Memilih Jenis Kelamin Bayi – Hari Bikin Bayi Nasional

Disclaimer: Artikel yang saya copas di postingan ini saya dapatkan dari e-mail sekian tahun yang lalu dan tidak ada siapa nama penulisnya, sehingga saya tidak bisa menuliskan credit kepada beliau. Saya menyatakan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan kesalahan tips-tips di dalam artikel ini, karena tidak ada reference medisnya. Dianggap mitos silahkan, dianggap beneran juga silahkan. Anda bebas mengambil kesimpulan. 

Awalnya, aku iseng baca artikel tentang “Hari Bikin Bayi Nasional” yang dikenalkan di negara Inggris. Nah, di dalam artikel tersebut juga dibahas tips trik agar dapat hamil. Meski sebagian tips trik yang disampaikan agak aneh, tidak lah rugi kalau anda ingin mencobanya sih. Apa saja itu?

Ada yang rajin mengkonsumsi cokelat hitam hingga mematikan semua perangkat elektronik termasuk WiFi untuk meminimalkan paparan radiasi. Tips lain adalah si istri, sesaat selesai berhubungan, dalam posisi telentang, selama tiga menit harus mengangkat kedua kaki dan bergerak seakan sedang mengayuh sepeda. Hal tersebut diyakini untuk lebih meningkatkan peluang sperma bertemu dengan sel telur.

Saya sendiri kemudian ingat, beberapa tahun yang lalu mendapatkan file doc yang berisi tentang cara memilih jenis kelamin bayi, dari salah satu rekan senior kantor.

Sebenarnya saya ingin memberikan kredit tulisan tersebut karena akan saya share di sini. Akan tetapi saya tidak bisa menemukan siapa author-nya. Berikut copas isi tulisannya:


Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dan Y, spermatozoon X menentukan unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas, para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan.

1. Fator makanan
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
>Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, dan sea food (makanan laut).Jika menginginkan bayi laki-laki.
>Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline ( lihat jenis makanan diatas )

2. Faktor waktu (Kapan melakukan senggama ?)
Jika menginginkan seorang bayi perempuan: Keseringan senggama diklakukan pada waktu sebelum masa haid.Jika menginginkan bayi laki-laki: Keseringan senggama diklakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid ? Temperatur atau suhu tubuh meningkat (anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya)

3. Faktor Penetrasi (tusukan)
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
>Suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama.Jika menginginkan bayi laki-laki.
>Disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama.

Alasan : Karakter dari Spermatozoa X dan Y.
Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat )
Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah )

Jadi, dengan tusukan yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.

4. Faktor Rangsangan
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
>Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan penempuan akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.
Jika menginginkan bayi laki-laki.
>Ejakulasi suami sesudah istri terangsang.

5. Faktor persiapan istri
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
>Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.
Jika menginginkan bayi laki-laki.
>Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.

6. Faktor posisi
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
>Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami.
Jika menginginkan bayi laki-laki.
>Posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran ( sel telur ).


Untuk rencana mempunyai seorang anak diatas dan siapapun yang akan membutuhkan rencana untuk masa datang, tabel dibawah ini akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan.

Akurasi dari tabel dibawah ini (diklaim) telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya. Percaya atau tidak, silahkan coba dihitung sendiri. 🙂

P = Perempuan L = Laki-laki

Penjelasan:
Anda dapat memilih musim atau bulan yang anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel diatas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel  menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan.

Jadi anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan.

Contoh singkat : Jika istri berusia 27 th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel diatas bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.


Nah, dari banyak tips di atas, yang tabel kebetulan saja cocok dengan apa yang keluarga kecil kami dapatkan. Hasil berbeda bisa jadi didapatkan anda-anda semua. Silahkan dianggap saja postingan ini seperti artikel “Apa Kata Zodiac Anda”. Tidak perlu terlalu serius ya 😀

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *