Lima Cerita Horror yang Aku Yakini itu Benar Terjadi (Part 1)

credit image (IG): yiqingichigo

Selama dua tahun lebih sedikit saya tinggal di negeri gajah putih, Thailand, saya baru menyadari bahwa disini saya belum pernah merasa ketakutan gegara hantu atau cerita mistis. Bekerja sendirian di laboratorium atau common room di lantai dua hingga lewat tengah malam terasa biasa. Saat pulang, mematikan semua lampu hingga gelap gulita sebelum akhirnya menuruni tangga meninggalkan gedung pun tidak pernah ada sesuatu yang aneh.

Nah, sampai akhirnya ketika berbincang dengan sahabat, yang awalnya membahas hal remeh lain, tetapi bisa-bisanya nyambung sampai ke pengalaman horror yang pernah saya alami hingga saat ini. Ada apa saja? Sebenarnya ada lumayan banyak kejadian yang saya alami, tetapi tidak semuanya saya yakini bahwa itu kejadian horror. Nah, berikut lima kejadian horror yang saya yakini itu benar adanya. Kenapa saya yakin kejadian ini benar? Karena sebelum mengalaminya, saya tidak sedang dalam kondisi selesai menonton, membaca atau mendengar cerita seram.. jadi lebih alami. Oke.. berikut saya urutkan dari #5 yang saya nilai kurang seram hingga #1 yang paling seram…

#5. Mess Kebun Sungailembu – PTPN XII, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Saya ke kebun Sungai lembu ini sudah lumayan sering dan menginap di messnya. Nah, waktu itu sekitar 2011/2012, saya beserta satu orang rekan, mas Rouf, kami bertugas di kebun Sungailembu ini selama 2 hari. Di hari pertama, setelah seharian pengamatan di kebun lanjut makan malam dan berbincang sebentar, kami memutuskan untuk mencicil memasukkan data pengamatan. Saat itu kami hanya berdua saja di dalam rumah, mengetik di atas meja makan saling berhadapan. Saya posisinya membelakangi pintu masuk dan TV. Tiba-tiba saja, dari sudut mata sebelah kanan, tampak ada ada lelaki berkaos polo abu-abu berjalan dari sisi belakang kananku, membuka pintu kamar kami (yang terletak di arah jam 1 dari posisi dudukku), masuk kamar dan menutupnya… jeglek.
—-jeda 10 detikan—-
Secara iseng sambil wajah tetap menatap layar laptop sambil mengetik, saya pun bertanya ke Rouf: “Uf.. siapa e yang masuk ke kamar kita?” Dijawab Rouf: “Lho tadi kukira itu kamu lho Ri” jawab Rouf dengan nada serius. Dengan kaget aku menjawab: “Lhah, aku khan di depanmu dari tadi to”. Kemudian seakan bersepakat dalam diam, kami berdua pun beranjak dan membuka pintu kamar kami perlahan-lahan.. jreng-jreng.. kosong.. kamar mandi, lemari atau bawah dipan juga kosong.. tidak ada pintu kedua.. jendela juga terkunci dari dalam. Kami berdua pun akhirnya bersepakat.. “Wah kita diisengi, nih”. Kemudian kamipun lanjut bekerja lagi. Seakan tidak terjadi apa-apa.


#4. Rumah Wakil Manajer (Wamen) Kebun Kali Sepanjang – PTPN XII, Kabupaten Banyuwangi,  Jawa Timur.
Saya juga lupa tahunnya, sekitar 2012/2013 setelah tim kami selesai melakukan pekerjaan di kebun Kalisepanjang dan Kalikempit, di siang hari setelah makan siang, kami mengadakan diskusi dengan seluruh Asisten Tanaman, (AsTan) dan Wamen. Isi diskusi meliputi temuan masalah di kebun, perkembangan solusi dari kunjungan terdahulu hingga rekomendasi ringkas yang bisa dilakukan saat ini, sebelum nantinya kami akan menuangkannya di dalam laporan yang lengkap. Ada dua bagian presentasi yaitu Agronomi oleh Mas Rouf (ya, beliau partner saya dalam beratus-ratus kali kegiatan kunjungan kebun) dan Tanah serta pemupukan oleh saya. Presentasi dilakukan di ruang tamu rumah Wamen dan Mas Rouf giliran pertama.
…..
Proses diskusinya serius dan panjang, hingga satu jam pun masih asik berdiskusi. Selama rentang waktu itu, saya kok merasa ngantuk banget nget nget…. akhirnya saya berdiri menuju ke kamar mandi yang terletak di kamar utama. Kamar mandinya khas jaman Belanda, luas dan panjang bak mandinya. Selesai menuntaskan hajat dan cuci muka, saya pun menuju kamar utama yang ternyata difungsikan untuk menyimpan barang-barang tak terpakai. Disitu saya melakukan stretching alias gerakan pemanasan dikit-dikit biar gak ngantuk, sebelum akhirnya kembali ke tempat duduk dan menikmati cemilan. Belum ada 10 menit duduk, tiba tiba saya melihat ada sinar ungu muda yang muncul dari sisi gelap di sebelah kanan layar LCD projector dan pelan-pelan membentuk seperti siluet wanita muda seperti memakai Yukata (mirip kimono tetapi lebih tipis dan dipakai di musim panas) lengkap layaknya memakai selendang di pinggangnya. Rambut siluet wanita muda itu disanggul keatas dan ada seperti sumpit panjang yang menusuk gulugan rambutnya..  Jreng-jreng .. Saya kaget dan mengejap-ngejapkan mata karena tak percaya. Sampai akhirnya tanpa menoleh, saya memukul paha mas Dani (cmiiw..)–> staff tanaman dari kantor Direksi beberapa kali sambil bilang dalam bahasa Jawa yang maknanya: “Mas mas… itu apa e ungu2 membentuk cewek gitu?”. Beliau menjawab: “Mana to mas mana…”. Kujawab: “Itu lho di sebelahe layar di gelap2 itu..” Kataku sambil menunjuk… Sayangnya tak berapa lama.. siluet itu pun buyar.. ambyar.
…..
Eh belum sempat lanjut penasaran, saya sudah musti gantian yang presentasi dan diskusi tentang tanah dan pemupukan.. Hingga akhirnya selesai acara, kami balik menuju mess di kota Jember. Dalam perjalanan, saya semangat bercerita ke mas Rouf dan driver. Tanpa memberitahu saya, ternyata temen saya itu meng-sms Pak Wamen tentang hal yang saya lihat.. dan dijawab: “Oh itu namanya Dewi Samudra… Konon, lumayan sering ada perwujudan tersebut di rumah itu. Hmm… agak gimana gitu jadinya.


Bersambung ke Part 2 ya… Ntar saya update lanjutannya

jreng-jreng.

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *