Kamu Ingin Diperlakukan Seperti Apa oleh Cewek di Sekitarmu?

Mulai hari ini, blog arigetas.com akan berusaha menampilkan kategori “kata netizen” secara reguler, yang merupakan rangkuman dari IG story motivator, influencer atau bahkan netizen biasa yang sekiranya bagus untuk diabadikan dan dibagi.

Kenapa? Karena umumnya mereka meng-upload di InstaStory dan sering tidak di-highlight sehingga akan hilang dalam 24 jam. Selain itu, sulit dicari dengan Google misalnya, karena kan dipost sebagai gambar.

Kali ini saya akan membagikan IGStory dari seorang wanita yang sudah terkenal dengan pikiran yang terbuka dan asik untuk diikuti, yaitu cici Jenny Jusuf yang bisa langsung di-follow pada tautan berikut ini.

Cici JenJus, mengajukan pertanyan: “Kamu pengen diperlakukan kayak apa, sama cewek-cewek di sekitarmu?”

Sumber IG Story JennyJusuf

Saya yakin, ada banyak sekali respon alias jawaban yang diberikan followers Cici JenJus. Berikut jawaban-jawaban yang dipilih untuk dishare oleh Cici JenJus:

Netizen #1: Jujur ajalah ga usah munafik. Kalau gak suka, ya bilang. Gak usah sok baik di depan.

Netizen #2: Tolong ngertiin aku, tanpa men-judge aku dari apa yang aku ceritakan.

Netizen #3: Didengarkan, gak usah body shaming. Jangan pegang handphone melulu. Let’s talk.
JenJus: Aku nih dulu, diomelin teman-teman karena pegang HP melulu. Sekarang, kalau ngobrol, HP boro-boro disentuh.

Netizen #4: Kalau ada masalah, ngomong di depan, jangan kebanyakan drama.

Netizen #5: Tolong kalau pilihan jalan kita beda, gak usah usil, nyinyir dan ribet bisa gak? Masing-masing aja kenapa sih? Heran.

Netizen #6: Kalau ada masalah tuh bilang, jangan tiba-tiba diemin teman.
JenJus: Dear teman-teman yang suka silent treatment.

Netizen #7: Tolong jangan cuma datang pas butuh aku. Pas gak butuh, senang-senangnya sama yang lain.

Netizen #8: Biasa aja, gak berlebihan dalam memuji dan bersikap. Karena aku pun biasa-biasa aja.

Netizen #9: Gak dinyinyirin dan difitnah macem-macem. karena aku gak ngelakuin hal itu ke kamu semua.

Netizen #10: Gak apa-apa sih aku diomongin, TAPI kalau bisa, jangan sampe aku tahu sih. wkwkwkwkwk,

Netizen #11: Kalau gak paham dengan apa yang aku ceritakan, jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri dan nyebarin ke banyak orang. MENDINGAN TANYA DULU.

Netizen #12: Didengarkan sepenuh hati, kayak aku dengerin cerita mereka, bukannya diabaikan 🙁

Netizen #13: Kalau beda pendapat, berdebat secara sehat gak pakai baper. Habis itu, urus urusan masing-masing. Syukur-syukur bisa saling support.

Netizen #14: Gak usah bilang lo gendut, di hadapan gue yang emang truly gendut, orang lu kurus bangetm nJir.

Netizen #15: Jangan tikung pacara aku terus.

Netizen #16: Kalau cowok lu naksir gue, yang perlu lu sewotin tu dia, BUKAN GUE. Dia yang gak bisa bersyukur, kenapa yang kena GUE.

Netizen #17: Jangan suka ngehujat, tapi di akhir bilang “becanda, jangan baper”. Semua orang punya perasaan.

Netizen #18: Jujur. Kalau iri BILANG! Gue bisa kasih channel buat bisnis lu! Bukan ngejelek-jelekin gue.

Netizen #19: Ini aku apa adanya, tolong dimengerti. Tapi kalau ada yang berlebihan, boleh dikasih tahu langsung.

Netizen #20: Kalian kalau ngado, jangan mahal-mahal banget donk. Gue bingung gimana ngebalikinnya.
JenJus:
(1)Kenapa harus ngasih kado sama mahalnys? Kan temenan, bukan transaksi supermarket.
(2)Kalau emang gak bisa, tinggal diomongin “Gue lagi bokek cuy, ngado sederhana aja gpp ya.
(3)Kalau masalahnya adalah gengsi, problemnya di kita, bukan mereka.

Netizen #21: Saling support, sans (santai).

Netizen #22: I want them to appreciate me as much as I appreciate them. Terkadang mereka semacam lupa ama aku.

Netizen #23: Jangan men-judge pilihan perempuan lain. Mau kawin kek, pakai cadar, dst.

Oke, dari sekian banyak respon yang diberikan oleh netizen, rata-rata mereka ingin teman-teman cewek itu: menganggap mereka itu ada, jujur, gak munafik dan gak body shaming.

Nah, sampai jumpa di Kata Netizen selanjutnya ya. Tentu dengan materi yang berbeda tentunya 🙂

Hat Yai, 7-7-2019

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

2 Comments

  1. Saya aja kadang masih beberapa kali kaget dengan pola pikir suami. Dari jawaban netizen diatas, memang Men indeed think differently. Dan suami Saya pantesan berpikir seperti itu. Apa apa ngomong di depan jangan baperan, ga usah banyak drama, biasa baee..
    Tapi kadang lupa ya kali dia, istrinya ini bukan laki laki ☺

    • Iya mbak. Etapi netizen yg menjawab tadi tu gak diketahui mana yg cowok, mana yg cewek sih.

      Tapi aku setuju bahwa:
      Suami harus inget bahwa Istri bukan laki-laki (yang biasa 1+1=2, apa yg diucap = yg dirasa).
      Istri harus inget bahwa Suami bukan wanita (yang sering main kode).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *