Persiapan Mahasiswa Baru Kuliah di Thailand

rawinda prajongjai thailand student

Kamu mendapat notifikasi e-mail bahwa diterima kuliah di Thailand. Kamu merasa senang, sekaligus bingung bukan? Persiapan mahasiswa baru kuliah di luar negeri tu apa aja sih? Simak tulisan berikut ini, agar kamu membawa barang yang benar-benar penting dan tidak over baggage.

A. Persiapan Sebelum Berangkat

Persiapan mahasiswa baru kuliah di luar negeri, tentu berbeda dengan yang kuliah di dalam negeri. Ibaratnya, medan tempur di dalam negeri tentu mudah dikuasai. Sedangkan di luar negeri, selain karena belum mengetahui medannya, juga harga barang-barang di sana pasti jauh lebih mahal daripada di indonesia.

Sebelum berangkat, selain restu keluarga, terdapat 6 hal utama yang musti dipersiapkan dengan benar-benar teliti. Kenapa? Kalau kamu sampai terlewat, bisa jadi kamu sengsara di luar negeri.

1. Cek Jadwal Mulai Kuliah

Biasanya, penerimaan beasiswa itu dilakukan 6 hingga 12 bulan sebelum waktu kuliah dimulai. Oleh karenanya, selalu pastikan kapan jadwal kuliah kamu akan dimulai. Kemudian tentukan kapan kamu akan mengurus paspor, VISA dan tiket untuk berangkat.

Baca juga
Daftar Beasiswa S2 dan S3 di Thailand Tahun 2020

2. Paspor

Pastikan masa berlaku paspor kamu lebih dari 6 bulan kedepan. Misalnya kamu hendak mengambil studi Master (S2) selama dua tahun, maka hendaknya paspor kamu paling tidak berlaku setahun kedepan. Perlu kamu ingat, 6 bulan sebelum paspor kadaluwarsa, kamu harus memperbaharuinya.

Kalau kamu khawatir kesulitan memperbaharui paspor saat nanti kamu di luar negeri, kamu dapat memperbaharui terlebih dahulu kok di Indonesia. Dengan paspor yang berlaku 5 tahun kedepan, maka kamu sudah tidak perlu ngurusin paspor lagi, bukan?

VISA ED merupakan wajib dalam Persiapan Mahasiswa Baru Kuliah di Thailand

3. VISA

Salah satu syarat utama sekolah di luar negeri adalah mempunyai VISA pendidikan. Misalnya di Thailand, mewajibkan mahasiswanya memiliki VISA ED – Non Immigrant. Prosedur pengajuan VISA ED biasanya diperlukan dokumen asli dari Universitas dan dilengkapi dengan SKCK dari Mabes POLRI.

Adapun VISA, dapat diajukan di kantor kedutaan besar negara tujuan belajar ataupun konsulat jendral-nya. Nanti ketika sudah sampai di Thailand, VISA pertama kamu akan dicoret dan 3 bulan berikutnya kamu perlu lapor 90 hari dan harus membuat VISA satu tahun di kantor imigrasi.

4. Pesan Tiket Pesawat

Setelah tahu jadwal kapan mulai kuliah, VISA juga sudah didapat, maka kamu perlu segera membooking tiket pesawat. Usahakan penerbangan langsung ke kota tujuan ya. Oh iya, usahakan kamu sampai di tujuan saat siang atau jam kerja, untuk memudahkan kamu untuk mengurus jam penjemputan dan asrama.

Untuk checked baggage minimal kamu beli 25 kg ya. Tentu pastikan semua barang yang kamu bawa nantinya tidak lebih dari bagasi yang kamu beli. πŸ˜€

5. Akomodasi: Penjemputan

Setelah mendapatkan tiket, pastikan kamu kontak ke staf jurusan atau fakultas kamu, agar bisa diatur jadwal penjemputanmu di bandara. Nah, kamu sekarang tahu kan alasan kenapa kamu sebaiknya datang di jam kerja alias siang hari?

6. Akomodasi: Asrama

Sebelum berangkat, kamu musti sudah memastikan dimana nanti kamu akan tinggal. Biasanya, universitas yang membuka beasiswa international student, pasti juga menyediakan asrama. jadi, pastikan kamu membaca benar-benar perihal fasilitas yang ditawarkan ini ya!

Kalaupun kamu belum dapat asrama, minimal kamu punya kamar untuk menginap paling tidak 2-3 hari. Caranya bisa bermacam-macam. Kamu bisa nebeng di komunitas orang Indonesia di sana, atau kamu buka kamar hostel. Hostel ya, bukan hotel (kecuali kamu emang orang kaya). Selama 1-2 hari, kamu bisa minta tolong ke staf fakultas untuk membantu mencarikan asrama atau apartemen.

B. Persiapan Barang yang Akan Dibawa

Setelah persiapan legalitas dan tiket sebelum berangkat selesai dilakukan, maka kamu bisa menyiapkan perihal barang-barang apa saja sih yang sebaiknya kamu bawa. Tentunya hanya barang yang esensial dan sulit dicari di sana ya.

1. Alat Belajar

Kamu datang ke negeri orang untuk belajar bukan? Pastikan kamu membawa laptop (notebook) dengan kualitas yang cukup bagus, minimal bertahan 2-3 tahun. Selain itu, pastikan kamu bawa USB flash disk dan harddisk external. Ingatlah untuk selalu mem-back up data-data kuliahmu ya. Baik di HDD external dan di cloud semacam Google Drive.

Buku catatan (binder) ukuran sedang dan pulpen 1 buah saja cukup. Ingat, kalaupun diperlukan, kamu bisa membeli buku dan alat tulis yang lebih lengkap di negara tujuan.

2. Uang Baht

Saran saya, saat pergi ke luar negeri yang kamu tidak yakin apakah rupiah mudah ditukarkan, selalu bawa USD (Dollar Amerika Serikat) atau Euro. Kedua mata uang itu nyaris bisa ditukarkan ke semua money changer di dunia ini.

Aku merekomendasikan kamu membawa uang minimal setara 10.000 Baht (330 USD) untuk keperluanmu selama 1 bulan pertama di Thailand. Di awal bulan selain untuk makan dan minum, kamu kan perlu untuk belanja keperluan domestik kamu kan?

Baca juga
Cara Tarik Uang Baht Pakai Kartu ATM BCA di Thailand

3. Pakaian

Cerita aku ini berdasarkan keperluan cowok ya. Untuk cewek, silakan disesuaikan πŸ˜€ . Ada beberapa jenis pakaian (atasan dan bawahan) yang perlu kamu siapkan. Pakaian untuk kuliah bawa paling tidak 3 kemeja dan 2 celana bahan.

Pakaian untuk santai 1 celana jeans, 3 T-shirt dan 2 celana pendek. Oh iya, paling tidak kamu juga perlu bawa 2 polo T-shirt (bisa dipakai buat ke kampus juga untuk bersantai. Sarung, baju koko dan sajadah tipis 1 buah sudah cukup.

Pastikan kamu bawa baju batik ya. Biasanya untuk menghadiri acara resmi kenegaraan atau kedutaan besar Indonesia.

4. Alat Mandi

Pastikan kamu cukup membawa yang travel size saja untuk shampo, sabun mandi, odol dan sikat gigi. Oh iya, deodoran perlu dong ya. Pisau cukur perlu dibawa juga. Kalau kamu pemakai sabun cuci muka berikut rentetannya, pastikan dibawa. Nanti setelah kamu settle di Thailand, kamu bisa dengan mudah membeli keperluanmu kok.

5. Alat Makan dan Minum

Membawa alat makan bisa dibilang perlu gak perlu. Piring melamin dan sepasang sendok garpu sudah cukup. Gelas, tidak perlu bawa. Kamu cukup bawa tumbler kesayangan kamu. Nanti, setelah di negara tujuan kamu bisa belanja kok di toko khusus mahasiswa yang harganya murah meriah.

6. Alas Kaki

Satu pasang sepatu kulit untuk kuliah dan satu pasang sepatu santai sudah cukup. Tentu kamu aku sarankan juga membawa sandal kulit ya, bukan sandal jepit. Kalau sandal jepit kamu bisa beli di negara tujuan kok. Oh iya, buat kamu penggemar olahraga, pastikan bawa satu pasang sepatu khusus olahragamu.

7. Obat-obatan dan Vitamin

Membawa obat-obatan pribadi dan vitamin merupakan hal yang sangat penting. Obat oral umum yang perlu dibawa antara lain: paracetamol, asam mefenamat, obat maag, obat flu. Vitamin C satu tabung isi 30 butir merupakan barang yang juga tidak boleh kelupaan.

Kamu juga perlu membawa obat oles misalmya counterpain atau safe care atau minyak kayu putih (disesuaikan dengan kebiasaanmu). Plester luka semacam tensoplast dan betadine kecil perlu juga dibawa.

Selain obat dan alat medis sederhana di atas, kamu perlu membawa obat-obatan yang khusus buat kamu lho. Misalnya kamu penyandang asma, aka obat-obatan asma jangan sampai tidak membawa cadangan banyak.

Oh iya, jangan lupa bawa jamu masuk angin semacam tolak angin. Thank me later.

8. Makanan dan Minuman Indonesia

Salah satu obat kangen Indonesia, adalah memakan makanan Indonesia. Biasanya bumbu pecel instant, sambel sachet (sambel terasi misalnya), abon sapi hingga ragi tempe layak untuk dibawa. Kenapa ragi tempe? Percayalah, ketika kamu di negeri orang, kamu bakalan kangen banget makan tempe. Pun, karena kondisi yang memaksa, maka kamu pun bisa otodidak membuat tempe di Thailand lho!

Oh iya, bagi kamu penggemar kecap manis, silahkan bawa dari Indonesia, karena di Thailand bisa dibilang tidak ada yang jual kecap manis. Kecap asin dan kecap ikan sih banyak di sini. Saos tomat dan sambal juga ada di sini, meski rada sedikit beda rasanya.

malam hari makan mie rebus telor rasa pedas benar-benar menggoda sehingga perlu kamu bawa ke luar negeri

Bagaimana dengan Indomie? Untuk indomie goreng di Thailand ada yang jual kok di Tesco Lotus misalnya. Hanya saja, untuk mie rebus, tidak ada. Jadi kamu perlu membawa 1-3 bungkus mie rebus. Yakinlah, kamu pasti kangen makan mie rebus dan telor malam-malam. Hahaha.

Untuk bahan minuman, biasanya jahe wangi, teh celup dan kopi (atau cokelat) favorit kamu perlu dibawa. Teh Thailand itu beda banget dengan teh Indonesia. Paling mendekati ya teh Lipton, tetapi harganya kurang bersahabat.

Untuk kopi, di Thailand sih banyak kopi. Tetapi suatu waktu kamu pasti akan bosan kopi sini dan pengen minum kopi Indonesia.

9. Perlengkapan Olahraga Pribadi

Saya pecinta badminton. Sehingga saya membawa satu buah raket andalan berikut sepatu khusus badminton. Oh iya, baju olahraga tentu saya bawa satu buah. Untuk bagian ini, disesuaikan saja dengan keperluanmu ya!

Baca juga
Biaya Hidup Mahasiswa di kota Hat Yai, Thailand itu Berapa Sih?

C. Persiapan Belanja Barang untuk Persiapan Mahasiswa Baru Kuliah di Thailand

Oke, setelah kamu sampai di Thailand dan punya kamar, pasti kamu langsung menata isi kamar kan? Tentu kamu bakalan pengen beli macam-macam seperti setrikaan dan lain-lain. Sebelum memutuskan beli, kamu sebaiknya …

1. Cek Barang Peninggalan Senior

Di asrama mahasiswa pasti ada mahasiswa datang dan keluar setiap semester. Sebelum memutuskan membeli, coba cek di komunitas orang Indonesia, siapa tahu ada banyak barang-barang yang bisa kamu pakai.

Biasanya, tersedia hanger, ember, sandal, payung bahkan hingga ke meja sterika, kompor, rice cooker sampai kipas. Saya pun di sini dapat speaker aktif kualitas lumayan lho. Alhamdulillah

2. Alat Setrika

Bagi saya, kegiatan setrika baju merupakan pekerjaan yang paling saya benci. Saya di sini hanya menyetrika baju kemeja saja. Lainnya? tidak saya setrika. hemat waktu tenaga dan LISTRIK. Alat-alat listrik di Thailand itu watt-nya gede-gede.

Tips: terkadang lebih enak pinjam setrika setiap 2 minggu sekali daripada beli setrika lho! Pinjamnya tidak ke satu teman, tetapi bergantian. Hahahaha.

3. Alat Masak

Alat masak wajib adalah pemanas air alias water heater. Pastinya kamu bakalan sering perlu membuat kopi, teh atau bahkan sekedar air panas untuk mandi saat kamu benar-benar capek.

Kalau kamu senang memasak, maka membeli kompor listrik itu menguntungkan. Termasuk wajan, panci dan lain-lain. Harga alat-alat masak di Thailand itu relatif murah kok.

Kalau kamu suka sarapan atau nyemil roti bakar, membeli sandwich toaster dapat dipertimbangkan. Di Thailand, harganya murah lho! Tapi watt-nya gede, AHHAHAHA.

4. Alat Makan dan Minum

Biasanya, kamu perlu 2 gelas dan 2 piring. Selain itu kamu perlu 2 set sendok garpu serta sumpit. Lainnya, paling kamu perlu membeli botol minum ukuran 1 liter untuk bekal olahraga.

5. Alat Mandi dan Cuci

Beli sabun cuci piring dan sabutnya. Beli saja yang ukuran kecil, kecuali kamu emang niat sering masak. Sabun deterjen, daripada kamu beli sabun cuci baju bubuk dan pelembut, mending beli yang gabungan sabun cuci / deterjen cair dan softener. Hemat.

Gak percaya? Hei kamu tu bakalan banyak tugas, kamu bakalan ngerasa males lho nyuci baju yang ribet-ribet. Hehehehe.

D. Perlu dibuat Check List dan Re-Check

Akhirnya kita sampai di akhir tulisan tentang persiapan mahasiswa baru kuliah di Thailand ini. Tak terasa panjang juga ya aku menulisnya (meski dicicil dalam beberapa hari, sih).

Setelah membaca seluruh daftar persiapan mahasiswa baru kuliah di Thailand sebelumnya, sebaiknya kamu bikin check list dan re-check list seluruh barang dan dokumen yang perlu kamu bawa.

Tips terakhir: Jangan packing mendadak atau mepet waktu. Rawan kacau dan tidak rapi.

Nah itu saja, selamat mempersiapkan kuliah, ya!

Foto Rawinda Prajongjai, pemain Badminton ganda putri Thailand pas lulusan S1 ini cuma pemanis ya. Terima kasih sudah membaca sampai akhir πŸ™‚
About arigetas 196 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

63 Comments

  1. Trimakasih banyak informasinya mas Ari.
    Informasinya sungguh berfaedah sekali buat orang bingung kayak saya hehehe

  2. Tulisan yang sangat teknis tentang persiapan mahasiswa baru kuliah di Thailand, nih. Komplit dan sangat aplikatif, karena dibuat oleh pelakunya sendiri.
    Eeee….. Mas, beberapa tips di atas pasti berdasarkan pengalaman pribadi karena lupa atau tidak tahu. Contohnya setrika dan batik. Benar, tidak, tebakanku? Hihihihi

  3. Ini tulisannya sungguh-sungguh berfaedah. Kekeke. Langsung aku forward ini ke adik kelasku yg mau lanjut studi ke Korea. Tadi barusan chat dan iseng kasih link ini. Beda negara, tapi packing dasarnya relatif sama. Trims Mas Ari.

  4. mas ari saya ingin bertanya untuk mendapatkan beasiswa dari thailand itu bagaimana ya? Dan juga saya baca apakah jadi mahasiswa di luar negeri sering di undang oleh kedutaan Indonesia?

    • Ada banyak mas jenis beasiswa dari pemerintah Thailand. Kalau yang dari Prince of Songkla University, insya Allah saya pasti update di blog ini.
      Kalau dari universitas lain di Thailand, belum tentu saya nemu juga. Sering2 browsing aja mas.

      Oh iya jd mahasiswa di Thai artiya kita sbg perwakilan negara, sehingga kita musti siap sewaktu2 diminta mengisi pameran atau pentas seni ala Indonesia baik yang diadakan kedutaan/konjen RI atau dari kampus.

  5. Yeay aku baca sampai akhir. Menarik juga ya pengalamannya kuliah di sana. Pasti seru karena budaya dan adat-istiadat nya berbeda-beda pula. Pasti ada rasa bingung, deg-degan dan senang, mungkin, pas mau berangkat.

    Btw ketemu Chumnan duta rujak IG gak di sana hahaha

  6. Dikirain kampus luar negri favoritnya orang Indonesia yaitu Jerman. Ternyata ada ya yang minat kuliah di Thailand?

    Yang mau kuliah di Thailand wajib banget deh baca ini.

  7. Enggak cuma kalau persiapan ke Thailand ya, buat kuliah dimanapun rasanya persiapan semacam ini jadi ‘to do lists’. Dan bagian kangen sama masakan Indonesia ini pasti banget, meski di luar negeri mungkin banyak makanan enak.

  8. Itu celana jeans untuk santai kok cuma satu mas, gimana ganti-gantinya? Ya sih ini untuk cowok ya? Atau aku yang gak mudeng kali. Hahaha. Btw, ini komplit banget buat mahasiswa baru. Good job deh

  9. Akomodasi: Penjemputan oleh staf fakultas biasanya kena fee atau digratiskan?

    Dan, mungkin tips diatas juga bisa digunakan sebagai referensi temenΒ² yang ingin kuliah di Negara lain, tidak hanya di Thailand.

  10. jadi mahasiswa di negeri sendiri ajah perlu persiapan, apalagi di negeri gajah putih. saya setuju hatus ada check list-nya mengingat persiapan gak bs mendadak. drpd ada yg kurang kan

  11. wuiihhhh… tutorial mas arigetas sangat lengkap dan cukup detail. semoga ini bisa menjadi referensi bagi adik-adik yang ingin melanjutkan jenjang study ke thailand

  12. Beruntung banget bisa kuliah di luar negeri. Bener kata Mas Ari, sebelum pergi ke luar negeri, lebih baik persiapkan dulu segala sesuatu yang diperlukan disana. Apalagi untuk kuliah..

  13. Walau nggak ada keingininan untuk kuliah di luar negeri, tapi informasinya tetap saya baca. Siapa tahu nanti anak saya yang kesampaian kuliah di sana. Thankyou mas ^^

    Oh ya, kenangan manis juga boleh di bawa kan ya? Hihihihi

  14. Tipsnya membantu banget nih. Persiapan yang penting diperhatikan dan tidak bisa dianggap sepele juga, tapi waktu baca kecap, bumbu pecel, rasanya ingin ketawa, karena barang yang dianggap biasa ternyata disana jadi sangat berharga ya.

  15. Ini kalo orang awam pasti panik nih kalo mau prepare ke luar negeri. Hahaha 😹 Apalagi masih pertama kali mau take off ke negara orang.

    Informasi yg semacam inilah yg bikin lega karena ada panduan yg menuntun kita dalam mempersiapkan bekal ke luar negeri. ΰΈ‚ΰΈ­ΰΈšΰΈ„ΰΈΈΰΈ“

  16. Aku pengen banget dulu buat kuliah di luar negeri, cuma karena background aku di teknik kimia yo koyok e mumet banget gitu kalo lanjut haha. Buat soon kita ga ada yg tau sih yaa mungkin aja bisa lanjut hehe. Seru banget pastinya kalo bisa kuliah di LN dan yg noted itu ngurus VISA pelajar yaa

  17. Semangat menuntut ilmu
    Karena banyak orang diluar sana ingin punya impian kuliah diluar negeri.
    Memang berada dinegeri orang butuhpersiapan matang, semua harus detail.
    Saya saat kuliah juga merantau ke tempat kakak ibu saya, terkadang rindu kampung halaman meski bukan diluar negeri..

  18. Memang jadi mahasiswa baru itu pasti masih bingung mesti ngapain.
    Namanya juga masih baru, nanti lama-lama mandiri.
    Dan yang paling penting saat menjadi mahasiswa baru ditambah kuliah di luar.
    Obat tolak angin, karena kan perbedaan iklim Indonesia dengan luar pasti beda.
    Kan beda sama di sini, ada warung
    Disana paling semacam supermarket
    Semangat menuntut ilmu !!!
    Karena banyak orang diluar sana yang memiliki impian sepertimu

  19. Lengkap dan detail banget tulisannya. Bahkan Indomie pun gak kelupaan. Memang, salah satu yg dikangeni dari Indonesia adalah Indomie. Dulu pernah bawain Indomie buat teman yg lagi kuliah di India, seneng banget dia.

    • Disini sbnere ada Indomie goreng yg produksi Malaysia. Tetapi, rasanya kurang satu strip lah ama yg asli Indonesia. Dan lagi, hanya ada indomie goreng disini. Ngga ada Indomie rebus.

  20. Sumpah, itu banyak banget bawaannya. Tapi itu dilakukan demi kenyamanan selama disana.

    Tapi dulu kenapa saya nggak ngejar beasiswa aja ya keluar negeri. Rada menyesal sih, hehe.

  21. Mesti bawa perlengkapan makan juga ya.
    Indomie memang favorit banget ya dimanapun.
    Semoga saya bisa mempraktekkan tips dan trik ini suatu saat nanti

  22. Ini mirip starter pack anak kost pada umumnya, kecuali bagian administrasi seperti ngurus paspor dan visa.

    Eh tapi, apakah di sana belajarnya menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Thailand?

    Ada persiapan belajar bahasa Thailand gak sebelum belajar di sana?

    Kyk Jepang nih, kan ada 1,5 tahun buat mahasiswa asing belajar bahasa Jepang di sana sebelum masuk ke universitas.

    • Iya mb, mirip. Cuma, kalo ke luar negeri, musti lebih waspada jgn sampe ada yg ketinggalan. Terutama sesuatu yg sifatnya pribadi atau lokal Indonesia. Sepele, kayak kecap atau bumbu pecel. Di Indonesia mah gampang nyari, di sini gak ada sama sekali. Kalau dikirim paket jelas mihil bgt.

      Disini belajar pakai bahasa Inggris, sedangkan kalau sehari-hari beli makan pakai bahasa Thai. Kecuali di warung Melayu, boleh lah guna bahasa Malay sikit je.. tak payah guna bhs Thai.

      Belajar bhs Thai tuh jauh lebih sulit krn ada 5 nada (tone). Kata “ma” diucapkan dengan 5 nada berbeda maka punya 5 arti berbeda. Hahaha. puyeng deh.

    • Saya juga punya impian kuliah di luar negeri, biar bisa ngerasain juga suasana kehidupan di negara lain muali dari kultur, makanan, dan tentunya cara pembelajarannya.

      • Ayok mb Riska. Ada banyak kok kesempatan beasiswa. SYarat utama yang musti dipegang minimal adalah TOEFL ITP 525 buat ke Asia semacam Thailand, Filipina.
        Kalau ke Europe n Ausie misalnya, perlu IELTS minimal 6.5 (tergantung bidang apa yang akan ditekuni).

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*