7 Penyebab Serundeng Cepat Tengik Meski Baru Diproduksi

7 penyebab serundeng cepat tengik meski baru diproduksi mulai dari kelapa yang tidak segar hingga kurangnya kebersihan peralatan

Serundeng menjadi salah satu olahan kelapa yang memiliki cita rasa gurih, manis, dan aroma khas. Makanan ini sering dijadikan pelengkap berbagai hidangan seperti nasi uduk, ayam goreng, hingga aneka lauk tradisional. Meski dikenal sebagai makanan kering yang memiliki daya simpan cukup lama, tidak sedikit produsen maupun pelaku UMKM yang mengeluhkan serundeng cepat tengik, bahkan ketika baru beberapa hari diproduksi.

Masalah ini tentu dapat menurunkan kualitas produk, mengurangi kepuasan pelanggan, hingga menyebabkan kerugian karena produk tidak layak dijual. Aroma tengik sendiri muncul akibat oksidasi lemak yang terkandung dalam kelapa. Semakin tinggi kadar minyak yang teroksidasi, semakin cepat pula kualitas serundeng menurun.

Lantas, apa saja penyebab serundeng cepat tengik? Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Penyebab Serundeng Cepat Tengik

1. Kelapa yang Digunakan Sudah Tidak Segar

Kualitas bahan baku menjadi faktor utama yang menentukan ketahanan serundeng. Kelapa yang sudah terlalu tua, mulai rusak, atau disimpan terlalu lama sebelum diolah memiliki kandungan minyak yang lebih mudah mengalami oksidasi.

Idealnya, kelapa diparut dan langsung diolah pada hari yang sama. Semakin lama kelapa dibiarkan pada suhu ruang, semakin besar peluang pertumbuhan mikroorganisme dan penurunan kualitas minyak alami di dalamnya. Pada skala usaha, penggunaan alat restoran seperti mesin parut kelapa berbahan food grade, wadah stainless steel, hingga meja kerja yang higienis juga membantu menjaga kualitas bahan baku sebelum memasuki tahap pengolahan.

2. Proses Sangrai Belum Benar-Benar Kering

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menghentikan proses sangrai terlalu cepat. Akibatnya, kadar air di dalam serundeng masih cukup tinggi meskipun secara tampilan sudah terlihat kecokelatan.

Kadar air yang tersisa dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri, sekaligus mempercepat kerusakan minyak kelapa. Untuk menghasilkan serundeng yang awet, proses sangrai harus dilakukan hingga benar-benar kering dengan api yang stabil agar tingkat kematangan merata.

3. Suhu Pengolahan Terlalu Tinggi

Sebaliknya, penggunaan api yang terlalu besar juga dapat menjadi penyebab serundeng cepat tengik. Suhu yang terlalu tinggi membuat minyak kelapa mengalami kerusakan lebih cepat dan memicu terbentuknya senyawa hasil oksidasi.

Selain memengaruhi daya simpan, suhu yang berlebihan juga dapat membuat rasa serundeng menjadi pahit serta warna terlalu gelap. Oleh karena itu, proses memasak sebaiknya menggunakan api sedang sambil terus diaduk agar panas tersebar merata.

4. Serundeng Dikemas Saat Masih Hangat

Banyak pelaku usaha ingin segera mengemas produk agar proses produksi lebih cepat. Padahal, serundeng yang masih hangat akan menghasilkan uap air di dalam kemasan.

Kondensasi tersebut meningkatkan kelembapan sehingga mempercepat proses ketengikan dan pertumbuhan mikroba. Sebelum dikemas, pastikan serundeng sudah benar-benar mencapai suhu ruang agar tidak ada embun yang terperangkap di dalam kemasan.

kelapa berkualitas sumber kelezatan serundeng yang dihasilkan

5. Kemasan Tidak Kedap Udara

Oksigen merupakan salah satu penyebab utama terjadinya oksidasi lemak. Jika kemasan tidak mampu menahan masuknya udara, proses ketengikan akan berlangsung lebih cepat.

Penggunaan kemasan berkualitas dengan kemampuan melindungi produk dari udara dan kelembapan sangat disarankan, terutama jika serundeng dipasarkan secara online atau didistribusikan ke berbagai daerah. Kemasan yang baik juga membantu menjaga aroma, rasa, dan kerenyahan produk selama penyimpanan.

6. Penyimpanan di Tempat yang Panas dan Lembap

Lingkungan penyimpanan memiliki pengaruh besar terhadap umur simpan serundeng. Paparan sinar matahari langsung, suhu tinggi, serta kelembapan ruangan dapat mempercepat oksidasi minyak.

Simpan produk di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Jika diproduksi dalam jumlah besar, penggunaan ruang penyimpanan dengan sirkulasi udara yang baik akan membantu mempertahankan kualitas produk lebih lama.

Bakteri kontaminan dalam pengolahan serundeng menyebabkan kerusakan hingga makanan sebelum sempat dikonsumsi

7. Kebersihan Peralatan Kurang Terjaga

Peralatan produksi yang masih mengandung sisa minyak lama atau tidak dicuci dengan baik dapat menjadi sumber kontaminasi. Minyak yang sudah mengalami oksidasi dapat berpindah ke produk baru sehingga mempercepat munculnya aroma tengik.

Selain itu, peralatan yang lembap juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Oleh sebab itu, seluruh alat produksi sebaiknya dicuci bersih, dikeringkan secara sempurna, dan disimpan di tempat yang higienis sebelum digunakan kembali. Pada proses pembersihan maupun saat memarut kelapa dalam jumlah besar, pekerja juga dapat menggunakan sarung tangan anti cutting untuk mengurangi risiko tangan terluka akibat kontak dengan mata pisau atau permukaan logam yang tajam. Selain meningkatkan keselamatan kerja, penggunaan perlengkapan yang tepat membantu menjaga proses produksi tetap higienis dan efisien.

Penutup

Serundeng yang cepat tengik bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan kombinasi dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga cara penyimpanan. Dengan memperhatikan setiap tahapan produksi secara cermat, produsen dapat menghasilkan serundeng yang lebih awet tanpa mengorbankan cita rasa dan kualitasnya.

Bagi pelaku UMKM maupun industri makanan misalnya olahan rendang, menjaga konsistensi kualitas produk merupakan investasi jangka panjang. Serundeng yang tetap gurih, harum, dan tahan lama akan meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperbesar peluang bisnis untuk terus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

About arigetas 661 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*