Jenis Jamu Populer di Jawa dan Manfaatnya bagi Tubuh

Jenis jamu populer di Jawa dan manfaatnya bagi tubuh mulai jamu temulawak, beras kencur, sinom, hingga kunyit asam

Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan tubuh bagi masyarakat Jawa, sudah lazim dilakukan dengan konsumsi jamu. Fakta menarik tentang jamu sebagai tradisi sejak zaman kerajaan kuno pun sudah diulas kokikecil dengan apik. Hingga saat ini, jenis jamu populer di Jawa masih banyak, dan akan kami bahas spesial untuk Anda coba.

4 Jenis Jamu Populer di Jawa

Jamu adalah minuman tradisional Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun, terutama di Pulau Jawa. Berikut adalah empat jenis jamu yang paling populer di Jawa, yang disampaikan lengkap mengenai bahan pembuatan dan manfaat masing-masing:

1. Kunyit Asam, Jenis Jamu Populer di Jawa Andalan Ibu-Ibu

Bahan utama jamu ini adalah rimpang kunyit (Curcuma longa) dan asam jawa (Tamarindus indica), serta gula aren sebagai pemanis alami. Pertama, kunyit dikupas, dicuci, lalu diparut atau diiris tipis. Irisan kunyit direbus dalam air mendidih selama sekitar 10–15 menit hingga warnanya pekat keemasan dan zat kurkumin keluar optimal. Sementara itu, asam jawa direndam dengan air hangat selama beberapa menit, kemudian disaring untuk memisahkan biji dan ampas.

Air rebusan kunyit yang hangat dicampur perlahan dengan sari asam jawa dan gula aren, lalu diaduk hingga merata. Kandungan kurkumin pada kunyit berfungsi sebagai antioksidan dan antiperadangan, membantu meredakan nyeri sendi maupun otot, serta mendukung proses detoksifikasi tubuh.

Asam jawa memberikan ekstra vitamin C yang berguna meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan gula aren menambah rasa manis alami tanpa menimbulkan lonjakan gula darah terlalu cepat. Jamu ini populer di kalangan wanita karena berkhasiat meredakan nyeri haid (menstruasi) terutama mengurangi kram perut.

2. Jamu Beras Kencur si Favorit Anak-Anak

Campuran beras ketan putih (Oryza sativa) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) menjadi kunci utama jamu ini. Pertama, beras ketan direndam selama 2–3 jam hingga lunak. Rimpang kencur dicuci, dipotong, lalu diparut kasar untuk melepaskan aroma dan minyak atsiri. Kemudian, beras ketan yang sudah lunak ditumbuk bersama parutan kencur dan sedikit air hingga terbentuk pasta kental.

Pasta ini diremas dan disaring agar diperoleh sari yang pekat. Air saringan kemudian direbus kembali dengan tambahan gula merah dan sedikit garam, kemudian diaduk hingga menyatu sempurna. Aroma khas kencur akan terasa kuat saat jamu hangat disajikan.

Beras kencur dipercaya meningkatkan stamina, melancarkan pencernaan, serta menghangatkan tubuh sehingga sering diminum pada pagi hari atau kala cuaca dingin menyerang. Rasa jamu beras kencur ringan dan enak, sangat disukai oleh anak-anak. Bahkan, setelah minum jamu pahit misal brotowali pun, orang dewasa sering minum beras kencur sebagai upaya penghilang pahit di mulut.

3. Jamu Temulawak Penambah Nafsu Makan

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah bahan utama jamu ini. Rimpang temulawak dicuci bersih, dikupas, lalu diiris tipis. Irisan temulawak direbus dalam air mendidih selama kurang lebih 20 menit hingga volume air berkurang setengahnya dan rasanya menjadi lebih pekat.

Setelah itu, air rebusan disaring untuk memisahkan ampas. Untuk menambah cita rasa manis alami, sebagian penjual menambahkan sedikit gula aren atau madu saat jamu masih hangat. Kandungan kurkuminoid pada temulawak berperan sebagai antioksidan, membantu mendukung fungsi hati, proses regenerasi sel, dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Temulawak juga dikenal bermanfaat meredakan peradangan ringan, serta memperbaiki kondisi kulit dan kesehatan organ ginjal. Untuk Anda yang agak kurang nafsu makan, mengkonsumsi jamu temulawak ini efektif dalam menambah nafsu makan baik pada anak-anak hingga orang dewasa.

4. Jamu Sinom yang Segar Dikonsumsi Dingin

Jamu Sinom terbuat dari daun asam muda (Syzygium jambos) yang masih berwarna hijau segar. Daun asam muda dicuci bersih, kemudian direbus bersama potongan jahe (Zingiber officinale) dalam air mendidih hingga semua bahan mengeluarkan sari. Setelah beberapa menit mendidih, gula aren dimasukkan dan diaduk hingga larut sempurna.

Rebusan dilanjutkan hingga air berubah warna menjadi cokelat kekuningan yang khas. Selanjutnya, campuran disaring untuk memisahkan ampas daun dan jahe, kemudian disajikan hangat atau dingin sesuai selera. Daun asam muda kaya antioksidan alami yang membantu melancarkan metabolisme tubuh, menurunkan kadar kolesterol, meredakan panas dalam, serta menjaga kesehatan kulit.

Rasa segar dan hangat dari jahe juga membantu meredakan gejala pencernaan, seperti kembung atau mual ringan. Jamu sinom ini termasuk salah satu jamu yang populer dikonsumsi dingin (ditambah es batu) dan nikmat diminum saat udara panas.

About arigetas 656 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*