Diet Menurunkan Berat Badan Aman ala arigetas.com

Makan berasama pasangan menggoda kita merusak pola diet menurunkan berat badan kita

Ada banyak sekali metode diet dan dari sejak lama, orang mencoba mempraktekan segala metode diet tadi, demi menurunkan berat badan. Tetapi, banyak yang akhirnya menyerah dan berhenti. Sebagai orang yang pernah mempunyai berat badan hingga 72 kg, pun juga pernah mencoba dan akhirnya menemukan pola diet yang pas bagi saya,

Diet menurunkan berat badan adalah

Perlu dicatat, saya bukan ahli gizi atau berasal dari latar belakang kesehatan. Dari banyak rujukan, diet adalah jumlah makanan yang dimasukkan ke tubuh dengan tujuan untuk menurunkan, menaikkan hingga mengharuskan atau justru melarang jenis makanan tertentu.

Misalnya, diet rendah kalori artinya memakan segala sesuatu yang berkalori rendah. Diet rendah gula artinya memakan sesuatu yang minim kandungan gula (misal memakan kentang daripada nasi). Atau juga diet tinggi protein misalnya harus makan putih telur 10 butir per hari.

Saya pun setelah operasi pemotongan usus halus, dokter memang meminta saya diet 10 butir putih telur per hari demi mempercepat sembuhnya luka operasi selama 4 minggu. Dan itu sangat membosankan dan bikin hoek hoek lhoh!

Baca juga: cara ampuh menghilangkan ngorok

Dinamika Berat Badan Saya

Pada jaman kuliah, pola makan saya masih terkendali dan berat badan berkisar 50-an kg. Oh iya, tinggi badan saya 168 cm, sehingga menurut hitungan BMI (Body Mass Index), saya termasuk kurang. Kemudian, setelah saya bekerja 2 tahun, berat badan beranjak naik dan mencapai puncaknya yaitu 72 kg (BMI: awal obesitas I). Oh iya, semua berat badan itu dicapai saat saya bisa dibilang sama sekali tidak berolah raga.

Saat berat badan saya 72 kg, sungguh badan ni terasa berat mau ngapain saja. Jalan rada jauh pun sudah terasa capek dan ya, saya mudah ngantuk dan selalu lapar. Haduh.

Arigetas, 2014

Kemudian, saya terbersit pikiran untuk diet menurunkan berat badan. Aneka diet yang sudah saya lakukan sendiri antara lain adalah:

1. Diet menurunkan berat badan dengan mengurangi makan banyak-banyak

Tanpa berolahraga, saya mengurangi asupan makan saya, menjadi 1/3 porsi saja dan tidak ngemil sama sekali secara berangsur. Di awal 5 hari, saya makan 1/2 porsi 3x sehari, hingga akhirnya saya mengurangi hingga 1/3 porsi.

Hasilnya? Setelah 2 bulan, berat badan saya memang berkurang menjadi 63 kg (BMI: sehat hampir berlebih). Tetapi, badan saya terasa lemas dan tidak bersemangat macam kekurangan energi. Saya berhenti melakukan diet jenis ini.

2. Diet menurunkan berat badan dengan mengurangi karbohidrat saja

Setelah menjalani pola diet pada poin #1 di atas dan merasa gagal (karena berat badan turun tapi lemas dan tidak produktif), saya pun kembali ke pola makan biasa. Tentu saja, akibatnya berat saya pun kembali ke kisaran 70 kg ++.

Kemudian, kebetulan saya ditugaskan belajar di Thailand. Di sana, saya menjalani pola hidup yang benar-benar teratur yaitu makan 3x dengan nasi porsi standar (karena beli di kantin kampus yang murah) dan minim ngemil. Di Thailand lah saya menemukan kembali semangat main badminton.

Untuk lauk (daging dan sayur) saya makan porsi normal. Untuk nasi, saya mengurangi minimal separo saat bukan hari bermain badminton. Nasi porsi standar tetap kukonsumsi saat hari bermain badminton.

Hasilnya, berat badan berkurang ke 67-69 tetapi lingkar perut berkurang banyak! Energi selalu terasa ada, tidak mudah mengantuk dan … SEHAT tanpa masuk angin atau pusing saat di Thailand menjalani diet ini.

Akhirnya, saya merasa bahwa diet yang paling pas buat saya ya kombinasi antara mengurangi nasi (karbohidrat, termasuk roti dll), lauk daging dan sayur buah porsi normal DAN rutin olahraga badminton selama 2 jam seminggu 2-3 kali.

Junk food dan fast food berbahaya karena mengancam keberhasilan diet menurunkan berat badan

Bagaimana mengukur diet kita sudah pas?

Bagi saya, mengukur diet yang pas itu dengan hasil coba-coba sendiri. Memang, hanya mengurangi karbohidrat, tetapi tidak langsung drastis. Patokan diet saya adalah:

Saya makan 3/4 porsi nasi kemudian badminton 2 jam non stop, apabila saya tidak merasa lemas maka masih bisa saya turunin dikit lagi porsi nasinya. Intinya, asupan makanan saya bisa cukup untuk tenaga harian dan badminton 2 jam.

Arigetas, 2018

Nah, itulah detil pola diet dan aktivitas olahraga yang saya terapkan. Bagaimana dengan pola diet yang cocok bagi anda?

arigetas

Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

2 Comments

  1. Aku juga lebih cocok kalo dibarengi dengan olahraga kak. Pilihanku zumba sih hehe krn gak ngebosenin. Untuk dietnya aku kurangi gula dan karbo, serta minyak2an dan lemak.

    • Iya kak. Btw ngurangi minyak yang aku masih suliiiiittt… Tempe goreng uyah bawang tu masih favorit bangetttt.

      Makasih udah berkunjung… ^^,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *