Kunci Sidik Jari WhatsApp untuk Privasi yang Lebih Baik

Coba anda ingat-ingat. Sudah berapa kali anda malu atau canggung saat menemukan fakta bahwa anak anda tidak sengaja ataupun usil, mengirimkan aneka stiker ke grup WhatsApp (WA) kantor anda? Solusinya cuma satu yaitu aktifkan kunci sidik jari WhatsApp anda. Berikut tahapan penggunaannya.

Budaya anak pinjam HP dan keingintahuannya

Di era kekinian saat ini, anak sering meminjam handphone (HP) orang tua, terutama untuk melihat YouTube. Di sisi lain, orang tua banyak yang merasa “terganggu” oleh anak atau justru memberikan HP-nya ke anak. Tujuannya jelas agar si anak diam karena fokus ke HP.

Kebiasaan seperti itu sebenarnya tidak salah, asalkan ada batasan jam main khusus. Saya tidak tahu berapa idealnya, menurut kesehatan atau psikologi. Adapun yang berlaku di keluarga kami, Aria (8 tahun) hanya boleh melihat YouTube saat hari Sabtu (siang 1 jam dan sore 1 jam) dan Minggu (pagi-siang 1 jam dan sore 1 jam). Saat memegang HP itulah, biasanya sifat keingintahuan si anak akan mulai muncul.

Pinjam HP = eksplor HP di semua aplikasi

Tak jarang, saat anak meminjam HP, dia tidak hanya membuka YouTube. Seringkali, saat di tengah waktu menonton YouTube, tiba-tiba ada notifikasi pesan WhatsApp muncul. Saat itu, refleks si anak bisa jadi penasaran: “Eh ada pesan masuk, kira-kira apa ya”.

Kemudian saat orang tua lengah, bisa jadi anak pun membuka-buka aplikasi pesan (WhatsApp, Line, Facebook Messenger ataupun Telegram). Saat ini, pada kesemua aplikasi pesan tersebut mempunyai fitur kirim stiker yang isinya imut-imut hingga lucu. Meski ada juga sih stiker-stiker yang rada porno dikirimkan (biasanya di grup bapak-bapak).

Karena si anak membuka WhatsApp misalnya dan ada yang sedang mengirim stiker, kemudian si anak pun iseng untuk membalasnya. Kalau masih chat personal mungkin tidak akan menjadi masalah.

Kadang-kadang, anak tidak tahu dan membuka grup WhatsApp kantor dan justru ngebom kirim-kirim stiker di sana. Duh, bikin malu bukan?

Kunci Sidik Jari WhatsApp = solusi jitu

Tahap keamanan HP saat ini sudah beraneka ragam. Pola kuncian yang digambar, pemindai sidik jari hingga ke pemindai wajah. Akan tetapi, sistem keamanan yang saya sebutkan tadi hanya digunakan untuk mencegah orang asing yang ingin membuka kunci HP kita. Tetapi sekali kunci dibuka, maka anak pun bisa leluasa membuka aneka aplikasi yang terinstall bukan?

Saat ini, sudah ada fitur kunci sidik jari WhatsApp yang digunakan untuk membuka akses ke aplikasi WhatsApp. Jadi, orang tua setelah membuka kunci HP dan membukakan YouTube, bisa merasa tenang karena anak tidak mungkin bisa mengotak-atik pesan WhatsApp kita.

Langkah untuk mengaktifkan fitur sidik jari pada aplikasi WhatsApp

Pertama, anda harus mempunyai aplikasi WhatsApp yang terkini. Silakan masuk ke Google Playstore bagi yang menggunakan sistem Android, pilih WhatsApp dan update.

Kedua, buka WhatsApp, masuk ke Settings –> Account –> Privacy –> scroll ke bawah –> fingerprint lock.

Tahapan cara aktifkan fingerprint atau kunci sidik jari WhatsApp

Ketiga, pada menu Fingerprint lock –> unlock –> pilih waktu mulai mengunci (immediately itu langsung mengunci saat kita keluar dari WhatsApp) –> rekam sidik jari anda –> SELESAI

Nah, maka ketika semua selesai, saat anda keluar dan membuka aplikasi WhatsApp, akan ada permintaan untuk memindai sidik jari anda.

Fitur pengunci sidik jari pada WhatsApp telah aktif

Selamat mencoba!

Baca juga:
>>> Download aplikasi WhatsApp untuk PC/Laptop/Desktop anda <<<

About arigetas 148 Articles
Mahasiswa master di Prince of Songkla University, Thailand. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak laki-laki pintar, lucu dan usil.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*