Kisah Mahasiswa MoDis Hat Yai saat Hari Normal, Ramadhan hingga Lebaran

Nampang foto dulu lah, sebelum sholat Iedul Fitri 1438 H

Dua kali aku menapakkan kaki di kota kecil namun ramai bernama Hat Yai, yang terletak sekitar 60 km ke arah utara dari perbatasan Malaysia. Keduanya meninggalkan kesan yang berbeda asiknya. Tahun 2012 agendanya formal yaitu mendampingi client kantor kami, Bapak – Bapak dari PT Perkebunan selama 5 hari trip ke Singapore, Malaysia dan Thailand. Selama itu pula aku menikmati segala sesuatu yang sifatnya premium. Menginap di Lee Garden Hotel Hat Yai, diantar jemput menggunakan van mewah ke berbagai lokasi wisata hingga dijamu makan dengan menu yang tidak bisa dibilang sederhana (dan murah), merupakan contoh fasilitas harian yang biasa didapatkan.

Tahun 2015 adalah kali kedua aku menginjakkan kaki di Hat Yai. Kali ini untuk belajar hingga tahun 2017. Istilah kerennya, sekarang aku adalah mahasiswa Master yang hidup dengan uang beasiswa. Cerita tentang cara bertahan dan menikmati hidup ala ala mahasiswa tentu berbeda dibandingkan ala karyawan donk ya. Tinggal di asrama mahasiswa dan bergaul dengan mahasiswa lain dari berbagai penjuru dunia dengan segala sifat uniknya, hanyalah satu diantara beribu cerita unik lainnya.

Tapi bukan itu inti cerita yang ingin aku bagikan. Continue Reading

Mengupas Pertanyaan “SARA” bagi Mahasiswa: Kamu Kapan Lulus?

credit image (IG): tahilalats

A: “Sampai mana thesis-mu?”.

B: “Masih dikerjakan”.

A: “Kapan kamu akan selesai? Si Bejo yang seangkatan ama kamu lho udah sidang”.

B: “—-” (belum sempat menjawab)

A: “Kamu sih, selo banget.. main mlulu… hangout mlulu”. Kamu kapan lulusnya..??
bla bla bla bla
#ceramahdimulai

B: #ngasahpisau

———————————

Percakapan diatas bisa saja dianggap fiktif atau nyata, tergantung dari persepsi masing-masing pembaca. Tapi yang jelas, aku dan hampir semua temanku mengakui pernah mendapat pertanyaan yang (bagi sebagian mahasiswa) termasuk “pertanyaan maut”. Hahaha sadly but true.

Terus bagaimana kita harus bersikap, ketika mendapat pertanyaan itu? Continue Reading

Asuransi Kesehatan dan Reimburse Uang Perawatan Diri via Asuransi Health Care untuk Mahasiswa PSU

credit image: clipartkid.com

credit image: clipartkid.com

Bagi saya, sungguh beruntung bisa bersekolah lagi di PSU. Lingkungan yang ramah, aman, relatif bebas polusi dan tertib, adalah sekian dari banyak hal baik lainnya yang bisa saya rasakan selama hampir 2 tahun di sini. PSU juga punya banyak banget fasilitas dari aneka macam olahraga dan hobi, perpustakaan, asrama dan yang jelas, koneksi internet yang dewa banget. hahahhaa. Oia, salah satu fasilitas lain yang disediakan oleh PSU adalah jaminan (asuransi) kesehatan.

Memang, pada awal saya mendaftar beasiswa di PSU ini, saya ditawari oleh Graduate School untuk ikut program asuransi. Saya lupa apa nama penyedia asuransi itu, tapi yang jelas kita musti membayar mulai 2.400 Baht per tahun. Waktu itu saya dengan hati 80% yakin, insyaAllah gak akan sakit, sehingga memutuskan tidak ikut asuransi. Syukur alhamdulillah, sampe dengan hari ini di HatYai, saya hanya 1x saja ke dokter dan itupun karena si serangga tomcat yang sudah saya tulis disini.

Nah kebetulan, bulan yang lalu, ada dua teman pelajar Indonesia yang terkena kecelakaan di area asrama. Waduh..? Continue Reading

Prosedur berobat untuk mahasiswa PSU kampus Hat Yai

image source: google.comBeberapa hari yang lalu saya terkena cairan tubuh serangga dari genus Paederus, yang di Indonesia dikenal dengan nama “tomcat”. Sedangkan di Malaysia versi teman USM, serangga tersebut diberi nama “charlie”. ahahhaha. Bagaimanapun juga, serangga tersebut telah sukses mengantarkan saya berobat ke dokter untuk pertama kali selama saya tinggal di Hat Yai ini.

Waduh, gimana ya prosedur periksa gini di rumah sakit Songklanagarind untuk mahasiswa international seperti saya? Continue Reading