Belajar Adu Mental itu Sama Zhang Beiwen

Credit: hindustantimes.com

Hai badminton lovers. Baru saja gelaran India Open 2018 selesai.

Indonesia memastikan juara umum dengan 2 gelar juara dari Ganda Putra Kevin/Gideon “The Minions” dan Ganda Putri Greysia Polli/Apriani (GreyAp). Sedangkan Praven/Melati (PraMel) menjadi Runner up di sektor Ganda Campuran.

Kemenangan di India Open 2018 ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Indonesia jago kandang, setelah sepekan sebelumnya juga menjadi juara umum pada gelaran 2018 Indonesia Masters dengan 2 gelar juara dari The Minions dan Tunggal Putra (Antoni Ginting). Adapun GreyAp dan Owi/Butet (Ganda Campuran) menjadi Runner Up. Keren kan, ada 4 wakil di final.

Fokus tulisan saya bukan membahas tentang hingar bingar keberhasilan para pemain Indonesia yang memang keren mainnya. Perhatian saya jatuh pada sektor Tunggal Putri India Open 2018: Pusarla V Sindhu berhadapan dengan Zhang Beiwen

Sektor tunggal putri dimainkan pada slot terakhir sebagai penutup karena ada wakil tuan rumah India (PV Sindhu) sehingga menarik untuk marketing sekelas pertandingan final. Banyak yang menyangka bahwa Sindhu tidak akan kesulitan mengalahkan Beiwen lah.. Secara kelasnya beda dan yang wara wiri hingga tahap semifinal kan Sindhu.

Semua itu sirna saat game 1 Beiwen mampu mengalahkan Sindhu dengan skor 21-18. Game kedua, publik tuan rumah India bergemuruh saat Sindhu membalikkan keadaan dengan skor 11-21. Penonton tuan rumah sudah hingar bingar menyemangati Sindhu dan saya sendiri pun menilai bahwa Beiwen bisa jadi sudah kehabisan tenaga menghadapi Sindhu yang “atletis” banget. Tapi kok anehnya Beiwen seperti melepas game ini dan main coba-coba melihat celah. Terbukti saat sekitar skor 10-18 saja Beiwen masih mati-matian mencari celah.

Game penentuan menjadi ketar ketir lah semuanya. Susul menyusul perolehan angka terjadi. Sindhu pun sudah berteriak saat bisa menyusul Beiwen dan mendapat Championship point 19-20. Satu angka lagi.

Tetapi apa yang terjadi? Beiwen mampu membalikkan keadaan dan game ke 3 diakhiri dengan skor 22-20 untuk kemenangan Zhang Beiwen.

Penonton dan suporter India pun terdiam.

Penampilan Sindhu dan Beiwen ini ketat, kejam bola-bolanya dan penuh tekanan. Sebelas dua belas ketika Sindhu berhadapan dengan Nozomi Okuhara saat final 2017 BWF World Championships. Pertarungan 3 game yang sangat ketat, keren dan menguras tenaga dan pikiran.

Hingga saatnya penyerahan medali juara. Nah disini saya merasa kecewa.

Penonton sudah banyak banget yang meninggalkan arena dan sepi tepuk tangan saat MC meneriakkan nama Zhang Beiwen sebagai pemenang.

Bisa jadi, penonton kecewa karena wakil India (SIndhu) kalah. Tetapi saya yakin, Sindhu sendiri beban mentalnya berat banget. Sebagai satu-satunya wakil India yang mencapai final, dia harus menang. Itu berat banget.

Terus, apa hubungannya dengan belajar mental sama Zhang Beiwen?

Zhang Beiwen MAMPU juara di India Open 2018 itu tanpa pelatih yang mendampingi di lapangan, menghadapi wakil tuan rumah, full penonton tuan rumah.

Tidak percaya? Silahkan dilihat di YouTube saja rekaman pertandingan mereka hingga penyerahan medali. Saat jeda, Sindhu dimotivasi oleh dua orang pelatih. Beiwen? Habis minum ya mikir sendiri di lapangan. Sedihnya, menurut saya, kamera juga hanya menshoot Sindhu saat dikerumuni pelatih.

Well done, Zhang Beiwen!!

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari seorang anak pintar, lucu dan usil.

2 Comments

    • ahahaha. Iya Bu. kmrn tu sakin terpesonanya ama perjuangan Zhang Beiwen.. gak sampe 15 menit setelah pertandingan berakhir, langsung bikin artikel yang mirip curhat ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *