Beda Pasangan Cowok Cewek Saat Membeli Barang

“Aku sebel, si Mas beli onderdil sepeda lagi. Diem-diem lagi belinya. Ngapain sih, beli sadel aja musti yang hampir  dua juta rupiah.. belum bajunya bla bla bla .. Duit segitu sih udah bisa buat beli sepeda komplit. Huh!”

Tebak, siapa yang mengeluh seperti itu? Yak, benar! Itu adalah keluhan istri atau bisa jadi cewek – sebut saja Si Mbak – terhadap pasangannya, si Mas. Sebelnya sih (biasanya) karena si Mas mempunyai kebiasaaan: membeli dulu dimarahi kemudian. Kenapa? Ya karena para kaum Adam punya prinsip:

Lebih baik minta maaf karena terlanjur beli, daripada minta ijin untuk beli
(yang pasti tak direstui)

Sebenarnya, alasan si cowok mempunyai prinsip di atas, ya satu dan lain sebabnya karena hobinya sudah menjadi hobi yang terlarang, seperti yang sudah saya bahas di link ini. Nah, itu kan cowok. Kali ini pertanyaannya menjadi: Bagaimana sih kalau kaum hawa pasangan kita saat membeli barang?  

Secara umum, cara cowok dan cewek membeli barang bisa kita lihat sepintas dari cara mereka membeli celana dalam (CD). Kaum cowok biasanya membeli apa yang dibutuhkannya saja, itulah kenapa pabrik CD menjual celana dalam per 3 pcs. Kenapa? Kalau dijual satuan, maka cowok ya hanya membeli satu saja. Kan yang usang cuma satu, kenapa musti membeli tiga. Ya kan?

Sedangkan kaum cewek, kalau membeli CD itu pengennya yang custom, murah dan banyak. Oleh sebab itu, CD cewek dijual di kontainer besar dan pembeli boleh pilih sesukanya. Makin mak nyus misal ditambahi kalimat: beli 5 gratis 1 😀

Tapi, kalau udah urusan beli membeli yang terkait dengan komunitas, pakem di atas menjadi tidak berlaku. Untuk hobi yang biar masuk kategori keren, kaum cowok pengen yang custom, berkualitas dan mahal. Misalnya hobi sepeda, ya kaum cowok bisa membangun sepeda dari printilan-printilan onderdil. Bisa jadi, sebuah sepeda custom milik kaum adam setara dengan sebuah mobil. Gak percaya? Silahkan tanya ke temen yang hobi bersepeda.

Kaum hawa beda lagi. Dalam komunitas misalnya grup arisan, sebab membeli barang ya macam-macam. Kadang karena gak enak sama temennya. Kadang karena gengsi, si A membeli masak sih aku tidak? Kadang karena barangnya imut. Sering-seringnya ya karena barang tersebut bisa dicicil 10 kali misalnya. Perkara barangnya urgent diperlukan atau tidak sih urusan lain. Ya gak?

Nah terkait prinsip lebih baik minta maaf terlanjur beli tadi, bagaimana dengan kaum hawa? Apakah berlaku? Tidak!

Silahkan ditanyakan ke kaum hawa: Apakah saat membeli barang di arisan atau komunitasnya, meminta ijin pasangannya? Biasanya sih tidak. Tiba-tiba saja pulang arisan sudah membawa barang. Tatkala si Mas tahu kalau si Mbak beli barang (yang biasanya gak terlalu dibutuhin), apakah si Mas berhak protes?

Paling-paling si Mas complaint dan dijawab sekenanya ama si Mbak. Kalau diterusin protesnya, si Mbak bisa marah. Hasilnya? Si Mas tetep yang musti minta maaf. 😀

Hahahaha.. Namanya juga kaum Adam itu suka dan jatuh cinta ama kaum hawa. Namanya juga sayang. Apa sih yang gak buat kamu, Si Mbak? Eaaaaaaa

gombal

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *