Lebaran 2020 Tanpa Mudik dan Momen yang Hilang Karenanya

lebaran 2020 tanpa mudik supaya tetap aman dari penularan virus corona

Bulan ramadhan sudah mengintip untuk segera datang menghampiri kita. Akan tetapi, sesuai dengan larangan dari para gubernur di Jawa perihal mudik ke daerah asal, membuat aku dan keluarga memutuskan untuk mengikutinya. Lebaran 2020 tanpa mudik ini adalah yang pertama kali, aku dan keluargaku mengalaminya. Haduh, bakalan banyak momen yang akan hilang nih. Sebentar, berarti pandemi korona yang membuat banyak dari kita bekerja dari rumah ini belum selesai dong?

Apakah Mungkin Lebaran 2020 Tanpa Mudik?

Mudik adalah tradisi lebaran yang klasik. Membaca kata mudik, yang ada di benak adalah rumah orang tua, saudara-saudara keluarga inti berkumpul, rumah yang penuh sesak penuh orang dan makanan. Bagaimana dengan kalian? Aku yakin nggak beda-beda jauh kan?

Saat tulisan ini dibuat, 30 Maret 2020, penyebab tidak adanya mudik tak lain adalah si jahat COVID-19. Persebaran virus ini masih menunjukkan tren naik di seluruh dunia pada umumnya, juga Indonesia pada khususnya.

Bisa dan tidaknya mudik tahun ini, sepertinya merupakan pertandingan antara ramadhan vs COVID-19. Apabila selama sebelum hingga selama bulan ramadhan kita bisa #DiRumahAja maka sangat mungkin lebaran 2020 ini bisa kembali mudik.

Lantas, kok aku bisa yakin bahwa lebaran 2020 tanpa mudik itu akan jadi kenyataan? Kan masih 2 bulanan lagi? “Jangan ngawur kamu, Ri!” kata beberapa temanku.

Jujur, aku sangat ingin pandemi corona ini segera berakhir. Akan tetapi, hingga saat ini, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) semakin banyak gara-gara sudah ada sekian puluh ribu pemudik yang nekat kembali ke Jawa Tengah.

Kondisi setiap daerah, setiap keluarga dan setiap orang bisa berbeda-beda. Tetapi, kami memutuskan untuk bersikap aman. Meskipun, dengan tidak mudik maka kami akan kehilangan banyak momen lebaran, seperti:

  • Mudik ke rumah orang tua
    Bapak dan Ibuku sudah meninggal, tinggal seorang Ibu mertua aku di Klaten. Sungguh berat rasanya misalnya nanti lebaran tidak bisa sungkem ke beliau. Akan tetapi, penularan COVID-19 ini sangat berbahaya kepada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun. Meskipun nyesek karena tidak bisa pulang, untungnya Ibu mertua saya rumahnya dekat dengan saudara-saudaranya, sehingga (semoga) beliau tidak merasa sepi.
  • Sholat Ied di masjid masa kecil kami
    Kami biasanya mudik lebaran sekitar 3 hingga 4 hari sebelum hari raya Idul Fitri. Bahkan, anak dan istri sih sudah lebih dahulu mudik karena libur sekolah tuh lebih awal, dibanding saya yang kerja kantoran.
  • Mengunjungi makam Bapak Ibuku
    Sehabis selesai sholat Iedul Fitri, kami sekeluarga besar bergegas ke makam Bapak Ibu yang terletak tidak jauh dari rumah dan masjid. Setelah menabur bunga dan mendoakan, kami pun kembali ke rumah Bapak Ibu.
  • Sungkeman dengan keluarga
    Kebiasaan kami, adalah melakukan sungkeman dari yang muda kepada yang tua. Anggota kami adalah anak-anak Bapak Ibu, para menantu dan para cucu. Ya kadang ada tangis-tangis kecil saat momen ini. Tetapi sepertinya tahun 2020 ini entah bisa ada momen seperti ini.
  • Keliling lebaran ke keluarga Ibu Bapak
    Sehabis sungkeman, kami bergegas keliling ke rumah saudara-saudara Ibu Bapak yang masih ada. Di sana, kami menyambung tali silaturahmi dengan sedikit nostalgia masa kecil kami. Sayangnya, karena aku anak paling kecil di keluarga, aku tidak memiliki ikatan emosi yang kuat kepada keluarga dari Bapak Ibu. Sejak kecil, aku jarang banget diajak interaksi bersama mereka.
  • Makan siang sekeluarga besar
    Setelah acara keliling berlebaran ke keluarga besar, biasanya kami menikmati makan siang di rumah makan yang menjadi sala satu ikon kabupaten Klaten, yaitu pancingan di daerah Janti. Di pancingan ini, menu ikan air tawar yang dimasak goreng dan bakar rasanya sangat enak dan ngangeni. Mungkin bukan hanya lezatnya makanan, tetapi momen kebersamaan ini yang membuat kangen.

Meski, setelah acara makan siang, kami agak-agak sedih, karena semua akan membubarkan diri menuju rumah mertua masing-masing untuk lebaran hari kedua.

  • Tidak ada arisan trah
    Trah, adalah garis persaudaraan yang sangat luas. Biasanya kita mengenal hanya sampai anak dari om dan tante kita bukan? Di dalam arisan trah yang isinya bisa lebih dari 200 anggota ini, kita akan bertemu dan lebih mengenal para saudara jauh kita.

Doa terbaik, tentu kita sama-sama panjatkan agar dunia segera terbebas dari COVID-19 ini. Eh iya, jangan lupa puasa ramadhan 2020 ini kita tetap harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya ya. Anak-anak kita yang usia awal Sekolah Dasar, yang semangat ya untuk latihan puasa di tahun ini.

Kalau kalian, momen lebaran paling disuka dan dikangeni apa nih, seandaikata nggak bisa mudik lebaran tahun 2020 ini? Tulis di kolom komentar ya!

About arigetas 196 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

68 Comments

  1. Tahun ini saya boleh merasa lega, Mas.setelah sekian lama keliling berbagai daerah, tahun ini kami udah stay di kampung halaman. Walopun nggak boleh ngumpul-ngumpul, setidaknya masih bisa ngeliat raut wajah orang tua dan mertua. Satu hal yang sangat kami syukuri. Kok bisa pas dengan kepulangan kami ke kampung halaman, ada larangan mudik dari pemerintah.

  2. Perkembangan terbaru sepertinya memang mengharuskan kita untuk gak mudik mas, buat kebaikan diri sendiri juga. Mau gak mau sih, tapi memang pandemi ini memaksa kita buat ngubah budaya, tapi di sisi lain ini juga membuat kita sadar bahwa banyak cara untuk bersilaturahmi di masa kini

  3. lebaran tahun ini bakalan terasa beda banget pastinya. bahkan sepanjang sejarah. semoga semua kembali baik baik saja ya.

  4. Banyak banget pastinya momen yang hilang jika tidak ada mudik 2020 ini. Merindukan momen kebersamaan saat bisa shalat bareng keluarga di hari raya. Semua orang pasti ingin segera pandemi ini berakhir yah sebelum lebaran tapi memang sangat tidak mungkin juga untuk pergi mudik.

  5. Ga pnya kampung halaman jadi ga pernah mudik. Tapi paling Tdk lebaran kali ini secara syariat akan berbeda karena kita mungkin Tdk melihat ritual keriuhan umat menyambut hari nan Fitri. Saatnya kita kembali ke hakikat sejatinya nan Fitri itu ada didalam hati kita masing2 . Selamat menyambut hari kesucian diri..

  6. aneh gak sih kalo lebaran enggak mudik? saya masih enggak bisa bayangin. mbah kakung saya udah sepuh dan tinggal sendiri di solo. huhu enggak tega banget lebaran enggak pulang. Ya Allah semoga pandemi ini udah kelar akhir april, jadi bisa mudiiiik. kepikiran simbah di kampung. di bawa ke sini juga enggak bakal mauu, heu.

  7. Sedih banget pasti ya? Huhuhu apalagi salatiga ke ke Klaten itu deket banget. Tapi untuk tahun ini kayaknya harus bener-bener sabar.

    Arisan trah nya ada pas lebaran, maybe bisa diganti akhir tahun aja. Kalau kami emang setiap Desember sih arisan trah nya mengingat beberapa keluarga ada di kota yang jauh dan tidak bisa setiap lebaran pulang karena mahalnya tiket pesawat

  8. Tidak ada mudik bagi perantau, dan tidak ada silaturahmi juga bagi yang berdekatan, itu berarti pendapatan anak-anak dari uang THR bisa menurun. Kasihan anak-anak.

  9. Moment lebaran kali ini pasti akan berbeda dengan sebelum sebelumnya… tapi saat ini pilihan kita ga ada lain untuk sementara waktu tetap dirumah mas arie.. semoga pandemi ini segers berlalu ya

  10. Ayah dan ibu suami saya juga sudah meninggal mas. Samaan, tinggal ibu saya saja yang ada. Tapi kami masih satu kota. Biasanya lebaran kami sungkem ke rumah ibu saya dulu. Lalu lanjut ke rumah adik ayah suami. Di sana biasanya kami berkumpul karena beliau sudah seperti orangtua sendiri.
    Namun tahun ini, kakak ipar yang tersebar di luar kota gak akan datang berkunjung. Bakalan sepi sekali karena biasanya lebaran ke 2 kami biasanya liburan bareng.

  11. Saya sudah passti nggak mudik tahun ini, Sudah keluar peraturannya “ASN nggak boleh mudik”. Kalau saya yang dikangeni pertama tentu saja aneka jajanan olahan tangan ibu

  12. Huaaaah pengen nangis deh kalau inget orangtua dan ramadan. Pasalnya ibu bapak di kampung cm berdua biasanya di antara anaknya kami ber5 bergilir plg ke sukabumi untuk jenguk, 2 bulan ini blas mereka cm berduaan hiks. Apalagi Ramadan segala ibadah bersamanya membuat rindu huhu

  13. Rasanya tak kan sama lagi. Kebersamaan saat ramadhan bersama teman-teman saat bukber tak kan dirasakan lagi. Tak akan ada lagi belanja takjil di pasar ramadhan. Dan yang akan dirindukan adalah angpao tak akan ada sungkem bersama lagi.

  14. Moment lebaran tahun ini memang akan terasa berbeda mengingat penyebaran virus covid-19 sudah mewabah di Indonesia.
    Ajang mudik, bersilahturahmi ke sanak saudara, tetangga bahkan tarawih di masjid kemungkinan di tiadakan untuk meminimalisir kerumunan.

    Meskipun begitu,tetaplah kita ambil sisi positifnya.
    Walau tanpa mudik sekalipun. Bisa kita manfaatkan smartphone tuk panggilan videi call untuk berbicara saling bertatap muka pengganti mudik

  15. Tahun ini harusnya jatah mudik keluarga kami ke kampung suami di Madura, tiket kereta sudah di tangan. Tapi sepertinya harus batal :(. Padahal anak udah happy banget bakal ke rumah neneknya yang dekat pantai, mau main pasir katanya.

  16. Salam silahturahmi tetap secara online kak, disaat pandemi seperti banyak masyarakat yg tidak bisa mudik, disaat tahun kemarin blm pernah. Saya juga disaat sperti ini hanya mengandalkan zoom atau vidcall untuk melakukan silahturahmi ke jogja, jateng dll. Semoga pandemi ini segera berakhir.

  17. Mudik adalah momen yang sangat ditunggu. Lebaran tanpa mudik, seperti ada sesuatu yang kurang. Sedih banget rasanya, ingat semua saudara yang ada di kampung halaman. Semoga wabah ini segera berlalu dan kita bisa beraktifitas kembali seperti biasa…

  18. Semenjak nenek saya meninggal, saya nggak mudik lagi. Semenjak almarhum ayah saya sakit, kami nggak pernah jalan keliling non keluarga saat lebaran lagi. Habis sholat pulang, sungkem ibu, salim keluarga inti, terus makan. Ke rumah mertua terus makan. Ke rumah kakak terus makan.

  19. Semenjak nenek di di dusun meninggal, saya nggak pernah mudik lagi. Semenjak ayah sakit dulu, kami emang sebelumnya nggak jalan2 keliling lagi. Setelah sholat, pulang ke rumah, sungkem ibu dan keluarga inti. Terus ke rumah mertua lakukan hal yg sama. Paling ke rumah saudara kandung.

    • Kadang, terasa sedih gimana gitu ya Mba, tradisi lebaran pelan-pelan berubah selain karena memang usia sudah makin dewasa, kemudian ditambah adanya pandemi begini.

  20. Saya juga kemungkinan ga mudik ke Lampung, jd tpt mertua aja di Siantar.
    Kangennya sam Ibu pastinya, soalnya ayah dah meninggal. Suasana n makanannya tentu buat kangen juga huhu

  21. Salah satu momen lebaran yg dikangenin itu adalah nerima angpao. Eaaaaa. Itu dulu pas masih kecil. Di keluarga besar saya, angpao akan tetap diberikan kepada siapa saja selama orang itu belum menikah. Jadi, sampai 2013 itu saya masih terima angpao mas. Setelah nikah langsung deh dicabut hak istimewa itu.

    Tahun ini rada kelabu yaa lebarannya. Tapi saya pribadi sudah tekad, walaupun gak bisa mudik dan #dirumahaja, ibadah harus mendekati sempurna. Apalagi alasannya coba? Wong kita di rumah saja, masak buat ibadah saja masih bermalas-malasan. Shalat sunatnya kalo bisa lengkap, tarawih witir, khatam Quran. Minimal shalat lima waktu selalu tepat waktu. Amiiin.

  22. Tahun ini rasanya sedih sekali
    Awal tahunku berduka dengan kepergian bapak
    Niatnya, libur lebaran mau mudik lagi menemani Ibu pasca ditinggal bapak
    Apa daya semua batal
    Semoga wabah ini segera berlalu

  23. Wah saya salut deh Mas atas pengertiannya untuk tidak pulkam dulu. Pertanda sayang dengan orang tua dan orang sekitar. Karena di jalan amat beresiko.

  24. Bakalan kangen banget kumpul bareng keluarga besar. Dan sempet mikir, nanti solat ied apa ga ya? Sedih rasanya lebaran kalau ngga solat ied.

  25. Baru tahun ini sepertinya nggak mudik. Pulang enam bulan sekali, tahun ini bakal setahun nggak pulang. Momen bantuin ibu bikin ketupan H-1 lebaran bakal kelewat di tahun ini. Semoga Covid-19 ini segerah enyah Ya Allah..

  26. Kalau saya mudiknya sewaktu waktu. Gak harus lebaran. Apalagi lebaran macet mau mudik kadang malas. Nunggu momen lainnya.

    • Wah sama Mas… aku kebetulan juga mudik dari Salatiga ke Klaten. Bisa sering-sering mudik, tetapi saat ini mau gak mau ya tetap di rumah sendiri dulu.

  27. sepertinya taun ini dikeluargaku juga lagi ancang-ancang bakalan nggak keliling keliling. Kondisi masih seperti ini, tapi kita berharap sebelum lebaran sudah usai. Semoga

    pastinya suasana lebaran bakalan sepi, kalaupun solat id ditiadakan dan cuman solat dirumah, mau gmana lagi ya
    nggak bisa pergi keluar kota di rumah sodara, nggak bisa guyon secara langsung.

  28. ya kalau saya momen yang paling dikangeni adalah foto bersama keluarga besar. mulai bapak, mas, dan beberapa anaknya. yah semoga aja ini cepat berakhir, sembari bernafas besar (ambekan gede dalam bahasa jawa)

1 Trackback / Pingback

  1. Menu Takjil Buka Puasa Ramadhan 2020, Bergizi dan Sehat - arigetas

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*