Melatih Anak Puasa Ramadhan 1441 H – 2020

melatih anak puasa ramadhan dapat dilakukan sejak usia TK dan bisa puasa seharian pada kelas 3 sekolah dasar

Ramadhan tiba… Ramadhan tiba… Tiba-tiba…ramadhan. Bulan penuh berkah yang sering disebut bulan puasa 1441 Hijriah ini akan dimulai insyaAllah pada 23 April 2020. Aria, anak kami yang saat ini berusia hampir 9 tahun tahun sebelumnya alhamdulillah sudah kuat puasa hingga jam 1 siang. Target kami, bisa melatih anak puasa ramadhan 1441 H selama 1 hari penuh. Bismillah.

Amankah Melatih Anak Puasa Ramadhan?

Di dalam agama Islam, puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi yang sudah baligh dan tidak sedang dalam keadaan berhalangan. Bahkan, saat orang tua melatih anaknya berpuasa juga merupakan saat yang tepat untuk bonding alias membangun kedekatan psikologis dengan si anak.

Saat bersekolah di Thailand, teman-teman Thai yang beragama Buddha awalnya khawatir kepada kami yang berpuasa ramadhan. Tak lain karena kami tidak makan dan minum sejak pukul 5-an pagi hingga 18:30-an. Kekhawatiran yang mirip pula lah yang sering kali menghinggapi para orang tua saat menentukan kapankah si kecil boleh ikut puasa.

Seringkali, orang tua khawatir bahwa gizi si anak yang sedang belajar berpuasa menjadi tidak terpenuhi. Minimal, mereka khawatir si anak dehidrasi.

Di keluarga kami, saat Aria latihan berpuasa insya Allah tidak mengganggu kesehatannya, karena diajarkan bertahap dan sangat longgar. Lagipula, mendidik anak merupakan kewajiban bagi kami sebagai orang tua.

Cara Melatih Anak Puasa Ramadhan

1. Ajak makan sahur

Ibunya Aria paling rajin membangunkan untuk ikut sahur sejak Aria usia TK. Meski dengan mata terpejam dan “nyawa” yang nggak penuh, Aria pun ikut sahur semampunya. Setelah sahur, Aria pun ikut sholat subuh untuk kemudian kembali lagi tidur hingga waktu mau berangkat sekolah.

Tentu ada hari-hari dimana Aria ngambek diajak bangun sahur dan ibunya pun tidak memaksa. Ya namanya juga anak-anak. Kemudian ada juga hari dimana malam sebelum sahur, Aria sudah pesan untuk dibangunkan sahur.

2. Puasa hingga jam 9 pagi

Meminta anak mencoba puasa hingga pukul 9 pagi memang tidak diterapkan ke Aria. Akan tetapi, aku sendiri jaman usia TK ingat betul bagaimana almh. ibu aku mengajari berpuasa hingga jam 9 pagi. Setelah 3 hari, puasa jadi lebih lama hingga ke jam 10 pagi selama 1 minggu. Kemudian naik level puasa hingga jam 11 bahkan jam 12 (saat azan dhuhur berkumandang).

3. Belajar puasa setengah hari

Puasa setengah hari atau hingga berkumandangnya azan dhuhur, merupakan prestasi tersendiri bagi anak. Di daerah Jawa, anak yang berpuasa setengah hari disebut puasa mbedug (mbedug adalah saat beduk masjid ditabuh saat akan azan dhuhur).

Saat anak sudah kuat puasa hingga dhuhur, tandanya dia sudah 80% akan kuat hingga maghrib. Kenapa? Karena setelah waktu dhuhur itu biasanya tidur siang sangat nikmat. Saat bangun jam 3 sore, anak sudah tidak merasa terlalu lapar. Haus dan rasa agak lemas merupakan tantangan utama yang harus ditaklukkan.

Biasanya, saat ibu akan menyiapkan menu buka puasa dan anak-anak akan mau membantu. Selain itu, nanti jam 4 sore setelah mandi, si anak boleh main bersama teman-temannya hingga jelang maghrib.

4. Kuat puasa hingga ashar

Tahap kuat puasa hingga ashar ini tidak aku lakukan, karena nanggung waktunya. Aria sepertinya tahun ini juga tidak akan menggunakan tahap kuat puasa hingga ashar. Tahap ini aku tulis, hanya sebagai pilihan bagi para orang tua yang sedang menyiapkan tahapan puasa bagi anaknya.

5. Puasa sehari penuh

Nah, ini adalah hasil akhir latihan yang menjadi harapan para orang tua. Saat anak sudah mulai bisa menyelesaikan puasa selama satu hari penuh, maka latihan puasa secara fisik (menahan lapar dan haus), sudah lulus.

Sekarang saatnya anak diajari untuk melatih puasa bathinnya.

Setiap orang di semua usia, pasti suka saat diberikan hadiah. Demikian pula bagi anak-anak saat berlatih puasa ramadhan. Sebagai orang tua, boleh banget memberikan hadiah sebagai penyemangat saat anak belajar berpuasa. Perlu diingat bahwa dalam berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi juga menahan hawa nafsu.

Pahala Bulan Ramadhan itu Bukan Hanya dari Puasa

Selama bulan ramadhan, sebagai orang tua wajib untuk memberikan pengetahuan bahwa panen pahala itu tidak hanya dengan melaksanakan puasa sebulan penuh. Menurut kami, ada dua jenis sumber pahala yang bisa kita dapatkan di bulan suci ini, yaitu dari ibadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama manusia:

1. Melaksanakan Ibadah Sunah: Tarawih dan Sholat Iedul Fitri

Menjalankan ibadah sunah berupa shalat tarawih dan sholat iedul fitri ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Selama tidak terhalang hujan, sebagai orang tua harus mengajak anak untuk melaksanakan sholat tarawih di masjid atau musholla.

Kebiasaan di Jawa, selesai sholat tarawih maka akan ada pembagian jajanan alias snack untuk anak-anak yang disebut jaburan.

Harga dari jaburan itu sendiri tidak mahal berkisar Rp3.000,00 per paket jajanan dan biasanya hasil gotong royong dari para warga di sekitar masjid atau musholla.

Adapun sholat sunah iedul fitri, merupakan saat yang paling istimewa karena setara dengan pesta kemenangan umat islam, setelah puasa ramadhan selama satu bulan.

2. Anak berlatih sabar saat puasa ramadhan

Seringkali anak dalam belajar berpuasa hanya terhenti di target menahan lapar dan haus saja. Setelah target fisik tersebut dipenuhi, maka anak juga diajarkan tentang menahan amarah dan hawa nafsu lainnya.

Contoh paling mudah adalah saat si anak merasa tidak terima, saat adiknya yang kecil jam 10 pagi ngemil es krim. Sedangkan dia harus menahan lapar dan haus 😀

Selain itu, anak harus diajarkan bahwa meski lemas dan capek, tetap harus melaksanakan kegiatan harian yang wajib dilakukan. Misalnya saat belajar, tetap harus semangat meski dalam kondisi mengantuk karena perubahan pola tidur si anak.

3. Belajar menghargai orang lain

Di dalam perumahan tempat kami tinggal, merupakan salah satu contoh hidup bermasyarakat yang baik karena terdapat pluralitas warganya. Tetangga kami tidak hanya warga beragama muslim, tetapi juga non muslim. Asal tetangga kami juga bervariasi, dengan rentang usia yang komplit pula.

Di perumahan, kami pasti menemukan orang-orang yang berbeda dengan keluarga kami. Nah, inilah saat yang tepat bagi anak-anak kami untuk belajar menerima perbedaan tetangga-tetangga kami.

Sebagai orang tua, kami musti siap jawaban atas pertanyaan: “Kenapa pak A tidak puasa? Kenapa A, B, C hingga Z.”

4. Berlatih tidak balas dendam makan saat berbuka puasa

Setelah satu hari puasa penuh, biasanya anak-anak (bahkan kadang sebagian orang tua) melakukan balas dendam dengan cara makan minum sebanyak-banyaknya hingga kekenyangan. Anak harus diajarkan bahwa tahapan makan minum saat berbuka puasa adalah:

  • Saat azan maghrib berkumandang, mengucap alhamdulillah dan membaca doa berbuka puasa.
  • Selesai berdoa, dilanjutkan minum seteguh air minum hangat dan mengunyah makanan kecil (kurma atau makanan pembuka).
  • Lakukan shalat maghrib berjamaah.
  • Seusai shalat maghrib, makan menu utama dalam porsi kecil hingga maksimal 20 menit sebelum azan isya berkumandang.
  • Lakukan shalat isya dan tarawih dengan khusu’.
  • Selesai tarawih, boleh makan makanan utama dalam porsi kecil dan perbanyak makan sayur dan buah.

Motivasi dari Orang Tua saat Melatih Anak Puasa Ramadhan

Dalam mensukseskan latihan puasa ramadhan bagi si kecil, tidak ada salahnya orang tua memberikan stimulan berupa hadiah yang dapat memacu semangat berpuasa.

Perlu diingat bahwa besar kecilnya hadiah ini sangat luwes, tergantung dari kemampuan dan kesepakatan tiap orang tua.

Hadiah target puasa harian

Hadiah untuk keberhasilan si anak dalam memenuhi target puasa harian dapat menggunakan uang yang nilainya tidak besar. Uang hadiah harian misalnya Rp5.000,00 per hari anak bisa menyelesaikan target puasa sudah cukup.

Hadiah utama puasa sebulan penuh

Lanjutan dari sub di atas misalkan nanti si anak bisa menyelesaikan puasa selama bulan ramadhan, maka dapat diberikan hadiah utama (Grand prize). Hadiah utama ini berbeda dengan hadiah uang puasa harian. Misalnya si anak bisa menyelesaikan 15 hari puasa maka akan dibelikan tas sekolah baru. Kemudian apabila anak bisa menyelesaikan sebulan penuh puasa, dibelikan sepeda baru.

Kalau kamu, punya cerita menarik apa saat puasa ramadhan di masa kecil? Share di kolom komentar ya! 🙂

About arigetas 175 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

52 Comments

  1. Adek bungsu yuni udah mulai belajar puasa sejak kelas 1 SD. Ya gitu, setengah hari dulu. Kalau setengah hari udah beres dan nggak ngeluh-ngeluh baru deh sehari pas kelas 2 SD.

    Yah sesekali dia merengek-rengek nggak kuat. Pingin makan siang. Kalau udah nggak bisa ditahan-tahan lagi ya sudahlah. Hehehe

  2. trimS kak, setelah saya baca ini jadi termotifasi saya kedepan. jika saya sudah punya anak untuk mengajari puasa dari kecil. karena bisa puasa karena terbiasa, agar bisa terbiasa dr kecil harus di ajarinya.

  3. Anak saya mulai puasa saat masih di bangku TK. Begitu masuk SD udah kuat puasa sehari penuh. Btw awalnya belajar puasa dulu juga karena mengikuti kami ortunya. Mulai dari ikutan saur dan menahan lapar di siang Hari. Sekarang udah SMA, hehe..

  4. Semoga tahun ini Aria bisa puasa seharian ya, sebulan penuh.

    Iya ya, saya sendiri juga kadang khawatir berlebihan. Padahal anak-anak santai aja menjalani puasanya

  5. Anak sulung saya masih 5 tahun. Namun audh belajar puasa. Sampai jam 10 atau 11 gitu. Belum sampai full ke magrib. Tapi ya Ndak papa. Sebagai latihan saja. Terimakasih tips nya bisa ditiru nih.

  6. Iyakak puasa punya banyak manfaat jika terus dibiasakan akan menghasilkan manfaat yang luar biasa. Yang terpenting kita mengajari sebisanya biasanya mereka akan puasa setengahari jika sudah mampu maka akan full dehh.

  7. Memang umum banget ortu kasih reward berupa uang atas prestasi puasa anak ya Mas. Biasanya cair di hari lebaran, kan jadi bisa beli pistol-pistolan. Eh.

  8. Ajak sahur itu yang pertama. Mau ga mau, anak kebangun sih, karena ortu nya kan nyiap-nyiapin sahur. Tapi asih lhoo, justru pas sahur kita bias ngobrol macem-macem. Karena TV dimatikan. Engga ada tuh acara hore-hore sahur di TV, berisik. Tapi yaaa nanti jam 12 buka silakan, sambung puasa lagi, magrib buka lagi. Wkwkwk…

  9. Hihi bener bgt cara latihnya yg pertama ajak saur dulu, liat org tuanya bangun pagi, makan, trus brenti makan smpe adzan magrib, biasanya si anak akan terlatih, setidaknyantau dlu puasa itu untuk apa sihhh…

    Dan juga tentu latian buat mau bangun saur biar pas udah baligh gak males2an pas dibangunin saur.. Hihu

  10. Buat saya, yang gak kuat itu melatih sabar ke anak. Kitanya udah berusaha sabar, dianya ngebujuk-bujuk biar pengin buka sebelum waktunya. Sampai diiming-imingi sesuatu (padahal ini gak baik) tetep aja jebol.

  11. Wah.. maunya kita tukeran link mas.. hahaha, aku juga pernah menulis gini pas ramadhan lalu.

    Alhamdulillah anak-anak yang nomer 1sampe 3 ramadhan lalu udah full satu harian.
    Dari yang umur 9-5. Berarti taun lalu masih 8-4 tahun. Si cowok (anak no 3) pecah rekor.
    Kakaknya yang dua, puasa satu harian di umur 5. Dia tembus di umur 4

  12. qiqiq kalo berbicara soal belajar puasa pas jaman masih piyik, rasanya akutu kayak gampang drama gitu ke ibuk haha. Pasalnya baru jam 8 aja aku udah ngeluh laper dan haus haha

  13. Hadiah puasa sebulan penuh ini memang menjadi sesuatu yang menyenangkan. Jangankan anak-anak yang sudah emak-emak dikasih reward suami karena berhasil menyelesaikan tilawahnya selama bulan Ramadhan saja bahagia banget. Tapi mungkin baiknya ditanya dulu mas, adek pengen apa nih kalau puasanya genap 30 hari? Karena diberi hadiah yang nggak terlalu kita suka agak kurang greget

  14. Anakku masih berusia 6 tahun nih. Sebetulnya ttg puasa Ramadhan sudah dikenalkan sejak usia 5 thn kmrn. Cuma masih sesukanya aja, pernah sampai jam 4 sore tapi udah mual dianya, ya sudah batal. Nah tahun ini semoga semangatnya semakin kuat untuk mencoba ikut puasa ramadhan.

  15. Suka banget dengan grand prize bulan Ramadannya ya Mas Ari… Bikin anak tambah semangat puasanya. Saya dulu gak sempet minta hadiah² gitu soalnya,, dikasih kembang api sama salam tempel (angpau) pas lebaran aja udah girang bangett hehe

  16. Semangat yaaaa mas, semoga tahun ini Mas Aria insya Allah full puasanya 30 hari. Sudah kelas 2 atau 3 SD itu mas? Duh, gak terasa bulan depan kita udah puasa aja yaaa. Hahahaha. Saya itu selalu kangen suasana didikan subuh, jalan pagi sama teman-teman abis shalat dan mengaji, dan gak lupa berburu takjilan yg enak-enak di pasar.

  17. Soal puasa, saya belum berani mengajari anak untuk puasa. Selain karena saya sendiri masih bolong-bolong puasanya, anak-anak sebenarnya juga ikut makan sahur. Hanya saja memang paginya mereka minta makan. Semoga aja puasa besok enggak bolong-bolong lagi…

    Salam kenal, Mba…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*