Cara Pemasaran Online UKM Saat New Normal

update cara pemasaran online UKM saat new normal

COVID-19 alias virus korona, telah menasbihkan diri sulit untuk bisa hilang dari bumi Indonesia, sejak hadir sekitar akhir bulan Februari 2020. Pemerintah Indonesia pun menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Akibatnya, banyak usaha kecil menengah (UKM) yang menderita karena sulit menjual produknya dengan cara biasanya. PSBB telah berubah menjadi New Normal, yang menandakan cara pemasaran online UKM merupakan jawaban yang tidak bisa ditawar lagi. Apakah benar begitu?

Peluang Pemasaran UKM Indonesia

Sesuai namanya, Usaha Kecil dan Menengah, biasanya identik dengan home industry. Usaha alat kebersihan rumah tangga (sapu, kemucing hingga keset) yang dikerjakan di rumah bersama para tetangga, merupakan salah satu contoh yang saya tahu.

Cara pemasaran mereka bagaimana? Mereka merasa bahwa mengerjakan pesanan dari apa respon pasar tradisional beserta toko di sekitar kampung sudahlah cukup.

Mindset “begini saja cukup” itu berbahaya

Pemahaman “begini saja cukup” sering dianggap pelaku UKM sebagai bentuk pasrah akan rejeki yang diatur oleh Tuhan. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu penghalang utama UKM untuk maju, lho.

Kenapa begitu? Ya ibaratnya para pelaku UKM itu dalam bekerja masih berjalan santai dan bahkan berjalan cepat pun belum, apalagi berlari. Saat ini, pendapatan mereka masih cukup untuk operasional bulanan. Akan tetapi, lambat laun tapi pasti, ketidakmampuan beradaptasi dalam cara pemasaran akan membunuh mereka.

UKM New Normal Harus Online

COVID-19 menghantam usaha pertanian dan perdagangan di Indonesia, dan semua terkena dampak negatif yang parah, termasuk para pelaku UKM. Saat ini, ketika kita memasuki new normal maka cara pemasaran UKM harus berubah dari hanya offline menuju online.

Ada salah satu contoh menarik perihal UKM di Thailand yang bisa diadopsi di Indonesia. Jauh sebelum adanya COVID-19, Thailand memiliki program One Thambon One Product (OTOP). Program ini, mencanangkan bahwa setiap kecamatan harus memiliki paling tidak satu produk unggulan yang bisa diidentikkan. Misalnya, kecamatan A merupakan sentra olahan buah kering, sedangkan kecamatan B merupakan sentra kue.

Pemasaran yang dilakukan bagaimana? Apabila hanya mengandalkan pasar rakyat setiap minggu, maka pendapatan mereka bisa dibilang akan stagnan. Untungnya, di Thailand cukup sering mengadakan festival OTOP yang dipromosikan sebagai salah satu daya tarik wisatawan.

Sistem pemasaran yang dilakukan tersebut bisa disebut setengah online, karena masih memerlukan acara offline dalam menjual, meski acaranya dipromosikan secara online. Setelah acara bazaar, festival atau pesta rakyat tersebut selesai dilakukan maka pelaku UKM di setiap kecamatan akan kembali ke cara pemasaran yang biasa.

UKM di Indonesia masih belum mendapat kesempatan promosi lewat festival sesering di Thailand. Untuk itu, sangat penting agar setiap UKM meng-upgrade diri mereka agar terjun ke pemasaran online

Bagaimana Cara Pemasaran Online UKM yang Tepat?

Perencanaan yang matang, merupakan 50% dari keberhasilan. Agar promosi online UKM mendapat hasil yang optimal, sangat disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan toko virtual sebagai etalase

Toko virtual ini tidak selalu berarti UKM harus mengeluarkan uang, untuk membangun sebuah website. Membangun website khusus adalah hal baik, tetapi merupakan langkah di masa nanti ketika UKM sudah pantas untuk go international.

Sebagai awalan, UKM cukup membuat akun resmi di beberapa marketplace lokal Indonesia saja. Saat nanti produk UKM anda sudah mendapat pasar, bisa diupgrade membuka akun penjual di marketplace yang internasional. Sistem rating, merupakan salah satu kekuatan marketplace untuk membangun kepercayaan terhadap si penjual.

2. Rutin promo di media sosial

a. Pasang WhatsApp Story (Status)

Tipe masyarakat yang cukup awam dengan internet pun, saat ini sudah mengenal apa itu WhatsApp. Selain digunakan untuk media kirim kode ataupun sambat, WhatsApp story alias WhatsApp status sangat tepat untuk media promosi online yang sifatnya personal.

contoh cara promosi online pakai whatsapp story
Contoh bentuk promosi online lewat WhatsApp story (status)

Promosi lewat WhatsApp story (status) sangat efektif, karena kita mengenal si pemasang iklan dan pasti rasa percaya lebih tinggi. Sebagai contoh, ibu-ibu di perumahan anda pasti sering promosi jualan makanan kan di WhatsApp story (status)?

Karena kenal si penjual secara personal, maka konversi iklan dilihat dan pembelian produk akan lebih tinggi. Hanya saja, karena kenal, tak jarang yang memaksa agar si penjual memberikan harga teman.

info dari ibu-ibu perumahan saya

b. Posting di Facebook

Apabila promosi di WhatsApp itu lebih menyasar konsumen yang dekat secara personal, maka posting di Facebook ini menyasar konsumen yang lebih luas dan umum. Ada dua jenis postingan Facebook yang bisa digunakan:

  • Update status publik, artinya kita (anggota UKM) mengunggah status tentang jualan produk di Faceboook, maka akan sampai ke semua teman Facebook kita. Bahkan, saat postingan kita set “public” maka semua orang yang menuju link status tersebut akan bisa membacanya.
  • Posting di grup khusus, merupakan cara promosi lewat Facebook yang lebih terarah. Misalnya ada UKM yang menjual alat pertanian, maka posting di grup Facebook pertanian akan lebih tepat.

c. Promosi di Instagram

Sasaran posting di Instagram berbeda dengan WhatsApp story (status) ataupun Facebook. Produk yang tepat dijual di Instagram adalah yang lebih fokus ke tampilan misalnya untuk UKM yang menjual baju atau kerajinan khas daerah.

Kekuatan Instagram adalah kualitas foto dan fitur galeri. Menambahkan hashtag #bajuanak #batikmurah misalnya, akan memudahkan calon pembeli dalam menyortir produk baju yang mereka cari.

3. Kolaborasi Dengan Blogger Untuk Promosi UX Produk UKM

Apakah anda sudah menonton film Ratatouille? Di film tersebut, ulasan dari jurnalis memegang kendali masyarakat atas kualitas layanan dan rasa dari restoran bukan? Di dunia blogger juga sama, ada namanya food blogger yang fokus membahas aneka makanan dan minuman dari banyak resto dan cafe.

Blogger memiliki subjektivitas yang tinggi, karena mereka hanya mau menulis tentang apa yang dia mau dan minati. Sehingga, pelaku UKM sangat tepat apabila berkolaborasi dengan para blogger dalam mengulas produk-produknya. Strategi ini adalah salah satu cara pemasaran online yang memiliki efek positif yang panjang.

Istilahnya, User Experience (UX) alias pengalaman menggunakan produk anda akan diulas secara langsung oleh blogger sebagai pengguna dan ditulis di blog mereka.

Dalam mengulas, setiap blogger memiliki pendekatan yang berbeda. Sebagai contoh, ada blogger yang mengulas produk anda dari kualitas bahan dan pemilihan warnanya. Kemudian, ada blogger lain yang hanya fokus membahas detil perihal fungsionalitas produk.

Semakin banyak blogger yang terlibat, semakin banyak ulasan maka UX produk UKM anda akan semakin terlihat kelebihan dan kekurangannya. Bentuk kerjasama dengan blogger dalam mengulas suatu produk adalah:

  • Undang blogger ke bazaar UKM, merupakan cara efektif dalam mempromosikan UKM secara umum. Di lokasi bazaar UKM, blogger akan bisa menemukan produk-produk mana yang disukai mereka dan akan diulas serta diposting di blog mereka. Hanya saja, model ini tidak bisa diaplikasikan saat masa new normal ini.
  • Kirim contoh produk ke blogger, adalah cara promosi personal yang tepat, apalagi saat pandemi ini blogger semakin produktif menulis. Contoh kerjasamanya, UKM mengirimkan beberapa produk tas etnik kepada blogger untuk diulas. Biasanya, produk yang dikirim adalah yang sesuai dengan selera si blogger, sehingga ulasannya akan personal dan lebih dalam.

Saat banyak blogger yang mengulas produk UKM, semakin dikenal produk UKM tersebut di mesin pencari (Google misalnya), sehingga semakin mudah produk UKM tersebut ditemukan oleh pembeli prospektif.

arigetas.com (2020)

Dear blogger Indonesia, sudah siapkah kalian berperan untuk kemajuan UKM kita?

About arigetas 207 Articles
Family man. Ayah dua orang putra yang suka iseng, absurd, guyon receh serta hobi main badminton. Terkadang bisa serius.

86 Comments

  1. Hihihi aku suka lihat status kak Ari lagi jualan tapi karena aku ga punya perkebunan jadi mupeng aja dengan pupuk dllnya… Duh zaman sekarang UKM harus paham teknologi

  2. Pemahaman β€œbegini saja cukup” ….
    Bener banget ini, saya temui di banyak teman yang berwiraswasta.
    Emang harus dibukakan mata mereka, bahwa teknologi bisa melebarkan pangsa pasar mereka

  3. Lama2 bisa menjadi kerjasama yang menarik nih antara blogger dan UKM, di daerahku pernah ada gathering blogger tahunan dan selalu datengin UKM kemudian ramai2 diposting, itu membantu sekali

  4. ini bener bgt sih kayakny UKM tuh maish banyak yg mikir kalau “yaudahlah jualan gini aja, yaudah yang penting laku disini”, padhal potensi buat lebih berkembang dan maju bisnisnya itu bisa, asal tau gimana cara bener masarin produknya…

  5. Ada banyak cara sebenarnya Mas untuk promosi dan pemasaran online buat UKM, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Tapi sebaiknya memang maksimalkan yang gratis dulu, kalau sudah profit dan ada dana, baru berbayar. Biar biaya promosinya bisa kembali.

  6. Iya mb bener banget, harus rajin-rajin promosi dan posting, saya sendrii kadang mager banget tiap hari mainan jualan sendiri tapi kalo ngga gitu siapa yang akan tahu dagangan kita kan ya hhe

    • Bener banget!
      Sepertinya memang sepele tugasnya, posting dagangan di media sosial. Tetapi, ternyata praktek nggak semudah teori ya Kak πŸ™‚
      Awal-awal semangat, makin kesini aku pun merasakan rada males-males gimana gitu.

  7. Semoga bisnis UKM daya saing dan daya jualnya mampu menyaingi produk2 besar ya, karena kalau kualitas tuh banyak banget hasil produk UKM yang bagus- bagus πŸ˜€

  8. Sejak pertama kali bikin blog, sebenarnya niche yang pengin dibangun adalah seperti ini. Memperbanyak artikel-artikel semacam ini, dan membuat tutorial ringan buat UMKM. Tapi kemudian… negara CP menyerang.

  9. Seandainya program UKM kita dibuat kayak Thailand ya. Tentunya ada sentra spesifik yang menjadi daya tarik. Tapi masalahnya sekarang saya bahkan bisa dapat oleh2 khas Jawa di Palembang. Jadi bingung apalagi yang khas dari daerah lain hehehe.

  10. Film Ratatouille udah kunonton berkali-kali tapi tetap saja tidak bosan. Ceritanya yang seru dan sarat makna memang mengambil pelajarn. Iya bener sih karena ulasan jurnalis bisa menumbuhkan atau bahkan menjatuhkan sebuah usaha.

  11. Nah iya, Mas Ari. harus segera dibuang jauh pemikiran, aah.. hasil penjualan tergantung rezeki saja. Padahal kalau bisa meningkat, kenapa tidak ya, Mas?
    Dan jalannya zaman now sangat dipermudah dan terbuka lebar. Salah satu jalannya dari media sosial juga.

  12. Di era kayak gini, mau bisnis kecil atau gede emang bener-bener harus mulai ngelirik internet sih ya. Sebagai pelaku UKM, saya sejauh ini masih main di medsos, banyak malesnya hahaha, mungkin mindsetnya emang harus diubah. Thanks infonya bang

  13. UMKM juga harus mengikuti perkembangan teknologi dong.. Meskipun pelaku usahanya generasi di atas kita, ya tetep penting memakai cara baru. Apalagi pengusaha muda kekinian yang ingin memulai bisnis UKM

  14. Normal baru sudah dimulai, walaupun begitu alangkah baiknya sistem online tetap harus dijadikan pilihan. Lebih baik mencegah. πŸ™‚

  15. dalam kondisi apapun ternyata kita bisa menerapkan Cara Pemasaran Online untuk keberlangsungan hidup bisnis yang kita kelola saat ini. New Normal, semoga bisnis-bisnis UKM bisa kembali normal seperti sedia kalanya.

  16. Banyak banget yang melakukan promo melalui status whats up di kontak aku, ini salah satu pemasaran online juga ya. Nah, kadang aku juga kena kok rayuannya jadi pingin beli πŸ˜€ yerbukti ampuh ya cara pemasaran online seperti ini

  17. Mantap solusinya kang Ari. Tapi mengenai hal yang meniru Thailand, sudh dilakukan lho kang. Soalnya tahun lalu pas ovi KKN kampus meminta kmi untuk membimbing masyarakat tempat kami diterjunkan untuk membuat produk unggulan khasnya masingΒ² yng kmi olah dengan kemasan cantik kemudian kami pasrkan pas car free day kabupten.

  18. Saya paling semangat kalau ada kata UMKM, bagaimanapun peran masyarakat bisa sangat mendukung perekonomian negara. Saya juga pernah meliput acara UMKM yang di lawang sewu beberapa waktu lalu. Ibu-ibunya ramah banget dan sabar meladeni pertanyaan saya tentang produk (tenun jepara)nya. Btw, banyak kok instansi sekarang yang mulai mendukung program UMKM di Indonesia, salah satunya pameran dari Bank Indonesia dan pempov Jateng yang saya datangi itu

  19. Beberapa kali bantu teman-teman yang memiliki usaha atau UKM, kadang nggak matok harga karena ada yg baru rilis, yg penting kirim produk biar benar-benar merasakan manfaatnya

  20. Saya juga jualan di status wa
    Tapi memang mesti sabar2 juga ya,hehe… Kadang saya pikir produknya menarik, tapi memang gak dibutuhkan customer

  21. Aku mah siap cuman belum dikenal aja sama penggiat UKM Haha… Tapi sebenernya yang seru jika UKM sudah bisa menemukan marketing daring yang sesuai dengan pasar dan budget mereka, tapi banyak dari mereka yang belum bisa memaksimalkan telepong genggam yang semakin cerdas ya Bang. Sangat disayangkan.

  22. Beberapa minggu ini baru tahu ada marketplace yang mendukung produk kita buat go internasional. Sesimple itu ternyata buat jualan ke LN. Hihihi ketinggalan info dari beberapa teman yang sudah duluan mencobanya.pun kita membeli produk LN nggak susah lagi ya ternyata

  23. Kayaknya pangkalnya adalah di mindset begini saja cukup. Saya sangat setuju dgn penulis. Mindset ini harus dibenahi dulu sehingga pelaku ukm tradisional akan memiliki rasa ingin tahu dan maju, serta mau menerima saran dari orang lain

  24. Inilah saat yang tepat untuk go online untuk semua bisnis UKM, selain lebih mudah niscaya produk UKM akan lebih dikenal oleh netizen yang maha benar.
    GO UKM Indonesia

    • Betul Mas. Saat ini adalah saat yang tepat untuk segera berbenah, berubah atau justru akan mati. Generasi muda harus segera bangun dan membantu UKM di sekitarnya.

  25. Di beberapa daerah di Aceh sudah menggunakan sistem OTOP juga sih mas. Contoh kayak di Desa Rawa Kab. Pidie fokus kepada produksi tikar pandan, di Desa Klibeut jadi sentra produksi kauli tanah. Kalau menyeluruh, UKM Indonesia bisa lebih variatif dan kreatif pastinya. Nah, soal melek digital juga perlu adaptasi sih ya. Kalau pelaku UKM nya adalah pemuda dan targetnya kawula muda, mungkin akan lebih gampang mengimplementasikan promosi online ini. Imho sih ini..

  26. umumnya belum siap belanja online ginih… Selain promosi, masih banyak yg kuatir soal pembayaran sepertinya. Ini sih pemikiranku ajah

  27. Banyak kendala seringkali hasil/ produk unggulan dari ukm belum siap dengan strategi pemasaran di ON Line kan, terutama terkait keberlanjutan Dan kontinyuitas pasokan produk. Sektor industri kreatif spt UKM jika ingin berhasil perlu dipetakan dan selanjutnya diwadahi per kawasan dengan pelatihan IT untuk berbagai inovasi strategi pemasaran dan produksi dan program2 semacam inkubasi bisnis serta pendampingan dari pemerintah, investor, peneliti dan ahli IT didukung partisipasi masyarakat pegiat UKM.

  28. Program UKM di Thailand menarik banget Mas Ari. Per kecamatan harus punya produk unggulan. Kalau di kita2 kecil di Indonesia bisa seperti ini. Perekonomian bisa merata nih. Meminimalisir anak2 muda yg belum punya skill dan nekad merantau ke kota.
    Terima kasih banget artikelnya Mas. Membantu buat saya yg sudah punya niat bergerak di UKM, meski kecil2an

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*