Cara Memelihara Kucing Jalanan yang Aman dan Mudah

pelajari cara memelihara kucing jalanan dengan benar

Seringkali ketika kita berjalan-jalan di sekitar rumah, ada saja kucing liar yang sedang bermain di pinggir jalan. Kucing-kucing itu biasanya kucing buangan yang akhirnya beradaptasi tinggal di area perumahan. Kadang karena kasihan, terbersit bimbang tentang cara memelihara kucing jalanan yang lucu-lucu itu bagaimana sih?

Pahami Cara Merawat Kucing Jalanan

Sebelum memutuskan memelihara atau merawat kucing jalanan, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak kamu lakukan:

  1. Cek kepemilikan si kucing jalanan.

    Sebelum melakukan tindakan apapun, coba perhatikan apakah kucing-kucing lucu tersebut memang kucing liar, atau sebenarnya ada pemiliknya. Untuk skala perumahan, kamu cukup bertanya ke grup WhatsApp perumahan atau juga bisa bertanya ke tetangga sekitar. Kenapa tahu status kepemilikan ini penting? Karena jangan sampai kita memberi makan atau melakukan tindakan yang bisa jadi bertentangan dengan kehendak pemiliknya.

  2. Dekati kucing liar jalanan dengan bertahap.

    Secara umum, kucing jalanan biasanya lebih ‘galak’ dibanding kucing rumahan, karena dia memang punya insting untuk bertahan hidup. Kalau kucing rumahan, kita dekati dan elus pun biasanya dia diam saja. Sebagai awalan, kamu bisa jalan lewat dekat si kucing jalanan kemudian panggil pakai nama imut. Lakukan ini beberapa saat.

  3. Memberi makan kucing jalanan.

    Cara memelihara kucing jalanan selanjutnya yang tidak pernah salah adalah dengan memberinya makan. Kucing jalanan biasanya memiliki selera dan standar perawatan kucing kampung. Hal yang perlu diingat, jangan pernah memberi makan daging mentah ke kucing untuk menjaga kesehatannya.

  4. Laporkan saat melihat kucing yang sakit.

    Saat kamu melihat atau menyadari ada kucing jalanan yang beringas atau sakit, segera lapor ke pihak perlindungan hewan atau cukup ke RT anda. Kucing tersebut segera perlu diberikan evakuasi agar tidak membahayakan kucing sehat lainnya serta orang-orang di lingkungan kamu. Jangan sekali-kali mencoba dekati kucing yang sedang beringas, karena bahaya rabies mengintai ya.

  5. Bantu tekan populasi kucing jalanan.

    Kucing jalanan perlu untuk dikontrol populasinya. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyumbang uang ke dokter hewan untuk biaya sterilisasi kucing jalanan.

Nah, memelihara kucing jalanan ternyata nggak selalu berarti kamu bawa si kucing ke rumah dan dijadikan peliharaan bukan? Sebenarnya bisa saja sih, tetapi usaha dan modal yang bakalan kamu keluarkan itu luar biasa. Kalau kamu siap, ya silakan.

Kamu ada saran gimana lagi nih? Tulis di kolom komentar, ya!

Miau… miau…

About arigetas 379 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

21 Comments

  1. Di daerah rumahku sini awalnya hanya satu (waktu kami baru pindah ke sini 2013). Lalu dalam waktu 2-3 tahun kemudian beranak pinak sampai banyak banget. Akhirnya kami setetanggaan patungan tuh buat steril kucing. Memang laju pertumbuhan kucing jalanan perlu juga dikontrol

  2. RT ku kayaknya gak sampe ngurusin perihal kucing yang terlihat sakit atau apa gtu deh mas, gatai sih, tapi belum pernah nemuin RT ku ngurusin gitu selama idup di desa, bagus bgt klo smpe RT mau urus gitu

  3. Ternyata kudu pakai kiat-kiat yang cermat ya Mas. Ga bisa sembarangan bawa pulang karena bisa bawa potensi penyakit juga. Pernah sih ada kucing mampir ke rumah, bagus banget. Eh ternyata punya tetangga blok lain. Pantes terawat. Kalau kucing jalanan sih di tempatu udah makin jarang populasinya.

  4. Penasaran kenapa populasi kucing jalanan harus ditekan? Apa ada kebijakan yang mengaturnya ya? Btw di halaman rumah juga suka ada kucing jalanan yang mampir, awalnya dia penakut banget kalau sudah lihat kami buka pintu langsung melarikan diri. Eh karena sering dikasih makan lama-lama jinak malah sering nginap di teras. Anak saya yang kepengen melihara kucing jadinya senang banget.

  5. Dulu di kampungku ada banyak kucing jalanan, tapi karena banyak yang gak suka kucing kucing ini dibuang ke perdarahan, tujuannya supaya makan tikus sawah. Pada akhirnya kucing jalanan tidak bisa bertahan hidup karena kelaparan dan dimangsa musang

  6. Aku belum pernah melihara kucing mas, jadi gak ngerti. Suamiku tuh kalau ketemu kucing dimana aja suka dielus-elus. Kadang kasih makanan juga ke kucing yang lewat depan rumah

  7. Yuni ada beberapa kucing yang tiba-tiba datang ke rumah. Mungkin itu kucing-kucing buangan. Jadilah, setiap hari selalu menyisihkan ikan untuk si kucing.

    Sebenarnya nggak niatan buat memelihara sih. Tapi ya gimana juga? Kalau nggak dikasih makan kan kasihan.

    Beruntungnya semua kucing yang mampir di tempat yuni pada sehat. Seenggaknya kelihatan sehat. Hehehe

  8. Bila mampu maka tak jadi soal untuk bisa merawatnya, jangan juga dipaksakan di luar batas kemampuan. Atau bisa disampaikan kepada pecinta hewan, agar ada yang memang khusus merawatnya.

  9. Kalo pas keluar, aku sama anak-anak selalu bawa botol isi dry food. Beberapa kucing feral emang susah didekati, tapi ada aja beberapa yang mau mendekat karena ngendus makanan kucing. Kesini-sininya, lebih mudah didekati karena mereka udah kenal “bau” kita.

  10. Sekarang ada gerakan memberi makan kucing jalanan lho.. Beberapa temenku ikut meramaikan campaign ‘sayangi kucing jalanan’. Poin no 5 juga termasuk salah satu bentuk kontribusinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*