Memilih Tabungan Pendidikan Anak yang Tepat

cara memilih tabungan pendidikan anak harus cermat

Dahulu, orang tua kita menabung di celengan jago untuk mempersiapkan kebutuhan dana di masa depan, misalnya untuk membayar biaya sekolah anak. Biasanya, Bapak Ibu jaman dahulu menyisihkan uang setiap menerima hasil penjualan panenan padi. Cara menabung konvensional tersebut masih diadopsi, tetapi saat ini sudah lebih modern dan orang tua leluasa memilih tabungan pendidikan anak yang dirasakan paling tepat.

Kenapa Perlu Tabungan Pendidikan Anak?

Perencanaan keuangan memegang peranan sangat penting. Tidak peduli berapapun pendapatan anda, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat maka sangat mungkin keuangan keluarga anda akan defisit. Berbeda dengan pos keuangan untuk kesehatan yang bisa sangat lentur (bisa menjadi besar saat kondisi darurat), pos keuangan untuk pendidikan anak bisa diprediksi dan direncanakan nominalnya sejak jauh hari.

Sifat pos anggaran pendidikan yang “tidak darurat” tersebut seringkali membuat para orang tua tergoda untuk “meminjam” terlebih dahulu untuk kebutuhan lain. Apabila pos pendidikan anak dialihkan ke kesehatan yang sifatnya darurat maka masih bisa dimaklumi.

Hal paling berbahaya adalah ketika orang tua meminjam dana pos pendidikan anak untuk kebutuhan konsumtif non produktif, misalnya untuk menutup kredit mobil yang tidak digunakan untuk mencari pemasukan.

Selain karena pos tabungan pendidikan anak yang “dipinjam” ke pos lain, masih ada orang tua yang menggunakan prinsip menabung saat ada sisa uang di tabungan pada akhir bulan. Prinsip tersebut salah besar, karena rentan menjadi tidak ada sisa ketika akhir bulan.

Agar dapat menyisihkan sejumlah uang dalam jumlah tertentu setiap bulan, maka wajib hukumnya untuk menabung saat menerima gaji. Apabila anda termasuk rentan untuk tidak patuh dalam menabung di awal bulan, maka sangat tepat apabila anda mengikuti program tabungan pendidikan ini.

Setelah memahami pentingnya menyisihkan dana pendidikan untuk anak, berikut cara menyusun dan memilih tabungan pendidikan anak yang disarankan:

  • Hitung kebutuhan uang pendidikan anak.
    Misalnya anak saat ini naik ke kelas 2 sekolah dasar (SD) dan anda merencanakan akan menabung untuk kebutuhan mendaftar sekolah menengah pertama (SMP). Biaya masuk SMP Negeri adalah gratis, sedangkan apabila orang tua hendak memasukkan anak ke sekolah swasta, memerlukan uang 12 juta rupiah.
  • Hitung sisa bulan hingga pencairan dana tabungan pendidikan anak.
    Masa pendidikan kelas 2 hingga 6 SD adalah 5 tahun s 12 bulan atau 60 bulan. Apabila kebutuhan uang pendaftaran SMP adalah 12 juta rupiah, maka setiap bulan anda harus menabung 200 ribu rupiah (12 juta rupiah dibagi 60 bulan). Apakah anda sanggup? Kalau iya maka lanjut ke tahap berikutnya.
  • Pilih bank terbaik dalam tabungan pendidikan anak.
    Hampir setiap bank menyediakan jenis tabungan pendidikan anak. Agar mendapatkan manfaat terbaik, anda perlu meluangkan waktu 2 hingga 3 hari untuk melakukan survei terlebih dahulu.

Tips: anda bisa bertanya kepada teman atau saudara yang telah mengikuti tabungan pendidikan anak, sehingga anda bisa mendapatkan penjelasan yang lebih personal sebelum memutuskan.

  • Jangan bingung antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.
    Tabungan pendidikan adalah sistem menabung auto debet dari rekening utama anda setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Dari contoh di atas, tabungan anda akan terdebet otomatis setiap bulan sebesar 200 ribu rupiah selama 60 bulan (5 tahun). Adapun asuransi pendidikan adalah kita membayarkan premi asuransi setiap bulan yang menjamin pendidikan anak hingga perguruan tinggi. Perlu dicatat bahwa premi asuransi pendidikan ini akan mengikuti laju inflasi paling tidak setiap 3 bulan sekali.
About arigetas 208 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

2 Comments

  1. kalo inget nabung di celengan ayam jago inget jaman cuiliik dulu hahaha
    ngomongin soal pendidikan, terasa sekali perbedaannya dari segi biaya terutama, dulu aku bayar SPP kayaknya cuman belasan ribu, lupa ingat.
    sekarang wow mayan
    ekonomi juga sudah berubah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*