *