Pengalaman Diwawancarai Oleh PSU Radio

Sesi foto bersama setelah wawancara šŸ™‚

Menjelang malam hari tanggal 20 Februari 2017. sekitar jam 18:15, ada suara ketukan di pintu common room-ku yang terletak di gedung dua Faculty of Natural Resources.

Ada Ajarn Buncha yang kemudian masuk ke ruangku.

Saya berdiri seraya menyambut beliau, dalam hati bertanya-tanya: “Tumben, Ajarn Buncha jam seginiĀ ada di gedung dua.. ada apa ya kok beliau kesini?”.

“Hi Ari, on this 23 February, are you free?” Kata beliau.

“Pep neng na krubĀ Ajarn, I’ll check it on my calendar” Jawabku sambil meraih kalender meja.

Tak sampai 10 detik kemudian, saya pun menjawab: “Yes Ajarn, I am free on 23 February. Is there anything that I can do for you, Ajarn?” Tanyaku.

“Aah good… good. On 23 February, there will be an interview by PSU Radio. I want you to accompany me and we will talk about your rubber study in PSU. Just a simple question” Jelas Ajarn Buncha.

“Hah?.. Oh ok Ajarn, i will prepare some data for the interview” Jawabku.

“Ok, we will do our interview at 9 AM. I will call you if there is something new. Ok See you” Lanjut beliau sambil keluar ruanganku.

“Krub pom.. Khob phun ma krub Ajarn” jawabku seraya mengiringinya keluar.

Jreng jreng… hingga akhirnya saat itu pun tiba. Ehm, akhirnya ada 3 orang yang diwawancarai. Ajarn Buncha, saya dan mas Robert (PhD student, beliau dari Indonesia juga). Inilah daftar pertanyaan yang ditujukan ke saya, berikut jawabannya. Mungkin tidak detail atau sama persis, tetapi garis besarnya lah ya. hahahaha.

  1. Perkenalan.
    Nama dll. Eh, yang ini gak perlu saya tulis disini khan? šŸ˜€
  2. Kenapa memilih studi di Thailand, apa aja yg kamu pelajari disini?
    Saya memiliki impian sejak tahun 2005 ketika saya masih belajar S1 Ilmu Tanah di Unibraw malang, bahwasanya saya ingin lanjut sekolah S2 di luar negeri dan gratis alias beasiswa.Ā Pada tahun 2014, saat itu saya sudah bekerja selama 7 tahun di Balai Penelitian Getas yang merupakan bagian dariĀ Puslit Karet Indonesia, saya mendapat kesempatan untuk mendaftar beasiswa yang linier dengan kompetensi saya. Saat itu, saya mendaftar ke UPLB via beasiswaĀ SEARCA dan ke PSU via beasiswa TEH-AC. Kebetulan saya diterima terlebih dahulu di PSU, sehingga saya langsung mengirim surat resign dari seleksi di SEARCA yang sudah hampir masuk tahap terakhir.Kenapa memilih Thailand? Ya karena Thailand adalah produsen karet no 1 di dunia, sedangkan Indonesia no 2. Nah, pada tahun 2014, saya mendapat informasi bahwa PSU memiliki program master baru yaitu: Natural Rubber Production, Technology and Management (NRPTM). Ini suatu kebetulan, sehingga saya memantapkan hati tuk mendaftar ke jurusan tersebut.

    Yang saya pelajari disini di NRPTMĀ sangat banyak. Dosen pembimbing saya, Assoc. Prof. Dr. Sayan Sdoodee, memberikan kesempatan belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga ke luar lapangan. Misalnya saya berkesempatan ke Nong Khai Rubber Research tuk belajar tentang latex diagnosis. Juga ke Rubber market di Nakhon Si Thammarat, dan masih banyak lagi. Total sudah ada 14 provinsi yang sudah saya sambangi dan semua itu free alias dibiayai dari jurusan saya.

  3. Riset kamu tentang apa sih?
    Saya meneliti tentang respon dari akar tanaman karet klon RRIM 600 dan RRIT 251 akibat pengaruh kegenangan air.Ā Selain mengamati perihal akarnya, saya juga mengamati efek fisiologisnya. Setelah tanaman tersebut hampir mati karena tergenang, genangan air akan dihilangkan dan saya mempelajari bagaimanakah proses pemulihan kesehatan tanaman itu sendiri.
  4. Temen2mu ada yang mau sekolah disini gak?
    Teman Indonesia yang bersekolah di PSU ada banyak,Ā lebih dari 50 orang. Dahulu pada tahun 2015, dari kantor saya, hanya saya sendiri disini. Namun pada 2016, ada 3 orang teman sekantor yang lanjut bersekolah di PSU. Mereka juga mendapatkan beasiswa, ada dari TEH-ACĀ juga dari beasiswa fakultas.
  5. Setelah lulus, kamu mau ngapain
    Setelah lulus, saya akan lanjut bekerja di kantor saya, karena status saya saat ini adalah tugas belajar.

Nah itulah sekelumit ringkasan interview saya oleh PSU Radio. Syukur Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan langka ini. šŸ™‚

Kamu, pernah mendapatkan kesempatan yang mirip seperti ini apa gak? Semoga segera ya. Aamiin. šŸ™‚

Hat Yai
23 February 2017

————
Catatan:

  • Pep neng: wait a moment: tunggu sebentar.
  • Na krub: kata tambahan supaya formal dariku laki-laki. Kalau perempuan, kata “krub” diganti “kha”.
  • Krub pom: iya (dalam bahasa formal halus, semacam “nggih” (Jawa) atau “muhun” (Sunda).
  • Khob phun ma: terima kasih banyak

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *