Pro Kontra Makan Daging Anjing

Linimasa Twitter sempat ramai tentang #SaveAsu yang mengusung kampanye anti makan daging anjing. Tentu pro kontra makan daging anjing bukanlah isu baru. Bahkan, beberapa kali isu ini naik dan turun dibincangkan di masyarakat kita. Lantas, bagaimana dengan pendapat saya?

Anjing itu makanan atau teman?

Dari penelusuran amatiran saya, kebanyakan, alasan orang-orang menolak anjing dijadikan makanan ada tiga:

  • Pertama karena anjing dianggap bukan hewan ternak dan cara membunuhnya dianggap kejam yaitu dipukuli hingga mati.
  • Kedua karena anjing dianggap sebagai sahabat terbaik manusia, sehingga tidak layak untuk dijadikan makanan.
  • Ketiga karena rawan penularan rabies.

Akan tetapi, alasan ketiga ini lemah, karena rabies kan bisa dicegah dengan vaksinasi. Layaknya vaksinasi ayam untuk penyakit ND alias tetelo maupun jenis vaksinasi pada hewan lain. Oleh karena itu, alasan rabies tadi pun menguap di sela derasnya alasan pertama dan kedua.

Apa beda makan daging anjing vs lele?

Untuk memudahkan dalam memahami, saya akan menyampaikannya dalam bentuk tabel, sehingga pembaca lebih mudah dalam memahami.

NoParameterAnjingLele
1JenisHewanHewan
2Cara membunuhDipukuliDigetok kepala
3Kebudayaan memakannyaAda, sebagian orangUmum
4Sifat/tampilanLucu hingga galakTidak ada

Dari tabel di atas, sebenarnya apa sih alasan orang untuk memakan ataupun tidak memakan hewan? Tidak jelas batasnya. Orang bisa dengan mudah makan satu jenis hewan, tetapi menolak jenis hewan lain, bahkan hingga akhirnya ada yang menyampaikan:

Pokoknya anjing itu bukan menu makanan. Kayak gak ada hewan lain aja sampai makan daging anjing.

Bagaimana dengan daging sapi?

Menurut saya, kalau anjing tidak dianggap hewan ternak, meski sebenarnya kan bisa saja diternakkan, kan? Sebagaimana ada breeding khusus anjing dengan menyilangkan spesies anjing.

Kemudian, di belahan dunia lain meskipun tidak secara luas layaknya konsumsi daging ayam, kan juga banyak ditemukan pesta adat yang ada konsumsi daging anjing.

Lantas, bagaimana dengan daging sapi? Anda mungkin akan berpendapat: Oh sapi kan umum diternakkan dan dagingnya banyak dimakan.

Lantas, di India sana, sapi termasuk hewan suci. Kenapa anda gak berhenti makan daging sapi untuk menghargai warga di sana?

Anda bisa saja berpendapat: Kan di keyakinan saya tidak mengapa makan daging sapi, kenapa anda repot mengurusi keyakinan saya?

Akhirnya, makan daging hewan jenis A, B C itu tergantung kebudayaan dan keyakinan

Ya, kalau anda menolak berhenti makan daging sapi dengan alasan keyakinan anda memperbolehkan, maka anda sebenarnya sudah sepakat bahwa memakan daging jenis hewan apapun itu lebih ke kebudayaan dan keyakinan. Silahkan dijawab dalam hati anda beberapa pernyataan di bawah ini

  • Andai anda protes cara membunuh anjing, maka anda harus juga protes pedagang pecel lele. Pernah makan pecel lele kan?
  • Anda tahu balut? Janin hidup di dalam telur ayam atau bebek yang langsung direbus tuk kemudian dimakan di Philippine sana. Kenapa anda tidak protes kekejaman itu?
  • Andai anda protes karena anjing hewan lucu, bagaimana dengan kelinci hewan yang imut-imut tak berdaya itu? Banyak dijadikan menu sate kelinci yang lezat lho. Anda pernah makan?
  • Kenapa anda tidak berhenti makan daging sapi setelah tahu bahwa di keyakinan tertentu sapi itu termasuk hewan suci? Kenapa juga mereka tidak protes ke anda?
  • Di Islam, kucing merupakan hewan kesayangan Rasulullah SAW. Juga, kucing itu lucu-lucu imut. Tetapi misal di Manado sana, daging anjing dan kucing umum dikonsumsi. Kenapa umat muslim tidak protes tentang hal itu?

Jawaban dari kesemua hal di atas adalah: kebudayaan dan keyakinan yang beragam alias berbeda-beda pula lah yang menyebabkan manusia sanggup memakan jenis hewan tertentu dan tidak memakan jenis hewan tertentu.

Catatan #1 : Anda boleh tidak setuju dengan saya, karena saya hanya mengemukakan pendapat. Lebih jauh, karena faktor keyakinan, saya pun tidak makan daging anjing atau kucing. Hanya saja, saya pernah tidak sengaja makan daging babi.

Catatan #2 : Saya bersikap netral yang benar-benar netral bukan yang sok netral tapi memihak. Saya tidak menentang orang makan daging anjing sebagaimana saya juga tidak menganjurkan orang makan daging anjing. Orang mau makan jenis hewan apa saja, ya silahkan.

Catatan #3 : Saya hanya mengecam mereka yang makan hewan karena 2 alasan. Pertama ada bahaya kesehatan yang mengintai dari mengkonsumsi hewan tersebut, misalnya dahulu ada kebudayaan makan otak monyet. Kedua karena hewan tersebut langka misal festival berburu ikan paus.

Akhir kata, apabila ada kesalahan dari tulisan yang bisa dianggap cukup sensitif ini, saya mohon maaf dan sanggup untuk memperbaikinya. Segala saran dan masukan yang membangun dari anda semua sangat saya hargai.

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

2 Comments

  1. Beda persepsi atas apa yg boleh & ga boleh dimakan ditentukan faktor internal dan eksternal. Internal bisa jadi preferensi ingin makan apa sangat menentukan selain niat, logika, keyakinan untuk boleh gaknya mammm sesuatu. Faktor eksternal yg menentukan budaya, peradaban dan tata nilai yg berlaku misal kanibalism era jmn purba dll. Btw tentang sesuatu yg boleh& ga boleh dimakan memang sesyuatu, jika sj semua boleh dilahap ?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *