Manfaat Bermain Games Komputer Untuk Anak dan Orang Dewasa

manfaat bermain games komputer bagi anak salah satunya untuk melatih kreativtas dan refleks, sekaligus membuat rileks

Bagi yang lahir pada tahun 1980 hingga 1990 di Indonesia, merupakan generasi awal yang masa kanak-kanaknya mengenal apa itu permainan (games). Mereka bermain via mesin ding dong hingga game console macam Nintendo, Tenindo, dan beberapa diantaranya generasi awal Atari. Di tahun 2021 ini, anak-anak justru semakin banyak yang bermain games ini, baik di smartphone maupun di PC atau komputer. Sebenarnya, apa saja sih, manfaat bermain games komputer bagi anak dan juga orang dewasa?

Ragam Manfaat Bermain Games Komputer

Perbedaan utama dari games yang beredar di masa kini dibandingkan dengan 10 hingga 20 tahun yang lalu, adalah kemudahan dalam bermain bermacam game, dengan kualitas visual dan pengalaman bermain. Perkembangan kartu grafis PC yang sudah sangat halus dan nyaman di mata, merupakan kenyamanan tersendiri. Jalan cerita yang menarik, juga merupakan semacam “candu” yang bisa membuat pemain berlama-lama bermain.

Main game pc tanpa download pun saat ini sudah merupakan hal yang mudah dilakukan, selama kita memiliki koneksi internet yang cukup kencang. Adapun kecepatan internet via teethering paket data (smartphones) sudah mencukupi dan stabil, khususnya di perkotaan. Sedangkan kecepatan dan kestabilan koneksi internet yang menggunakan fiber optic (FO) semakin lama semakin kencang dan bisa diandalkan.

Seringkali kita menemukan pendapat bahwa bermain games baik komputer hingga smartphone itu selalu negatif, khususnya oleh para orang tua yang memarahi anaknya saat terlalu lama bermain games. Padahal, selama bermain dengan waktu yang wajar, terdapat banyak manfaat bermain games komputer baik bagi anak-anak hingga usia dewasa, yaitu:

1. Melatih Kreativitas Strategi

Bagi yang hobi bermain games strategi (real time strategy) misalnya games tentang bagaimana membangun benteng, mengatur tentara, mengatur suplai logistik untuk bertahan, hingga menyerang (menginvasi) kerajaan atau negara lain, tentu paham dengan poin pertama ini.

Ketepatan penyusunan games strategi ini seperti bagaimana kita mengatur diri dalam menghadapi lomba triathlon misalnya, yang perlu strategi lebih kompleks dibanding dengan hanya lari marathon. Kesalahan dalam mengatur strategi, bisa berarti lambat dalam mengembangkan pasukan yang pada akhirnya dapat berujung kepada kekalahan.

Semakin sering bermain dan sering gagal, pada akhirnya kita akan menjadi pemain yang akan lebih kreatif dalam menemukan cara untuk membangun pasukan yang ideal.

2. Melatih Refleks dan Kecepatan Memutuskan Solusi

Poin nomor dua ini adalah untuk Anda yang suka bermain game misalnya tembak-tembakan (multiplayer first-person shooter). Ketika Anda yang merupakan anggota tim, harus terjun ke dalam medan tempur melawan tim lain, tentu cara bermain Anda akan berbeda dengan permainan tembak menembak yang lain.

Dalam permainan multiplayer, saat melawan tim lain yang misalnya isinya 7 orang pemain berbeda, tentu artinya Anda akan melawan tim dengan 7 otak yang berbeda pilihan strateginya. Anda juga harus ingat, tim Anda sendiri juga terdapat 7 orang dengan pilihan strategi yang bisa jadi berbeda, bukan?

Setiap kali bermain, dapat dipastikan kedua tim akan saling mengadu kecepatan dalam skill menembak sekaligus dalam menyusun dan memutuskan strategi seperti apa untuk bisa memenagkan peperangan.

3. Membuat Rileks Pikiran

Bermain games komputer, tidak selalu harus tentang kemenangan yang dimainkan dengan jantung berdegub kencang. Ada banyak pilihan permainan yang ringan, dengan karakter lucu-lucu dan gameplay yang sederhana. Games menyusun puzzle hingga game anak-anak ala game 8 bit di masa lalu, adalah beberapa jenis games komputer yang dapat dimainkan dengan nyaman.

Terkadang, kita memerlukan bermain games yang rileks dan ngga bikin dongkol saat kalah.

4. Menyalurkan Emosi

Poin keempat ini merupakan salah satu alasan banyak orang kecanduan dalam bermain games. Anda dapat dengan mudah dan nyaman menyalurkan emosi, misalnya anda dengan bermain di ruang privat, kedap suara dan bermain dengan tata suara (sound system) yang memadai.

Dalam bermain, biasanya Anda akan memainkan permainan yang keras dan bikin jantung berdegup lumayan kencang, misalnya permainan multiplayer seperti yang ada di poin kedua. Dalam bermain, ketika dalam koordinasi dengan sesama tim kita bisa berteriak, tertawa hingga mengeluarkan makian yang ditujukan sebagai bahasa persahabatan yang dekat.

Ketika bisa bermain secara all out, tidak peduli kalah atau menang, Anda dapat merasakan adrenalin yang mengalir deras di tubuh anda, sekaligus tubuh yang tenang dan ringan akibat aliran hormon endorfin.

Kalau Anda, ada pengalaman apa nih dalam bermain games di PC? Share di kolom komentar, yuk.

About arigetas 291 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

19 Comments

  1. Game yang aku mainkan cuman solitare dan zuma zuma. Hahahaha… lumayan mikir padahal gampang. Kalau game yg susah nyerah deh. Tapi anakku yg masih 7 tahun gamer banget. Dr yg mudah sampai yg susah bisa semua. Skrg main mobile legend. Ya Allah, ternyata emang beneran ngasah pikiran ya. Aku yg gak ikut main aja mumet. Wkwkwk

  2. ternyata games kalo dicari positifnya banyak ya, salah satunya bikin rileks pikiran. Apalagi sekarang pandemi makin nggak terkendali, berita kematian makin dekat, hiks. Jadi main game komputer jadi salah satu pelarian biar imun naik hehe 🙂

  3. Aku gameholic banget dulu tapi pensiun dini karena beberapa Kali urat jari sampai ngiluuu banget, Kebiasaan kan dulu sebelum nulis pasti Ada rutinitas nge game.. niatnya sekali/2 kali saja tapi nggak sadar sampai berjam-jam hehehe

  4. Bagi yang udah bisa ngatur waktu dan mainnya di sela2 waktu aja sih mungkin gak apa2. Sebagai media refreshing juga. Yang masalah kalau sudah sampai lupa waktu dan lupa makan. Apalgi di daerah yang jaringan internetnya hanya bagus di tempat tertentu. Misal anak-anak di kampungku bisa begadang semalaman di pinggir pantai demi dapat jaringan bagus.

  5. aduh, banyak manfaat rupanya yaa, aku sejak SMP sampe skrg ga pernah main game yang bener main gitu eh,, dulu SD suka padahal

  6. Sebetulnya tidak salah orang maen games, cuma kelemahannya kadang orang dewasa terutama anak-anak tidak bisa memenejemen waktu dengan baik dan kadang ada yang harus sering diingatkan oleh yg dewasa. Kadang saya amati anak2 itu sampe lupa makan, sering begadang, lupa ngerjain tugas sekolah, ditegur orang cuek, nilai peduli dan sosial di lingkungan kampung jadi rendah. Maaf ini sih yang saya amati mas,..bukan berarti saya menolak games, tidak kok, cuma menjemen waktu harus tepat.

  7. Kalau saya dulu hobi main game role playing game (RPG) yang sebagian besar isinya adalah cerita-cerita, plot, scene dan misi. Manfaatnya buat saya bisa sekalian belajar bahasa Inggris gitu

  8. Kemarin nyoba nostalgia dan pasang emulator di PC. Trus maen game jadul dingdong pesawat Thunder Dragon. Entah kenapa kok gak enak banget. Gregetnya ilang, karena gak bayar pake koin wkwk

  9. Game kommputer yang kusukai hanya Farmtown, Mas. Hihihihi. Dan sudah bertahun-tahun nggak buka.
    Tapi bener sih memang. Bermain game komputer bisa membuat kita memikirkan strategi. Dulu pernh main game receh lemonade atau semacamnya dan itu strategi mencari uang

  10. Saya nih gwnerasi nitendo haha
    Main game ini nyandu.. ingat dulu mai game ampe jelang oagi demi score ngalahkan kawan. Tapi seru sih, tp saya skrg ga main lagi 😀

  11. Masih mending sih kalau anak-anak sudah bisa main komputer sejak dini. Karena ia akan kenal dengan gawai canggih masa depan. Yang secara tidak langsung itu penting karena memang masa depan selalu berhubungan dengan benda ini. Paling tidak jadi bisa ngetik ngebut kayak anak warnet yang suka main PB.

  12. Aku suka bermain game di laptop. Biasanya onet. Yang nyama-nyamain karakter gitu.

    Kalau sudah memutuskan bermain game pasti sudah jenuh sekali. Jadi, semacam refreshing pikiran juga. Melupakan sejenak apa yang sedang dikerjakan.

    Semacam beristirahat sebentar untuk kemudian lanjut ngerjakan lagi gitu deh, Mas. Hehehee

  13. Emang sih rata-rata aku lihat yang suka maen game pinter-pinter atur strategi saat maen. Aku geleng-geleng melihat kepintaran mereka. Misalnya PES, yang sejalan kok sama skill mereka saat maen bola beneran. Hehe ..

  14. Hehe model aku gini malah pusing kalau suru ikutan nge-game macam2 game zaman now, Mas!
    Etapi, kudu ati2 banget ni, meski banyak positif manfaatnya, macam2 game juga banyak banget yang harus diwaspadai loh. Terutama kalau anak kita Uda menginjak remaja. Dan game itu identik dengan cowok kan. Bijak jadi orang tua, moga bisa memfasilitasi anak, tapi nggak jadi bumerang bagi mereka.

  15. Tau aje, saya waktu SD kelas 1, sekitar tahun 1988 hobi main ding dong. Kadang numpang main Nintendo di rumah temen. Wah senengnya bukan main. Sampe sekarang masih seneng main game, tapi di hape aja sih, soalnya console udah pada rusak semuanya.

    Kalo main game di PC biasanya main solitaire, hahahaha.

    Jangan-jangan Bapak Arigetas seangkatan sama saya ya, hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*