Main Yuk. Kemana? Ya mainkemana.com

Setelah sekitar 2 tahun aku memiliki blog arigetas.com ini, entah kenapa tetiba aku ingin membuat satu blog lagi khusus tentang traveling. Kalau bahasa dunia maya, aku membuat suatu niche blog tentang all about traveling yang aku beri nama:

mainkemana.com

Disitu aku akan mencoba membahas tentang pertanyaan dan jawaban yang sering ditemui ketika kita akan pergi liburan. Rentetan pertanyaan biasanya menjadi banyak, ketika tujuan liburan kita adalah mancanegara. Urusan VISA, perihal larangan apa saja yang musti dipatuhi hingga tips apa sajakah yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan liburan kita. Tentu saja liburan hemat ala backpackers hingga mewah ala koper.

Semoga aku bisa punya waktu dan tekad yang baik untuk mengurus dua blog ini. Aamiin ^^v

Masuk Angin, Pilek, Batuk dan Ping Pong

credit image: freepngimg.com

Sekitar seminggu yang lalu, aku mempunyai target dua tulisan. Satu untuk diikutkan ke kompetisi mengisi buku dan satu lagi update-an blog ini. Semua sudah hampir tertata rapi dan tinggal stick to the plan alias follow the schedule. Namun semua pun bubar gegara aku drop radang tenggorokan dan berlanjut ke demam, pilek hingga batuk.

Lucunya, semua ini aku duga berasal dari hal sepele banget yaitu sembrono. Begini cerita lengkapnya.. Continue Reading

Kisah Aria: Bajaj dulu Sebelum Inline Skate

Aria main sepatu roda mode “bajaj”.. tanpa memakai helm dan pelindung siku karena untuk keperluan foto saja.

Sejak beberapa bulan yang lalu, ada trend di kalangan anak2 usia TK hingga SD. Tak lain dan tak bukan adalah sepatu roda. Berbeda dengan sepatu roda jaman lupus dulu .. eh jaman Olga… dimana sepatu roda menggunakan 4 roda ala mobil gitu. Eh tapi itu tahun 80-an kali ya.. hahaha. Aku belum setua itu lah..

By the way, postingan kali ini sih lebih ke nostalgia.

Dahulu jaman aku SD, sempat kepikiran untuk menabung demi mendapatkan sepatu roda model inline skate yang dulu populer adalah merk Rollerblade yang dipajang di etalase suatu toko buku di dekat sekolah.  Akan tetapi, harganya jauh dari jangkauan aku yaitu Rp 220.000,00. Ya maklum lah, aku bukanlah dari keluarga yang berpunya uang lebih buat beli hal-hal seperti ini. Eh iya, pada waktu itu.. bensin masih seharga Rp 500,00 dan aku masih bisa beli gorengan misal tempe itu 100 rupiah dapat 5 buah. Time really flies…. Continue Reading