Kenapa Orang Lebih Suka Belanja Online Saat Jam Kerja?

credit: tirto.id

Suatu pagi, saya melihat infografis dan berita dari portal tirto.id yang menunjukkan bahwa orang Indonesia cenderung suka berbelanja online saat jam kerja. Ya benar, ada di atas itu kok infografisnya ūüôā

Lha kalau sudah ditulis tirto, kenapa arigetas mau menulis ulang?

Saya ingin menuliskan, bahwa hal tersebut berlaku tidak hanya ke anda pekerja kantoran tetapi juga ke mahasiswa. Saya akan mencoba menjawab alasan-alasan dari sisi karyawan dan mahasiswa, perihal perilaku belanja online kita. Sebagai tokoh imajiner, saya sebut namanya Budi.

Continue Reading

Membuat Visa ED (Non Immigrant) di Royal Thai Consulate-General Penang Malaysia

Salah satu syarat belajar di PSU adalah mempunyai VISA ED (Non Immigrant). Kita bisa membuatnya di Indonesia melalui Royal Thai Embassy Jakarta atau Royal Thai Consulate di Surabaya. Syarat pembuatan VISA ED ada di link ini.

Kebetulan, karena sesuatu hal.. Posisi kita sudah di Thailand dan perlu membuat VISA ED baru. Apakah kita perlu pulang ke Indonesia tuk mengurus VISA tersebut? Jawabannya: tidak perlu.

Berikut aku copas pengalaman mas Ahmad Said yang mengurus VISA ED di Royal Thai Consulate-General Penang Malaysia yang hanya perlu ditempuh sekitar 4 jam dari Hat Yai naik Van (+ 450 Baht).

———————

Continue Reading

Tarik Uang Baht Thailand Pakai Kartu ATM BCA

Halo Travelers..

Setelah aku menulis tentang menarik uang Baht menggunakan kartu ATM BNI di mesin ATM SCB di sini, kali ini aku akan share pengalaman yang mirip. Kali ini aku akan menggunakan kartu ATM BCA.

Aku menarik 15.000 Baht di ATM SCB, menggunakan kartu ATM BCA. Sama dengan saat aku menggunakan ATM BNI, aku kena charge 220 Baht untuk sekali tarik uang. Selain itu, BCA juga memotong 25.000 Rupiah sebagai ongkos.

Berapakah uang rupiahku yang terpotong? Continue Reading

Belajar Adu Mental itu Sama Zhang Beiwen

Credit: hindustantimes.com

Hai badminton lovers. Baru saja gelaran India Open 2018 selesai.

Indonesia memastikan juara umum dengan 2 gelar juara dari Ganda Putra Kevin/Gideon “The Minions” dan Ganda Putri Greysia Polli/Apriani (GreyAp). Sedangkan Praven/Melati (PraMel) menjadi Runner up di sektor Ganda Campuran.

Kemenangan di India Open 2018 ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Indonesia jago kandang, setelah sepekan sebelumnya juga menjadi juara umum pada gelaran 2018 Indonesia Masters dengan 2 gelar juara dari The Minions dan Tunggal Putra (Antoni Ginting). Adapun GreyAp dan Owi/Butet (Ganda Campuran) menjadi Runner Up. Keren kan, ada 4 wakil di final.

Fokus tulisan saya bukan membahas tentang hingar bingar keberhasilan para pemain Indonesia yang memang keren mainnya. Perhatian saya jatuh pada sektor Tunggal Putri India Open 2018: Pusarla V Sindhu berhadapan dengan Zhang Beiwen.  Continue Reading

Kekerasan Antara Guru dan Murid: Haruskah?

Innalillahi wa inna illaihi rojiun.

Sedih terasa di benak saat membaca artikel koran tentang meninggalnya seorang Bapak Guru muda di Sumenep, alm Pak Budi setelah terjadi tindak pemukulan (dan pencekikan) oleh muridnya. Beliau masih guru honorer (GTT) yang mengampu mata pelajaran seni rupa. Semoga semua dosa almarhum diampuni dan amal beliau diterima Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapinya. Aamiin aamin Allahuma aamiin.

Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan buah pikiran saya, yang bisa jadi berbeda dengan anda. Mohon dapat membacanya hingga selesai. Apabila terdapat hal yang perlu diklarifikasi, dipersilakan menulis di komentar untuk kemudian saya perbaiki, karena artikel ini (mungkin) menyentuh hal sensitif perihal kasus alm. Pak Budi dan dengan pengalaman yang saya alami sejak SD-SMP-SMU-S1-S2 (saat ini).  

Saya mencoba merunut mulai dari pemberitaan di Jawapos di sini. Atau kronologi pada pemberitaan Kumparan disini.

Pada kedua link tersebut, inti kronologi kejadian: si murid mengganggu kelompok lain saat pelajaran melukis. Pak Guru sudah memberikan peraturan di awal, yang mengganggu akan dicoret mukanya. Nah, karena si murid mengganggu, maka Pak Guru mencoret muka si murid dengn cat lukis. Karena tidak terima, maka si murid berang dan memukul, meski kemudian dilerai oleh murid yang lain. Ternyata, terdapat luka dalam di bagian leher Pak Guru, sehingga akhirnya beliau meninggal karena mati batang otak. Almarhum meninggalkan seorang istri yang sedang hamil muda (4/5 bulan).

—–

Saya sangat menyayangkan tindakan kekerasan oleh murid ke guru ini. Kemudian saya ingat, paling tidak di masa sekolah SD-SMU jaman saya.. lebih sering justru terjadi tindak kekerasan dari guru ke murid. Kekerasan atau tindakan fisik yang dilakukan guru ke murid itu dianggap wajar dalam rangka: mendisiplinkan. Nah, ini saya yang tidak setuju.  Continue Reading