Kenapa Registrasi Kartu SIM (SIM CARD) Smartphone Perlu Nomer KTP dan KK

Setelah saya memposting tulisan tentang beberapa kabar hoax terkait registrasi kartu SIM (SIM CARD) smartphone, ada beberapa pembaca yang mengirim pesan perihal kegundahannya. Apa itu? Satu pertanyaan mereka:

Kenapa sih registrasi kartu sim card (baru atau lama) juga harus menggunakan kartu keluarga (KK)? Khan sudah ada Kartu Tanda Penduduk (KTP).. di KK kan ada nama Ibu kandung juga…

Baiklah, saya memahami rangkaian pertanyaan tersebut. Saya akan coba menganalisa alasan juga diperlukannya nomer KK.

Sebelum jauh membahasnya, kita kembali dulu ke awal tujuan dari registrasi (baru/ulang) SIM CARD ini yaitu untuk keamanan. Keamanan ini lebih ke tindakan preventif supaya nomer handphone tersebut tidak digunakan untuk tindak kriminal misalnya teror hingga tipu-tipu ala mama minta pulsa.

Kenapa memakai KTP?
Indonesia sedang menuju satu kartu identitas yang bisa mengungkap segalanya dan hal ini harus didukung. Sampai dengan terwujudnya hal tersebut, kita memang masih akan direpotkan dengan administrasi yang seringkali tidak paperless dan juga sangat tidak efisien.

Sebagai contoh, sebagai keluarga yang tinggal di perumahan, kami harus mengumpulkan salinan buku nikah (1 lembar) dan akte kelahiran setiap anggota keluarga (3 lembar – saya, istri dan anak). Total 4 lembar. Sewaktu saya konfirmasi, kenapa musti menggunakan 4 lembar begitu? Bukankah cukup satu lembar KK saja untuk menggantikan salinan akta lahir?

Bagaimana dengan KTP? Sewaktu saya datang kan juga sudah diminta mengumpulkan salinan KTP dan kartu keluarga (KK).

Jawabannya: Untuk crosscheck dokumen-dokumen yang dulu sudah dan kali ini dikumpulkan. Siapatahu ada yang menuakan usia dll dll. Lebih lanjut, ini adalah permintaan dari punggawa Desa yang resmi.

Mendapatkan jawaban itu, ada pertanyaan lanjutan di kepalaku. Apakah para petugas berwenang masih punya cukup waktu dan tenaga untuk mengecek semua hal itu? Misal mencocokan NIK yang tertera di KTP dengan NIK yang ada di KK. Mencocokkan nama orang tua dari tiap lembar akta lahir dengan yang tertera di KK. Ya kalau satu orang atau satu keluarga. Bagaimana dengan mencocokkan satu RT dan lain sebagainya. Saya yakin bakal ribet dan capek. Tapi memang belum ada pilihan lain, karena adanya KTP ganda maupun orang yang menuakan atau memudakan usia itu ya memang ada. Itu realita pahit yang ada di kita karena belum ada Kartu Identitas Tunggal.

Nah kembali kepada pentingnya menginput nomer KK saat registrasi SIM CARD. Apakah berbahaya? Menurut saya: Tidak. Kenapa? Karena hanya mengumpulkan nomer KK dan bukan detil isi KK, bukan? Ada kekhawatiran penyalahgunaan KK dengan melihat nama Ibu kandung – yang termasuk super password – untuk membobol tabungan anda?

Lebih berbahaya bagi anda sekalian yang jelas-jelas mencantumkan nama Ibu di surat undangan nikah maupun yang terang-terangan berteman di Facebook, bukan?

Kalau anda bukan termasuk orang yang punya akses ke database KK maupun KTP, maka meskipun mengetahui NIK atau Nomer KK, ya anda tidak akan bisa tahu detil isinya. Kalau ada yang menjual aksesnya, maka ini kejahatan dikarenakan oknum. Sama halnya dengan oknum pegawai Bank yang menjual database nasabah. Misalnya, apakah anda sering ditelepon penawaran kartu kredit, meski sudah tidak mengijinkan nomer kita disebarkan?

Kalaupun bukan karena oknum, bagaimana sih cara membobol data KK dengan bermodal hanya nomer KK? Dulu kita memang bisa mengakses ke database dukcapil kemendagri ini untuk memasukkan NIK kita:

http://dukcapil.kemendagri.go.id/

Nah, beberapa waktu yang lalu, ketika cek status NIK di dukcapil sudah tidak bisa diakses pun, kita bisa mengakes web Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tetapi untungnya, sekarang sudah tidak bisa diakses.

http://www.bkn.go.id/

Nah karena dari web resmi pemerintah sudah tidak bisa mendapatkan secara bebas akses ke NIK, kemungkinan terkuat penyalahgunaan atau bocornya data NIK dan nomer KK hanyalah dari operator seluler. Sebenarnya, hal ini pun sama saja dengan bocornya data NIK/KK dari BKN karena pastilah oknum yang bertindak.

Mau seberapa kuatnya proteksi data, kalau ada oknum yang membocorkan ya percuma saja. Intinya, jangan khawatir berlebihan dan kita percaya dengan sistem ini. Pencegahannya? Pastikan kartu ATM, buku tabungan dll disimpan dengan baik dan segera blokir apabila terjadi kehilangan.

Selamat registrasi tanpa khawatir ya..

catatan: postingan ini akan diupdate apabila ada informasi yang lebih terkini.

 

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *