Akhirnya Aku Beralih ke Block Editor (Gutenberg)

Saya masih ingat obrolan di Twitter dengan mas Rangga @dagadgetboi dan @doktermade terkait adanya block editor di worrdpress.

Saat itu, saya bersikukuh dengan classic editor instead of block editor. Lalu, kenapa sih akhirnya saya beralih?

Kenapa saya awalnya enggan beralih ke Block Editor?

Sebagai orang yang tidak mau repot, saya sebenarnya pemegang prinsip kenapa musti mengganti sesuatu yang tidak rusak, masih memadai dan bekerja dengan baik. Itulah kenapa saya malas untuk berpindah ke versi editor yang lebih baru.

Prinsip yang sama, sebenarnya saya rasakan saat menggunakan operating system Windows XP, yang menurut saya merupakan salah satu operating system yang paling bagus, ringan dan mampu untuk menjalankan segala kebutuhan office saya.

Windows XP bagi saya adalah setara dengan Classic Editor di WordPress.

Akan tetapi akhirnya classic editor menemui juga kendala di update WordPress terbaru.

Alasan pindah ke Block Editor itu apa?

Sebagaimana Windows XP yang akhirnya beralih ke Windows 7 (seri stabil, Vista tidak saya masukkan), terdapat inkompabilitas dengan software terbaru.

Saya awalnya masih bertahan dengan Ms. Office 2007, tetapi ketika kebanyakan orang akhirnya menggunakan Office 2010 bahkan 2013 dengan file Ms.Word .docx yang bakalan remuk di Office 2007, jelas memaksa saya harus mengupgrade Windows dan office saya.

Hal senada akhirnya kudapatkan di classic editor. Akhirnya saya mendapat kesulitan yaitu gagal men-save setelah saya insert media di postingan.

Ketika saya hanya menulis teks saja, tidak terjadi masalah. Akan tetapi, postingan blog tentu hambar tanpa adanya gambar atau video kan ya?

Bagaimana cara menemukan solusi error men-save tadi?

Awalnya saya bertanya di grup blogger, tetapi belum menemukan jawaban. Mas Didik @ditopuccino pun menyarankan agar saya menghubungi pihak hosting.

Screenshot error saat nge-save postingan dengan image di classic editor

Setelah dilakukan pengecekan oleh staf hosting, didapat kesimpulan ada plugin yang membuat error. Setelah dicoba deactivate plugin dan coba activate satu demi satu, akhirnya ketemu.

Plugin Classic Editor ini biangnya. Sehingga ketika dicoba memposting menggunakan Block Editor, maka semuanya lancar-lancar saja.

Akhirnya, postingan ini merupakan postingan perdana saya menggunakan Block Editor. Untuk beberapa hal, perubahan memang sangat sulit untuk dicegah. Hanya kita yang perlu untuk mengikutinya.

Hat Yai, 4 Juli 2019

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *