Mode perjalanan naik pesawat memang cepat sampai dan relatif tidak terlalu capek tenaga ketika dibandingkan menempuh jarak yang sama melalui mode darat atau air. Review tiket murah bisa didapatkan di www.airlinesa.com sehingga memungkinkan untuk kita mengajak anak-anak liburan naik pesawat. Hanya saja, ketika bersama balita naik pesawat maka sering kita bingung harus menyiapkan apa saja, supaya perjalanan nyaman dan aman.
Persiapan Bersama Balita Naik Pesawat Perlu Apa?
Persiapan terbang bersama anak sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan penerbangan reguler lainnya, kecuali ada beberapa hal khusus yang perlu ditambahkan. Berikut beberapa poin persiapan naik pesawat bersama anak balita yang bisa digunakan sebagai checked-list Anda:
1. Persiapan Dokumen dan Tiket
Pastikan semua dokumen perjalanan sudah lengkap dan mudah diakses, seperti tiket pesawat, identitas diri, dan dokumen kesehatan anak. Cek kembali jadwal penerbangan serta kebijakan maskapai mengenai anak balita, agar tidak ada kendala saat check-in.
Simpan salinan dokumen penting di tempat yang aman dan pastikan Anda mengetahui prosedur keamanan bandara. Persiapan ini membantu mengurangi stres dan memberikan rasa percaya diri saat memasuki area keberangkatan.
2. Pilih Kursi yang Nyaman untuk Anak
Pilih kursi yang strategis untuk menampung kebutuhan anak, seperti dekat jendela atau dekat lorong untuk memudahkan mobilitas. Jika memungkinkan, manfaatkan fasilitas khusus untuk keluarga di maskapai yang menyediakan ruang bermain atau area menyusui.
Pastikan juga kursi yang dipilih memberikan kenyamanan maksimal dengan ruang kaki yang cukup. Pemilihan kursi yang tepat sangat berpengaruh terhadap keseluruhan pengalaman penerbangan, memberikan rasa aman dan kemudahan bagi Anda dan anak selama perjalanan.
3. Pastikan Kenyamanan Anak Balita selama Penerbangan
Balita harus diusahakan tetap nyaman selama penerbangan, misalnya dengan memilih pakaian yang longgar dan mudah dipakai. Bawa selimut favorit, boneka, atau mainan kecil yang dapat menenangkan.
Pastikan juga untuk menyiapkan botol minum atau makanan ringan agar anak tidak merasa lapar. Kenyamanan fisik dan emosional anak sangat penting agar pengalaman terbang pertama menjadi menyenangkan dan mengurangi rasa takut terhadap lingkungan baru.
Selanjutnya, susunlah tas kabin Anda dengan perlengkapan penting yang mungkin dibutuhkan selama penerbangan. Bawa popok, tisu basah, obat-obatan dasar, dan pakaian ganti jika terjadi tumpahan atau kecelakaan kecil. Sertakan juga camilan sehat dan minuman yang cukup untuk menjaga energi anak.
Dengan memiliki perlengkapan lengkap, Anda dapat mengantisipasi berbagai situasi tak terduga, sehingga perjalanan tetap lancar dan anak merasa terjaga kenyamanannya sepanjang penerbangan.
4. Bersama Balita Naik Pesawat maka Perlu Atur Waktu di Bandara
Atur jadwal keberangkatan dengan memperhitungkan waktu ekstra untuk check-in, pemeriksaan keamanan, dan berjalan menuju gate. Datang lebih awal di bandara memberi waktu untuk menenangkan anak dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ramai.
Gunakan waktu tersebut untuk menjelajahi area bandara, memberikan penjelasan sederhana kepada anak tentang apa yang terjadi, serta memastikan tidak ada yang terlupakan. Persiapan waktu yang matang membuat proses di bandara terasa lebih terstruktur dan minim stres.
Perlu diingat bahwa dalam menunggu di bandara jangan lebih dari 2 jam, karena umumnya balita cepat merasa bosan ketika berhenti di ruangan luas yang relatif dingin dan banyak lalu lalang orang.
5. Persiapkan untuk Meminta Maaf pada Penumpang Lain
Poin kelima ini perlu dipikirkan ketika anak balita kita ngambek karena bosan atau ada keinginannya yang tidak bisa kita penuhi. Emosi anak balita masih sangat labil, sehingga mungkin sekali anak akan marah dan tantrum.
Ketika tantrum terjadi saat masih di bandara, maka kita memiliki lebih banyak opsi untuk dilakukan. Pergi ke playground atau berjalan-jalang ringkas membeli cemilan bisa dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak dari tantrum tersebut.
Hal berbeda akan terjadi ketika anak tantrum saat pesawat sudah mengudara. Tidak banyak pilihan yang bisa Anda lakukan, terutama ketika anak menangis keras dengan tangan dan kaki yang bergerak karena emosi.
Biasanya, penumpang lain yang sudah menjadi orang tua akan paham tentang apa yang sedang Anda alami, karena tidak ada pihak yang lebih menginginkan anak tenang selama perjalanan kecuali orang tuanya bukan?
Ketika akhirnya anak tantrum cukup lama, persiapkan diri Anda (dan pasangan) untuk secara rendah hati meminta maaf kepada penumpang lain yang terganggu akibat suara dan kegaduhan saat balita tantrum.
Yuk terbang bareng balita, bisa dengan nyaman dan aman!
Leave a Reply