Cara Menjadi Teman yang Rumit dan Menyebalkan

Baiklah, artikel ini juga merupakan curhat colongan. Buat kamu yang tergabung di salah satu grup chat yang juga saya ikut, maka kamu bisa dengan mudah menebak siapa si teman yang menyebalkan ini.

Kalau kamu sering menemukan artikel di internet, biasanya isinya positif, misal: cara berteman yang baik atau cara menjadi sahabat terbaik dll. Akan tetapi, kali ini aku akan menuliskan tentang Cara Menjadi Teman yang Rumit dan Menyebalkan.

Apa saja langkah untuk menjadi teman yang rumit dan menyebalkan?

Misalkan, ada pertanyaan tentang isu nasional: “Kenapa jalan aspal di sekitar kita sering rusak? Diperbaiki sebentar saja sudah rusak?”. Untuk menjadi teman yang rumit dan menyebalkan, maka kamu harus:

1. Anti menjawab inti pertanyaan.
Misalnya dengan menjawab:

“Saya bisa menjawabnya, tetapi nanti anda yang tidak menjadi pintar.”
“Pertanyaan bagus, tapi itu bukan hal utama yang perlu anda khawatirkan.”

Semakin anda berputar tidak menjawab inti pertanyaan, maka semakin rumit anda. Selamat.

2. Tanya balik ke penanya. Kalau perlu, salahkan penanya.
Misalnya dengan menjawab:

“Coba tanya diri anda, apakah anda paham dengan yang anda katakan? Jangan-jangan anda hanya ingin tahu saja tanpa berbuat apapun. Percuma juga saya jelaskan.”
“Baca lagi pertanyaan anda sendiri, sepertinya anda belum cerdas dalam membaca pertanyaan anda sendiri.”

Teman yang rumit menganut prinsip: seranglah penanya, sehingga mereka tidak fokus pada pertanyaan, tetapi dia akan sibuk membela diri mereka. Semakin absurd dan tajam serangan anda, maka semakin bagus.

3. Saat semua bingung, maka kamu si rumit adalah pemenang!
Apa sih ending dari ngobrol dengan teman yang rumit tadi? TIDAK ADA. Kecuali anda jadi capek, sebel dan akhirnya menjadi cuek dengan apapun yang teman tadi omongkan.

Bahkan di dalam grup percakapan yang aku ikuti, saat ada teman yang rumit, menjengkelkan dan anti ngaku salah, ada beberapa teman yang akhirnya left group chat. Sesuatu yang belum pernah terjadi selama beberapa tahun grup itu dibuat.

Dear kamu yang sukses membuat kekacauan dengan kerumitan kata-katamu, kamu itu sebenarnya maunya apa sih? Ingin mencontoh salah satu tokoh politik kita yang terkenal dengan kata-kata filosofi beratnya ya?

~~~~

Wait, ini kok rada mirip seperti strategi politik yang ramai di sekitar pilpres 2019 yaitu: The firehose of falsehood? Ya memang, prinsipnya propaganda ini adalah dengan membuat kebohongan yang bertubi-tubi sehingga membuat orang capek untuk mencari tahu klarifikasinya sehingga akhirnya percaya-percaya saja. Kemudian akhirnya mereka menelan info yang mungkin salah (hoax misalnya) dengan mudah.

Salah satunya adalah dengan memberikan hal-hal baik misal 8 dari 10 berita itu fakta (benar) sedangkan 2 dari 10 nya adalah hoax, maka kemungkinan 2 berita hoax tadi juga akan ditelan, karena percaya dengan orang yang menyampaikan.

Mirip dengan beberapa pemuka agama instan yang wara wiri di media sosial.

Memang benar dia menyampaikan tentang cara ibadah dll yang memang textbook, tetapi setelah dia dipercaya fans-nya, dia bisa dengan mudah memasukkan berita yang tidak benar. Contohnya apa? Ada banyak, kalau anda anak Twitter, pasti dengan mudah menemukannya. ^^,

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *