Makanan tradisional adaptasi di Indonesia sangatlah beragam, misalnya kue putu yang dijajakan keliling dengan siulan khasnya sejak dulu kala. Kue putu ini berbeda dengan kue putu ayu yang dibahas dengan apik oleh dapurnenek.id dengan foto yang menggoda. Resep kue putu sendiri cukup sederhana dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Sejarah dan Resep Kue Putu Tradisional
Awalnya kue putu dikenal di Tiongkok sebagai camilan tepung beras berisi kacang hijau, dikukus dalam batang bambu. Seiring waktu, resepnya berubah. Dari berbahan isian kacang hijau berganti gula merah, ditambah kelapa parut, dan dinamai “putu” di Nusantara.
Para penjual kue putu memanfaatkan cetakan bambu berlubang untuk menciptakan suara siulan saat uap panas mendorong udara. Siulan itu menjadi tanda bahwa penjual putu hangat berada di dekat rumah kita. Biasanya, ketika satu rumah memberhentikan penjual kue putu untuk dibeli, maka tetangga sebelah akan ikut tergoda untuk membelinya juga.
Suara khas tersebut saat terdengar di gang‑gang perkampungan dan trotoar kota, membangkitkan momen nostalgia bagi banyak orang. Dari keraton hingga pasar tradisional, kue ini menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jawa Timur, sebagai teman sarapan, jajanan sore, maupun saat malam gerimis hujan.
Bahan Utama Kue Putu Tradisional
- Tepung beras (bisa dicampur sedikit tepung ketan untuk kenyal)
- Air pandan untuk aroma dan warna alami
- Gula merah, diiris tipis sebagai isian
- Kelapa parut, dikukus sebentar dan diberi sedikit garam
- Cetakan bambu kecil atau silinder logam
Langkah Pembuatan Kue Putu
- Membuat Adonan: Panaskan air pandan bersama garam hingga mendidih, lalu tuang ke tepung sambil diaduk hingga menjadi butiran kasar.
- Menyaring: Ayak adonan sehingga butirannya halus dan mudah menempel saat dikukus, mencegah gula merembes keluar.
- Mengisi Cetakan: Isi cetakan dengan adonan, tekan sedikit hingga padat. Buat lubang di tengah untuk gula merah, lalu tutup kembali dengan adonan tanpa menekan terlalu kuat.
- Mengukus: Kukus selama 10–15 menit hingga adonan matang dan mudah dilepaskan dari cetakan.
- Penyajian: Gulingkan putu di atas kelapa parut agar seluruh permukaan tertutup, dan sajikan selagi hangat.
Tips dan Variasi Isian Kue Putu
- Warna Hijau Alami: Tambah daun pandan suji atau pandan wangi untuk warna lebih cerah tanpa pewarna buatan. Dalam membuat perasan daun suji, sesuaikan jumlah air untuk mendapatkan tingkat warna hijau yang sesuai dengan keinginan Anda.
- Aroma Kelapa: Kukus kelapa parut bersama selembar daun pandan agar lebih harum.
- Isian Kreatif: Eksperimen isian, seperti campuran gula merah dan rempah kayu manis atau selai cokelat, dapat dilakukan untuk sentuhan kue putu yang modern.
Bahan untuk membuat kue putu ini mudah didapat dan murah, sehingga cocok bagi anak remaja latihan untuk membuat kue. Bagi pelajar yang praktik ketrampilan memasak jajanan, memilih membuat kue putu juga merupakan pilihan yang tepat.
Kue putu ini mudah ditemui di perumahan yang dijajakan dengan cara keliling naik sepeda. Salah satu waktu terbaik memakan kue putu ini adalah saat malam hari ketika dingin maupun hujan. Makan hangat-hangat bersama keluarga, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara orang tua dan anak-anaknya.
Harga kue putu yang dijajakan ini bervariasi, mulai dari 500 rupiah per tabung bambu (cetakan kue putu). Biasanya ketika kita membeli 10 ribu rupiah misalnya, maka kita akan mendapatkan bonus 1 hingga dua buah kue putu.
Leave a Reply