Typo-mu Harimaumu

Dalam satu hari, berapa kali kah anda mengirim pesan singkat via WhatsApp misalnya? Saya sendiri sih menghabiskan banyak waktu berselancar di dunia chat dan media sosial. Ini termasuk kebiasaan buruk sih, dan sudah pasti saya ingin membatasi atau minimal mengurangi intensitas bermedia sosial.

Cuma kapan mulainya, saya belum tahu.. #eh

Lebih jauh, saya juga ingin seperti Pak Ivan Lanin atau Pak JS Badudu, yang piawai menyusun kata menjadi kalimat yang enak dan mudah dipahami ketika membuat tulisan. Ah, bagi saya, itu mimpi tahap lanjut yang menjadi prioritas ke sekian. Kenapa?

Alasannya sih sederhana. Saat ini saya hanya ingin membebaskan diri dari “hantu” penulisan yang bernama salah ketik alias “typo”.

Kejadian salah ketik ketika kita mengirimkan pesan singkat ke grup WhatsApp alumni sekolah sih, masih bisa kita belokkan ke candaan. Berbeda cerita jika salah ketik tersebut terjadi saat kita menulis surel resmi. Kesan tidak serius langsung disematkan ke diri kita. Minimal, kita akan dianggap sebagai seseorang yang tidak teliti.

Nah iseng-iseng, saya pun mengumpulkan kata-kata yang misalnya menjadi salah ketik satu huruf saja maka makna kalimat tersebut menjadi rancu bahkan hancur. Berikut contoh-contohnya: Continue Reading