10 Hal yang Ingin Aku Lakukan Saat Pandemi Corona Berakhir

Ketika Pandemi Corona Berakhir berarti bisa kembali liburan sekeluarga tanpa khawatir

Pada triwulan pertama tahun 2020, Indonesia bersama banyak negara lain sedang berjuang mengatasi pandemi corona. Kebijakan work from home hingga sekolah di rumah, sedikit banyak membuat bosan, tekanan batin hingga kekhawatiran semakin melanda hati. Aku pun bermimpi. Apa ya yang akan aku lakukan saat pandemi corona berakhir nanti?

Kapankah Pandemi Corona Berakhir?

Aku masih ingat saat kecil diceritakan almarhumah Ibuku, tentang adanya wabah (pagebluk) di dusun Ploso, kabupaten Klaten pada jaman dahulu, pada saat nenek aku masih kecil (awal 1900-an, ibuku lahir 1940-an). Saat itu, saking parahnya wabah, terkenal dengan sebutan sore sakit pagi meninggal atau pagi sakit sore meninggal.

Aku sendiri kurang paham, wabah jenis apa yang dimaksud karena di Jawa pada masa itu ada beberapa kali wabah. Malaria, cacar dan pes merupakan tiga wabah yang menyerang saat itu. Saat aku kecil, kisah wabah tersebut aku anggap tak lain hanya kisah dongeng masa lalu, sebagaimana kisah nenek aku menjadi pejuang kemerdekaan. Tugas beliau adalah menyelundupkan senjata di dalam tenggok isi aneka sayuran.

Saat ini, 2020, ketika aku sudah tidak mempunyai orang tua kandung, pandemi corona meyerang dan membuat khawatir banyak pihak. Saat tulisan ini ditulis, terdapat 686 kasus terkonfirmasi positif dengan 55 kasus meninggal (8,01%).

sumber: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

Sejujurnya, aku yakin ada banyak sekali orang yang ingin pandemi ini segera berlalu. Ada banyak teori yang mengatakan bahwa untuk menyelesaikan pandemi, kurva lonjakan kasus baru harus segera melandai misalnya. Ada juga yang melontarkan teori serem yaitu nanti akan ada seleksi alami, dimana manusia yang bertahan hanyalah yang memiliki antibodi kuat dan lain sebagainya.

Apapun teorinya, aku percaya dengan tekad dan upaya seluruh tenaga kesehatan Indonesia dalam menyelesaikan pandemi ini. Aku dan keluarga, cukup membantu dengan tetap berada di rumah saja dan tidak menyebarkan hoax.

Andai Pandemi Corona Berakhir

Aku dan keluargaku yakin, bahwa pandemi corona ini akan segera berakhir, setidaknya bisa dikendalikan hingga tuntas sekitar 1-2 bulan lagi. Hingga saat itu tiba, maka kami hanya bisa bertahan sebaik mungkin dengan meminimalkan kontak dengan orang-orang. Berikut di bawah ini 10 hal yang ingin aku lakukan, saat pagebluk ini berakhir.

1. Absensi kerja secara normal dan bersalaman

Mungkin ini terbaca sebagai sesuatu yang aneh, tetapi setiap pagi saat kami melakukan presensi finger print biasanya bertemu dengan rekan-rekan kerja yang juga akan melakukan presensi. Dengan wajah ceria pagi, kami saling bertegur sapa guyonan dan bersalaman sebelum menuju meja kerja masing-masing.

Momen kekeluargaan diatas yang sejak 2007 aku temui setiap pagi ini, terpaksa hilang saat ada pandemi. Karyawan melakukan presensi satu demi satu dan nyaris tanpa obrolan dan langsung cuci tangan pakai sabun setelahnya. Tentu, karyawan tidak ada yang berjabat tangan sebelum akhirnya menuju ruangan masing-masing.

2. Melihat anak sibuk bersiap sekolah pagi

Selama pandemi, anak kami melakukan kegiatan belajar mengajar secara online melalui WhatsApp. Sedangkan aku, karena bekerja sebagai peneliti di bidang perkebunan, mau tidak mau musti ke lapangan mengecek plot penelitian. Meski sebenarnya aku sangat ingin lho menerapkan work from home.

Ketika hari normal, aku masuk kerja jam 7:10 WIB. Adapun anak kami, Aria, masuk sekolah jam 7:00 WIB. Setiap hari aktif, kami biasanya mandi sekitar pukul 5:45 dan sarapan bareng jam 6-an pagi. Jam 6:30 Aria sudah dijemput mobil yang akan mengantarkannya ke sekolah.

Saat pagi hari yang biasanya sibuk dan kadang ruwet itu, ada saja dramanya. Kadang drama lucu tetapi juga kadang drama berupa istri saya yang marah-marah karena ada yang nggak beres. Momen inilah yang sebenarnya salah satu yang akan aku ingat hingga tua nanti. Bisa dibilang, salah satu momen bonding dengan anak kami.

3. Jalan-jalan minggu pagi sekeluarga

Kalau poin nomer tiga ini jelas. Meskipun tidak setiap weekend kami jalan-jalan, tetapi saat pandemi melanda, otomatis momen ini hilang seutuhnya. Jangankan jalan-jalan minggu pagi ke jalan baru di Salatiga kota, atau ke taman Tingkir. Jalan keliling kompleks perumahan saja kami sekarang tidak setiap hari, itupun super pagi supaya tidak berpapasan dengan orang lain.

Keluarga kecil kami masih beruntung, karena ada halaman samping rumah yang bisa dipakai bermain Aria bersama adiknya, Arka. Paling tidak, bisa lebih digunakan untuk membasmi kebosanan terkunci di rumah. Oh iya, hampir setiap pagi aku dan Aria, melakukan senam pagi lho. Kami memilih SKJ 88 yang klasik, simpel dan durasinya tidak lama.

Nostalgia masa aku kecil πŸ˜€

4. Makan bersama sekeluarga

Budaya yang kami tanamkan kepada anak-anak kami tentang jajan (makan di luar rumah) adalah perlu sesekali, tetapi tidak harus. Misalnya jajan di Pizza Hut, dalam setahun paling hanya 1-2 kali saja saat ultah pernikahan kami yang digabung dengan kenaikan kelas. Jajan di Spesial Sambal atau Star Steak saja tidak setiap bulan kami lakukan. Sehingga, momen makan bersama di resto-resto tadi sengaja kami atur sebagai sesuatu yang spesial.

Oh iya, mungkin kultur jajan ini berbeda dengan apa yang teman-teman blogger lain lakukan. Bagi kami, makanan yang menurut kami termasuk jajanan biasa ya paling soto, martabak, angkringan hingga sate di dekat perumahan saja. Saat mudik ke klaten pun, kami suka banget makan pecel telur dadar. Kami memilih untuk berhemat agar uangnya bisa dipakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Selain karena alasan hemat, kami termasuk orang Jawa yang kalau belum makan nasi ya belum kenyang πŸ˜€

Semoga pandemi segera berakhir, sehingga kami bisa kembali menikmati waktu keluarga yang berkualitas dengan jajan yang murmer ini.

5. Menikmati belanja bulanan

Mungkin aku adalah salah satu dari lumayan sedikit suami yang hobinya belanja bulanan. Tanpa istri pun, aku semangat lho pergi belanja berbekal daftar belanjaan saja. Di kota Salatiga, hanya ada beberapa swalayan dengan harga grosir yang biasanya sangat ramai pengunjung, sehingga membuat kami was-was berbelanja saat pandemi.

belanja kebutuhan bulanan menjadi mengerikan saat pandemi corona karena kita berinteraksi dengan banyak orang di ruangan tertutup
Aria Arka sepertinya juga akan hobi belanja nantinya πŸ™‚

Ketika pandemi corona ini berakhir nanti, kami sekeluarga akan sangat menikmati belanja bulanan ini. Semoga bisa segera terlaksana ya. Aamiin.

6. Main ke taman kota Tingkir Salatiga

Salah satu bentuk bonding waktu berkualitas dengan anak kami adalah dengan pergi bermain ke taman Tingkir kota Salatiga. Agenda di taman tersebut sederhana, Aria dan Arka akan menyewa mobil-mobilan listrik dan berkeliling taman Tingkir 1 kali, bermain ayunan di dalam taman dan sarapan bersama.

7. Wisata ke luar kota

Keluarga kami termasuk yang jarang pergi berwisata luar kota. Penyebabnya cuma satu, yaitu jadwal aku yang relatif padat. Terakhir kami pergi wisata luar Salatiga ya saat menghadiri resepsi saudara di Wonosobo, kemudian mampir ke kebun teh Tambi.

Berikutnya, kami sih merencanakan ingin pergi ke Bandung untuk menikmati beberapa bentang alamnya. Semoga setelah pandemi ini berakhir, bisa terlaksana ya. Semoga juga bisa mengambil cuti di kantor πŸ˜€

8. Mudik ke Klaten

Saat Bapak dan Ibu aku dan ibu mertua masih hidup, kami biasanya mudik ke Klaten setiap 1-2 minggu sekali. Saat ini, tinggal ibu mertua yang ada dan beliau malah justru yang lumayan sering mengunjungi kami. Dengan demikian kami memutuskan hanya pulang ke Klaten paling setiap bulan sekali, dengan agenda membersihkan rumah Bapak Ibu dan sekaligus menengok makam mereka.

Selama pandemi ini, kami memutuskan untuk tidak pergi ke Klaten hingga nanti kondisi sudah normal kembali.

9. Kembali berinteraksi dengan tetangga perumahan

Meski bukan sebagai warga yang selalu aktif ikut semua kegiatan, aku dan istri tetap berusaha ikut bergaul (srawung) dengan tetangga. Aku bersama tetangga ikut main badminton di klub yang sama, juga ikut jaga ronda. Istri aku termasuk yang lebih aktif sih dibandingkan aku misalnya dia mengurusi kegiatan dasa wisma (DAWIS) gang perumahan kami. Bahkan dawis gang Cempaka sampai sudah membentuk kampung literasi cempaka lho.

Berdasarkan keputusan Desa, per minggu ini akibat pandemi, semua kegiatan kumpulan warga, jaga ronda hingga pengajian pun ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Juga, anak-anak kami sementara waktu dilarang untuk bermain bersama. Sedih sekali rasanya.

10. Kembali Bermain Badminton

Badminton, merupakan olahraga favorit aku. Selain karena memang membuat ketagihan, dari badminton pula aku pernah dapat medali dan hadiah saat ada lomba level kampus dan kantor. Saking cintanya sama olahraga tepok bulu ini, aku sampai pernah beberapa kali jadi koordinator badminton.

Saat ada pandemi Corona, tidak hanya pertandingan level nasional dan internasional yang dihentikan. Nyaris semua klub badminton pun sudah meminta anggotanya untuk berlatih mandiri di rumah masing-masing. Sebenarnya, klub kantor aku masih bermain 2 kali per minggu, tetapi aku lebih memilih tidak ikut dahulu demi keamanan bersama.

Kalau kalian, punya keinginan apa nih saat nanti pandemi corona ini berakhir? Silakan tulis di komentar ya!

About arigetas 175 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

97 Comments

  1. Pengen nonton di bioskop, pengen nyalon, pengen jalan-jalan sama keluarga, pengen nongkrong di kafe.. ingin ini ingin itu.. banyak sekali… kok jadi nyanyi lagunya Doraemon wkwk… Semoga corona segera berakhir.. aamiin.

  2. Kangen ngajakin anak main ke Mall, kakakkk. Terus makan bareng di restoran yang sesekali banget dilakukan. Kurang piknik nih rasanya di rumah aja

  3. Aku kangen ke pasar, beli sayuran segar, ikan segar, trus ke penggilingan daging, buat bahan baku kulakan dimsum, anter-anter pesanan keliling Sekayu. Antar jemput anak sekolah, dan nemanin suami di proyek. Semoga wabah ini cepat berlalu ya, allah. Aamiin

  4. Ya ampun saya habis baca ini kok sedih ya perasaan baru beberapa minggu virus ini di Indonesia, udah bikin orang berandai-andai :'(, semoga smua cepat berlalu ya biar aktivitas kita bisa kembali berjalan seperti dulu.

    • Lho kok sedih … andai-andai yang aku tuliskan ini kan tentang keyakinan bahwa pandemi korona akan segera berakhir, sehingga aku menyusun list kegiatan apa saja nantinya kak πŸ™‚

  5. Wah ternyata di Jawa juga terkenal ya Pagebluk. Kirain saya itu bahasa Sunda. Dulu di kami juga di Jawa Barat ada istilah ini. Nah aku juga lupa wabah apa yang menyerang seingat saya pernah ada wabah kolera, disentri, cacar. Namun pagebluk ini secara spesifiknya wabah apa saya juga kurang faham.

  6. Semoga badai ini cepat berlalu mas. Jadi bisa tercapai keinginan mas ari yang ada di list. Di jogja pandemi ini udah bener2 bikin ekonomi setempat agak menurun drastis. Kita harus bisa melewatinya, dan pastinya selalu jaga kesehatan selalu. Salam untuk keluarga mas

  7. Walaupun aku orang rumahan, tetep aja dirumahkan gini yaaa gimana gitu. Biasanya mau pergi tinggal pergi aja. Sekarang mikir 1000X. Kalau pandemic berlalu, pengennya ke Ambon. Haha…

  8. Wih udah di list aja nih pada mau kemana setelah pandemi ini selesai. Emang bener sih sekarang rasanya kangen banget beraktifitas normal kembali. Rasanya kalau di rumah terus berasa beda banget.

  9. Banyak ya yang dikangenin, aku yakin lebih dari itu. Sepertinya wabah ini sekaligus membuat kita belajar bersyukur di setiap kegiatan yg kita lakukan, karena kalo sudah begini terasa sekali saat2 bisa melakukan semua kegiatan.

    Oh ya, aku baruuj aja tadi pagi dengar istilah pagebluk, tapi ga ngerti, apa yang “kena pagi meninggal sore”, eh disini dapat penjelasannya

  10. Hiks…gak nyangka ya bakal sesedih ini gak bisa keluar rumah..semoga virus Corona segera berakhir dan kita semua bisa melewatinya dengan tetap dijaga sehat sama Allah aamiin!

  11. Semoga pandemi ini segera berakhir ya Mbak. aku juga pengin banget merasakan hal normal. Seandainya sudah membaik aku pengin nonton film di bioskop sama suami hehee udah kangen jalan2

  12. Mas Ari,, mungkin saya termasuk bagian minoritas orang yang gak gabut dengan #stayathome n wfh ini. Saya seneng bs berlamaΒ² di rumah… Gak selalu kejarΒ²an dg jam mengajar seperti biasanya, atau rapatΒ² yg kadang ngebosenin, Alhamdulillah jd bs santaiΒ² lebih lama di kamar, ngeblog, cekiΒ² naskah buku ketiga.. Ahh indahnya #dirumahsaja

  13. Sama, Mas. Walau saya sebelumnya memang banyak bekerja di rumah, tapi tetap ada pengaruhnya juga. Setidaknya saya tidka bisa refreshing ngebolang dekat-dekat rumah dan bercumbu dengan alam hehehe.
    Semoga corona segera berakhir ya, Mas, dan kita bisa beraktivitas normal kembali, Aamin.

  14. Semoga wabah corona ini segera berakhir ya Mas, pada bosan kita berdiam diri di rumah. Apalagi sebentar lagi masuk Ramadhan, gimana tarawehannya. Yang penting jaga diri dan kesehatan dulu ya.

  15. Aku juga suka belanja bulanan mas, entah kebiasaan ini akan tetap berlanjut atau enggak pas nanti nikah, tapi sekarangpun sama pasangan suka belanja bareng, seru aja gitu.

    Pandemi ini memang banyak merubah kebiasaan kita, semoga semuanya cepat berakhir dan kembali kepada sedia kala

    • Saat ini, belanja bulanan aku yang berangkat sendiri ke kota, itupun berangkat pagi-pagi trs super cepat belanjanya. tentu lengkap dg masker dan banyak hal yang diwaspadai, terutama ngga menyentuh area wajah.

  16. Semoga virus corona segera berakhir ya, Mas. Agar kita bisa beraktvitas normal seperti sebelumnya. Aamin.
    Saya pun ada rencana-rencana yang ingin saya tuntaskan saat corona berakhir. Salah satunya jalan-jalan naik motor menyusuri wisata Indonesia yang di sekitar tenpat tinggal saya hehehe.

  17. Saya cuma pengen kembali ke aktvitas saya dulu lagi mas. Keluar bebas tanpa was was. walaupun cuma ke taman usu atau keliling kota naik sepeda motor, hehe. Corona… cepatlah berlalu..

  18. Pandemi ini mengajarkan kita waktu itu singkat dan sangat berharga. Sesuatu terasa bermakna jika sdh hilang (walaupun) sesaat. Dulu sebelum pandemi dtg seberapa sering kita mengabaikan janji dengan teman, melewatkan keindahan bunga dan pepohonan ditaman, bertemu tatap muka dengan teman eh malah sibuk berhape ria..nah sekarang kangen deh masa itu..semoga kita semua dapat lebih baik setelah pandemi ini berakhir .Amin YRA

  19. Semoga corona cepat berakhir jadi bisa secepatnya me cepatnya realisasikan semua semua rencana yang sudah dibuat.
    Btw enggak ada wisata ke Kopeng dalam list ya mas ari? Hahaha denger-denger sudah jadi keren banget sekarang

  20. Salfok sama nama nama kota yg disebutkan jadi remind me hahha
    Salatiga inget kang Abik
    Klaten inget sop ayam pak min walau makan pertama kali di jogja
    Ss inget pertama makan di Solo haha, sambal mangga favorit akuhhh
    Tapi sayang pas buka cabang di medan kurang laku, kaya nya karena salah pilih tempat aja siiik

    *aku ragu komen awalku masuk, tadi lelet banget wifi, kalau masuk berati komenku dua hahaha

  21. Semoga berlalu biar rencana pernikahan abis lebaran nanti bisa berjalan hikss,
    Btw kota kota yg mas Ari sebutkan ingetin aku sama beberapa hal,
    Salatiga : novelis ayat-ayat cinta, kang Abik
    Klaten : sop ayam pak Min walau makannya di Jogja haha
    SS : pertama makan aku di Solo trus di Jogja juga, eh pas buka di kota tinggalku di Medan, ss gak laku tapi kurasa salah tempat aja sihh,

    Lah jadi panjang hahaha

  22. Aamiin. Dengan membuat list begini, secara tidak langsung juga ikut menyemangati diri sendiri utk melawan corona. Kita rindu dgn kebiasaan2 yg nggk bisa dilakukan krn corona, jdnya semangat utk jaga kesehatan, kebersihan, dan mematuhi himbauan pemerintah, sembaru berharap pandemi ini cepat berakhir

  23. Setelah pandemi corona ini berakhir, banyak juga hal yang ingin aku lakukan. Setelah 10 hari melakukan social distancing dan tidak keluar rumah, rasanya ingin nanti berjalan-jalan dan menikmati udara di luar.
    Semoga saja pandemi ini segera berakhir yaa…

  24. Yeayyy, aku juga mau nulis gini laahh. Supaya engga sutris di rumah melulu :)))
    Jujur aja nih, sebenernya udah matgay bangeettt kudu karantina mandiri seperti sekarang.
    Duh, lihat akun IG mall, hasrat window shoppingku meronta-ronta! ehehehehe
    Tapiii demi kebaikan bersama, ya sudahlah ditahaaaaannnn dulu aja πŸ™‚

  25. Covid-19 ini juga seperti pengulangan sejak 100 tahun ke belakang kak, coba kakak telusuri sampai 4 abad ke belakang, tiap 100 tahun wabah pandemi selalu melanda dunia.

  26. Wahai Mas Ari, sesungguhnya emak ini rindu belanja bulanan dan menghabiskan waktu lama untuk ngedorong troli di Superindo atau di Transmart. Hahaha. Belanja bulanan salah satu cara full time mom menghilangkan stres di rumah. Namun, kali ini emak pun harus bertahan demi kebaikan bersama, terutama kebaikan keluarga.

    Jadi pengen nyanyi “Andai” GIGI. Tinggal ganti liriknya. Hehehe

  27. sedih banget ya mb dengan adanya wabah ini banyak yang harus kita jadikan waktu untuk instrospeksi diri tapi semoga ga lama ujian ini. Sedih banget liat korban berjatuhan nda dampaknya ga cuma itu dibidang ekonomi pun ikut kena imbasnya. hiks jadi sedih kalau mengingat apa yang lagi terjadi

  28. Banyak ya… gimana kalau sekarang, pas kayak gini nih dipaksa gak boleh keluar rumah, dipaksa atau terpaksa ataua apa gitu… dijadiin waktu buah memahami istri lebih baik hahhaa… #CurhatanEmakEmak :))

  29. Wah, banyak list yang akan dilakukan yaa. Memang pandemi ini merenggut banyak hal… Semoga segera berakhir ya, saya sendiri sudah worry sekali. Karena masih wajib ngantor, was-was kalau terpapar atau malah memaparkan virus kepada keluarga…

  30. Kalau saya sih teteuuup, maunya traveling ke daerah-daerah yang belum pernah didatangi, ngumpul bersama keluarga besar mamah dan pingggiiinnn sekali main-main ke Pantai berenang dan menikmati sinar mentari sore yang membuat kulit gosong.

  31. Semenjak Negara Api, eh… Wabah Corona menyerang, hampir sebagian aktivitas yang biasa kami sekeluarga lakukan juga terhenti sementara. Saya juga kadang suka ngajak bocah makan di Domino’s Pizza atau Burger King, tapi sekarang stop sementara.

    Biasanya saya juga keliling komplek naik motor, tapi udah gak lagi. Lebih memilih diam di rumah.

    Kalo saya masih main badminton sama anak yang gede, meski cuma 30 menit di depan rumah, tapi better lah dapat keringat dan sekaligus berjemur di pagi hari.

    Di kantor juga gak pake salaman lagi, interaksi juga agak jaga jarak.

    Duuh kangen seperti semula lagi. Semoga saja wabah ini segera berakhir ya, aaamiiin

  32. Kangen melakukan aktivitas seperti dulu lagi, belanja, makan dan berpergian tanpa rasa was-was. Rindu kembali bersosialisasi dengan teman-teman dan tetangga. Beruntungnya kita hidup di era digital, masih bisa berinteraksi lewat internet dan informasi bisa disebar cepat guna mencegah penularan lebih meluas. coba seperti jaman dulu. Duh, nggak bisa dibayangkan wabahnya bakal separah apa.

    • Iya ya mb. Andai physical distance policy diterapkan dulu sebelum era internet cepat, bakalan dengerin dan liat TV mlulu.. Oia, komunikasi via radio amatir sepertinya bakalan jadi andalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*