Cara Mengatasi Writer’s Block ala arigetas.com

cara mengatasi writer's block bisa dengan melamun hingga membaca buku atau traveling

Menjadi seorang blogger, artinya harus rutin menulis dan mengunggah artikel di blognya. Lebih bagus lagi, apabila tulisan tersebut adalah organik dan sesuai dengan niche dari blog tersebut. Namun, meski sudah punya stok topik tulisan, seringkali ide artikel untuk ditulis itu pun mentah karena rasanya nggak hits dan berujung pada writer’s block. Berikut aku ulas tentang cara mengatasi writer’s block berdasarkan dari pengalaman pribadi.

Penyebab Writer’s Block

Hari ini, sebenarnya aku ingin menulis suatu artikel untuk blog arigetas.com yang sedang kamu baca ini. Akan tetapi, aku kesulitan menentukan akan menulis tentang apa. Ada terbersit pikiran akan menulis tentang salah satu apps menggambar di smartphone, tetapi entah kenapa aku agak ragu-ragu. Nah, berikut hal-hal lain yang menyebabkan aku buntu dalam menulis postingan blog:

1. Draft postingan dirasa sudah tidak hits

Di dalam folder draft blog, aku ada 106 draft yang sebenarnya tinggal dipoles ulang dan diposting. Akan tetapi, entah kenapa aku merasa pengen menulis hal lain, tetapi tidak tahu apa itu. Antara merasa bahwa draft-draft artikel aku itu sudah basi alias tidak layak untuk ditulis, atau aku merasa bahwa draft tadi hanyalah sampah.

Uniknya, meski aku merasa draft-draft artikel tadi sampah, aku merasa sayang untuk menghapusnya … hadeh.

2. Tidak mood menulis topik apapun

Berbicara tentang mood dalam menulis, sejatinya ini merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan profesional. Sebagai blogger yang ingin lebih serius, maka harus rutin menulis update-an artikel.

Ketika mood menulis ini buntu, sering aku memilih untuk melewatkan menulis artkel blog. Padahal, hal ini apabila keseringan dilakukan, maka hasilnya buruk bagi performa blog. Jeleknya aku adalah meskipun aku tahu hal ini salah, tetapi aku semacam tidak kuasa mengatasinya.

Padahal, inti masalahnya aku itu hanyalah malas menulis dan menggali informasi.

Cara Mengatasi Writer’s Block

Ada banyak tips mengatasi kebuntuan saat menulis artikel blog. Kemudian, berbeda orang, bisa jadi solusinya pun berbeda-beda, termasuk aku sendiri. Berikut aku tuliskan cara yang aku gunakan, silakan ditambahi ya di kolom komentar 🙂

1. Lanjutkan tulisan dari folder draft

Bagi blogger freelance, gagal dalam menyelesaikan satu artikel, bisa jadi kehilangan pendapatan di masa depan. Aku sebagai blogger paruh waktu, pernah kehilangan kesempatan ngeblog berbayar tentang artikel bertema kucing. Kenapa? Salah satu syaratnya harus sudah ada tulisan tentang kucing di dalam blognya!

Saat itu, aku merasa menyesal karena sebenarnya tahun 2019 lalu, aku kepikiran menyelesaikan tentang kucing kesayangan aku. Padahal, tulisan kucing itu sudah lama ada di draft blog aku.

2. Berselancar di media sosial

Bagiku, media sosial yang paling pas untuk mendapatkan inspirasi alias ide menulis postingan blog adalah Twitter dan grup WhatsApp blogger. Isu terkini ada di lini masa Twitter, asalkan kita follow akun-akun yang tepat. Mau tentang politik, drama korea, berita artis hingga ke makanan pun ada di Twitter.

Bahkan, ide tulisan tentang ibu-ibu perumahan yang hobi menyerobot antrian di warung pagi hari pun kudapat dari berbalas komentar di Twitter 😀

Selain itu, saat aktif berinteraksi di grup WhatsApp blogger pun aku sering mendapat ide untuk menulis artikel blog. Termasuk tulisan ini 😀 😀

Ide tulisan tentang cara mengatasi writer's block
Semoga nama-nama yang aku tampilkan di atas ini tidak berkeberatan ya :X

Di dalam grup WhatsApp yang saya ikuti, teman-teman memiliki banyak cara tersendiri dalam mengatasi writer’s block. Mulai dari ngopi, nonton film atau drama, eksperimen resep baru hingga melakukan hobi merupakan langkah yang mereka lakukan.

Apakah kamu tahu, bahwa BW alias blogwalking juga sangat bagus untuk memancing mood dan inspirasi dalam menulis blog?

3. Anggap ngeblog adalah pekerjaan yang (selalu) dibayar

Untuk mengatasi mood menulis yang bisa menguap entah kemana, seringkali kita harus menganggap bahwa semua artikel postingan di blog kita adalah berbayar. Coba ingat-ingat, saat kamu mendapat orderan sponsored post atau sedang menulis artikel yang akan diikutkan lomba? Pasti mood kamu untuk menulis artikel akan berlipat ganda bukan?

Intinya, adalah bagaimana kita membangkitkan motivasi diri untuk menulis. Sebagai gambaran, selama tahun 2019 aku jarang menulis artikel. hanya 1-4 artikel saja per bulan, itu pun tidak merata. Alhamdulillah, sejak Desember 2019 hingga saat ini, aku sudah bisa menulis paling tidak 8 artikel per bulan.

Pada bulan Februari 2020, alhamdulillah ada 14 artikel yang tayang di arigetas.com dan dominan artikel organik. Alhamdulillah.

4. Tantang diri untuk menulis dengan sistem ATM

ATM disini adalah Amati, Tiru dan Modifikasi. Aku sangat bersyukur pada akhir 2019 bisa berinteraksi dengan banyak blogger dari segala level. Saat ini, aku sudah menemukan banyak blog dan strategi untuk bisa meningkatkan kualitas tulisanku.

Selain kualitas tulisan, aku juga memperhatikan bahwa ada banyak teman blogger yang menggunakan infografis di dalam postingannya. Membuat infografis ini sendiri tidaklah semudah hasil yang terlihat. Ada proses penyaringan banyak informasi penting sebelum akhirnya bisa ditulis di dalam satu gambar infografis.

Saat ini, meskipun tertarik meng-ATM, aku belum serius sih dalam mengeksplore skill membuat infografis ~ yang sebenarnya sangat berguna ini. Tetapi kapan-kapan akan aku coba sharing tahapan yang sudah aku pelajari.

5. Menulis tentang cara mengatasi writer’s block

NAH! Sebenarnya aku sejak beberapa hari yang lalu sedang mengalami writer’s block … Tetapi aku memutuskan menulis tentang writer’s block itu sendiri, dan jadilah tulisan ini 🙂

Coba deh kamu menulis juga di kolom komentar, solusi yang cocok buat kamu saat mengatasi writer’s block itu bagaimana?

About arigetas 175 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

62 Comments

  1. Kadangkala kalo aku pas gak ada ide buat bikin tulisan, biasanya aku draft judulnya dulu di notepad.,. ada banyak sekali ide yang tertulis secara asal/ngawur. Dari beberapa judul itu aku pilih yang sekiranya lagi hits sekarang., dan ide untuk menulis artikelpun mulai bermunculan..

  2. kalo aku yang paling susah untuk menggurus blog yaitu waktu, aku sangat kesulitan untuk membaginya,kerja 9 jam perjalanan 3 jam sisanya makan tidur main dan blog. punya saran untuk membagi waktu yg tepat itu bagai mana. agar semuanya bisa produktif.

  3. Sepakat banget ni mas, aku juga sering ngatasi writers-block dengan ngintipin sosmed seperti akun-akun parenting gitu. biasanya nanti dapat inspirasi menulis. Tinggal dikembangkan saja. Yang pernting point intinya udah dapat

  4. Suka gini nih aku kak bnyk draft nya drpda tulisan yg publish wkwk apalagi kalo nulis ORI beuh dikepalai doank ada tulisannya tp di blog cuma jd draft ..heran aku tuh..tp baca ulasannya kak Ari mau lah kupraktekin salah satunya ..ATM yg paling gmpng kyknya..

  5. Mantuuul! Nggak nyangka pertanyaan yang beberapa waktu lalu dilemparkan ke group akhirnya berbuah satu blogpost. Kalau ditanya mengenai writer’s block, hmmm … rasa-rasanya aku jarang banget mengalami. Lebih seringnya sih bertabrakan dengan pekerjaan kantor jadi begitu tiba di rumah, tenaga sudah habis, ngantuk berat. Eh, ini termasuk writer’s block, bukan?

    Kalau pikiran buntu nggak tahu mau menuliskan apa, jawabanku sih masih sama seperti di group tersebut. Jalan-jalan, hehehe … Kadang jalan ke depan komplek lalu duduk-duduk mengamati perilaku orang pun bisa melahirkan inspirasi. Contoh, lihat orang kesandung, lihat pasangan berantem, lihat penjual yang masak lamanya minta ampun, hahaha …

  6. Kalau aku, bukannya kehabisan ide
    Yang mau ditulis banyak, idenya ada, tapi kadang gak sempat
    Dan akhirnya lupa, atau ya topiknya dah basi
    Atau kadang penyakit “M” (malas) tiba-tiba datang
    Pengennya leyeh-leyeh nyantai aja hahaha

  7. Aku banget dua bulanan ini, malas menulis dan menggali informasi, terus draft yang gak selesai rasanya udah enggak relevan ditulis sekarang. Tapi setelah baca ini, ah baiklah aku mau nulis lagi hehehe. Terutama bagian Amati Tiru dan Modifikasi alias teknik ATM. Kalau soal berselancar di media sosial bagiku agak berat akhir-akhir ini, gak tau kenapa lihat medsos malah tambah males nulis (lha aku malah curhat) Maaf ya mas Ari, makasih tipsnya

  8. Keren ah…terkena writer’s block jadi nulis deh tentang cara mengatasi writer’s block…cemerlang idenya.
    Kalau aku, pas idenya buntu, buka gallery, lihat foto-foto terus akan ada ide, pernah makan dimana belum ditulis, pernah kemana belum cerita, ketemu teman atau lainnya..jadi deh tulisan akhirnya.

  9. Setuju dengan mas, sebagai blogger pemula saya lebih dominan ke moody untuk melanjutkan blog. Kadang sangat semangat sekali sampai lupa nggak tidur, kadang malas sekali sampai blog berbulan bulan tidak terjamah. Btw thanks mas sudah menuliskan tentang topik ini, bisa jaid remainder buat saya sendiri hehe

  10. Aku kalo writers block, rehat dulu, ngerjain hobby. Memang bener, begitu ada ide, harusnya langsung eksekusi. Aku pernah diajarin pakai aplikasi Travello untuk langsung isi poin-poin ide. Tapi masih lebih gampang ditulis tangan sih kalau aku.
    Bagus nih, mindset, bahwa ngeblog itu dibayar. Bukan iseng-iseng…
    Siap…ikuti ah mindsetnya…

  11. eh ada namaku di ss wag nya XD . Gapapa sekalian promosi wkwkw. Saya pribadi masih bingung dengan istilah writer’s block ini. Karena ada yang pernah bilang yanga da tuh malas aja bukan buntu wkwk. Saya nyari waktu buat nulis aja susah. Kalau ada kesempatan ya langsung nulis aja. Cuma kalau lagi malas duduk serius depan laptop, yang kita nonton dulu haha. atau baca

  12. Kalau saya bisa dibilang belum writers block, tapi no time. Kadang ide bermunculan di kepala banyak,foto dah diambil, fapi eksekusi nulisnya nggak ada waktu.

  13. Ngatasin writer’s block emang gampang-gampang susah ya hehehe. Kadang datang saat kita lagi sibuk. Udah gitu gak sempet ditulis trus ilang deh. Giliran udah duduk manis depan lappie malah gak ada yg nongol di otak beeuhh. Kalo dah gitu aku biasanya baca buku, nonton drakor, atau nyalon hahahaha. Naikin mood dulu. Biasanya kalo udah on moon trus suasana hati bagus, bisa nulis banyak. Kadang seminggu bisa 3-4 tulisan utk 2 blog. Kalo nggak, aku suka nyimpen draft for di dashboard. Biasanya kalo liat2 trus inget ohiya mau nulis ini. Gitu…

  14. Saya juga sering mengalami hal serupa mas. Banyak ide tapi gak tahu mau mulai dari mana. Makin dipikir makin mentok. Kadang kurang sreg juga dengan ide yang ada. Merasa ide tidak uptodate. Setelah saya analisis, rupanya saya tidak punya minat pada ide tersebut. Didukung lagi dengan data-data yang kurang. Setelah itu saya tidak pernah lagi memaksakan diri menulis hal-hal yang tak saya minati meski lagi hits. Saya mulai menulis dari hal-hal yang saya minati saja dulu. Kemudian saya tambah dengan membaca buku sesuai minat saya. Alhamdulillah, setengah hari bisa dapat dua artikel. Padahal biasanya satu hari saja belum tentu kelar. Saya abaikan dulu jika misalnya minat saya tidak banyak dilirik orang. Hehehe… Targetnya, menulis saja dulu yang banyak. Karena saya pemula, memilih tema tulisan sesuai minat rasanya cukup mampu menyelesaikan masalah writers block. Sebab minat dapat menumbuhkan semangat. Hehhe Maaf jadi curhat.

    Salah satu minat saya adalah alam dan sampah.

  15. Saya sering nih ngalamin. Ide sudah ada, pun sudah ada poin-poin penyampaian yang akan ditulis. Eh, karena kelamaan mikir kalimat pembuka “kok gak menarik ya”, akhirnya gak jadi nulis 😁

  16. WB itu cuma mitos. Aslinya mager. Hehe…

    Btw, kalo mbak Hani Mengatasi WB suka bikin baju, saya kebalikannya. Bikin baju melulu, malah keburu ide nulis ngilang alias WB 😣

  17. Haha tru stori 🤣 kalo aku mas, pas ga mood atau males nulis biasanya aku jalan2 ke blog orang lain, terus entah kenapa tiba2 merasa terpacu lagi untuk nulis.

  18. Mengatasi writers block ya. Yuni mah nonton drakor, mengkhayal dikit terus apa ya. Aha, ngemil.

    Wajar lah.

    Yuni lebih suka nulis cerita fiksi sih. Khayalan. Hehehe

  19. Kalau saya justru sebaliknya, ide banyak, waktu menulis yang ga pernah ada, haha. Kadang saat di kereta kepikiran untuk nulis A,B,C dst. Sampe rumah ketiduran dan lupa apa yang harus ditulis. Giliran weekend, otak juga ikut libur alias ga ada ide.

    Anyway, biasanya sih kalau saya ngeblog itu dikerjakan disela-sela waktu kerja, kadang efektif 😉

    • Wahahhaa. Aku juga seperti itu, tetapi kemudian aku tulis poin-poin di dalam draft.
      Sampai rumah atau saat aku buka kembali draft tersebut, sering merasa bahwa draft-nya sudah terasa basi. Atau malah merasa draft tersebut gak menarik sama sekali. Ahahaha.

    • Kalau saya, untuk mengatasi writer’s block diantaranya menyempatkan waktu becanda dengan anak-anak. Atau kalo sore hari nyari angin ke pesawahan, syukur2 langsung dapet ide menarik dari pengamatan. Langsung deh saya tulis

  20. Pas banget nih baca ini, saya lagi kena writer’s block. Mungkin karena sekarang lebih banyak ngendon di rumah, jarang jalan-jalan (kebetulan niche blog saya tentang traveling :D) Ditambah, saat ini sedang hamil muda jadi semacam agak sulit ‘berpikir’ hehe. Semoga nanti bisa lebih produktif lagi ngeblog. Terima kasih saran-sarannya Mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*